<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Desa Compang &#8211; NTT News</title>
	<atom:link href="https://nttnews.net/tag/desa-compang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nttnews.net</link>
	<description>Tajam, Akurat Dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jan 2026 14:17:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://nttnews.net/wp-content/uploads/2025/06/cropped-Green-and-Blue-3D-Global-News-Logo_20250612_235312_0000-100x75.png</url>
	<title>Desa Compang &#8211; NTT News</title>
	<link>https://nttnews.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pelaku Pembunuhan di Rumah Gedang Palit Ditetapkan Sebagai Tersangka</title>
		<link>https://nttnews.net/daerah/pelaku-pembunuhan-di-rumah-gedang-palit-ditetapkan-sebagai-tersangka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTTNews.Net]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2026 14:17:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Compang]]></category>
		<category><![CDATA[Palit]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Gendang]]></category>
		<category><![CDATA[Tersangka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nttnews.net/?p=8111</guid>

					<description><![CDATA[<p>LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET &#8211; Suasana tenang di Desa Compang, Kecamatan Pacar, Manggarai Barat, Nusa Tenggara...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/pelaku-pembunuhan-di-rumah-gedang-palit-ditetapkan-sebagai-tersangka/">Pelaku Pembunuhan di Rumah Gedang Palit Ditetapkan Sebagai Tersangka</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET &#8211;</strong> Suasana tenang di Desa Compang, Kecamatan Pacar, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), berubah mencekam pada Senin malam (20/1/2026) lalu.</p>
<p>Sebuah perselisihan keluarga yang bermula dari ancaman berakhir dengan tragedi hilangnya nyawa di dalam Rumah Adat Gendang Palit.</p>
<p>Rumah Adat Gendang Palit, yang seharusnya menjadi simbol perlindungan dan kekeluargaan, malam itu justru menjadi saksi bisu sebuah tragedi yang merenggut nyawa MJ (55).</p>
<p>Peristiwa pilu ini bermula dari Pulau Dewata. Tiga bersaudara, YI (18), BM (24), dan PS (21), yang sedang mengadu nasib di Bali, menerima kabar yang membakar kuping melalui sambungan telepon. Seorang kerabat mengabarkan bahwa ayah kandung mereka, YA (62), tengah diintimidasi secara hebat oleh korban, MJ.</p>
<p>&#8220;Kabarnya, korban memaksa ayah mereka untuk berlutut memohon maaf di tengah perselisihan itu. Hal inilah yang diduga memicu kemarahan besar ketiga bersaudara tersebut,&#8221; kata Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya, S.T.K., S.I.K., M.H. dalam keterangannya, Selasa (27/1) siang.</p>
<p>AKP Lufthi menjelaskan usai mendengar kabar tersebut, tanpa pikir panjang, ketiga pemuda ini langsung memesan tiket pesawat dan terbang dari Bali menuju Labuan Bajo.</p>
<p>Setibanya di Bandara Internasional Komodo pukul 17.30 Wita, mereka langsung memacu kendaraan menempuh perjalanan darat selama empat jam menuju Desa Compang.</p>
<p>Setibanya di lokasi pada pukul 21.30 Wita, aroma ketegangan sudah terasa. Upaya mediasi yang awalnya diharapkan bisa mendinginkan suasana justru menjadi bumerang.</p>
<p>BM (24) sempat mencoba berdiskusi dengan korban sekitar satu jam setelah kedatangan mereka, namun api amarah MJ rupanya sudah terlanjur menyala.</p>
<p>&#8220;Korban MJ diduga menyerang ketiga bersaudara tersebut menggunakan sebilah parang. PS (21) menjadi orang pertama yang terkena serangan; ia mencoba menangkis sabetan parang dengan tangan kosong hingga menderita luka robek serius di tangan kirinya,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Melihat saudara mereka bersimbah darah, YI (18) dan BM (24) gelap mata. Mereka berlari keluar rumah, menyambar potongan kayu, dan merangsek kembali ke dalam rumah adat. Perkelahian maut tak terelakkan.</p>
<p>Hantaman kayu dari YI tepat mengenai tangan korban, membuat parang yang digenggam MJ terlepas dan jatuh ke lantai papan. Secepat kilat, YI mengambil alih senjata tajam tersebut.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/pelaku-pembunuhan-di-rumah-gedang-palit-ditetapkan-sebagai-tersangka/">Pelaku Pembunuhan di Rumah Gedang Palit Ditetapkan Sebagai Tersangka</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Konflik Keluarga Berujung Maut di Gendang Palit, Seorang Pria Tewas Usai Perkelahian, Ini Kesaksian &#8216;YA&#8217;!</title>
		<link>https://nttnews.net/daerah/konflik-keluarga-berujung-maut-di-gendang-palit-seorang-pria-tewas-usai-perkelahian-ini-kesaksian-ya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTTNews.Net]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 10:47:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Compang]]></category>
		<category><![CDATA[Meninggal Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Manggarai Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nttnews.net/?p=8073</guid>

					<description><![CDATA[<p>LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET &#8211; Peristiwa perkelahian tragis yang berujung pada meninggalnya MG (55) di Gendang...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/konflik-keluarga-berujung-maut-di-gendang-palit-seorang-pria-tewas-usai-perkelahian-ini-kesaksian-ya/">Konflik Keluarga Berujung Maut di Gendang Palit, Seorang Pria Tewas Usai Perkelahian, Ini Kesaksian &#8216;YA&#8217;!</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET &#8211;</strong> Peristiwa perkelahian tragis yang berujung pada meninggalnya MG (55) di Gendang Palit, Desa Compang, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, ternyata dipicu oleh rangkaian konflik keluarga yang telah berlangsung lama.</p>
<p>Kronologi kejadian bermula dua hari sebelum peristiwa maut tersebut. Hal ini disampaikan oleh saksi YA (62) saat diwawancarai NTTNEWS.NET di Mapolres Manggarai Barat, Rabu (21/1/2026) siang.</p>
<p>Menurut keterangan YA, pada Minggu malam, 18 Januari 2026, sekitar pukul 21.30 Wita, ia mengecas senter miliknya. Namun tanpa sengaja, senter tersebut terjatuh dan menimbulkan suara berisik. Saat itu korban MG sedang tertidur.</p>
<p>“Mendengar suara senter jatuh, MG langsung marah. Kami sempat adu mulut, lalu dia keluar rumah dan mengambil besi,” ujar YA.</p>
<p>Korban MG kemudian kembali ke dalam rumah sambil membawa besi dan mengancam saksi YA serta istrinya, YT. Dalam kondisi terancam, keduanya bahkan disuruh berlutut di hadapan korban.</p>
<p>“Saya dan istri disuruh berlutut sambil memohon agar tidak dibunuh,” lanjut YA dengan nada suara bergetar.</p>
<p>Peristiwa tersebut kemudian diketahui oleh anak-anak YA, yakni PS (21), YI (18), dan BM (24), yang saat itu berada di Denpasar, Bali. Mendengar kabar bahwa orang tua mereka diancam oleh korban MG—yang merupakan adik kandung dari ayah mereka—ketiganya memutuskan pulang kampung.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/konflik-keluarga-berujung-maut-di-gendang-palit-seorang-pria-tewas-usai-perkelahian-ini-kesaksian-ya/">Konflik Keluarga Berujung Maut di Gendang Palit, Seorang Pria Tewas Usai Perkelahian, Ini Kesaksian &#8216;YA&#8217;!</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pulang dari Bali, Tiga Keponakan Aniaya Paman hingga Tewas di Manggarai Barat</title>
		<link>https://nttnews.net/daerah/pulang-dari-bali-tiga-keponakan-aniaya-paman-hingga-tewas-di-manggarai-barat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTTNews.Net]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 06:57:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Compang]]></category>
		<category><![CDATA[Meninggal Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Manggarai Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nttnews.net/?p=8067</guid>

					<description><![CDATA[<p>LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET &#8211; Suasana damai di Dusun Palit, Desa Compang, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/pulang-dari-bali-tiga-keponakan-aniaya-paman-hingga-tewas-di-manggarai-barat/">Pulang dari Bali, Tiga Keponakan Aniaya Paman hingga Tewas di Manggarai Barat</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET &#8211;</strong> Suasana damai di Dusun Palit, Desa Compang, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendadak berubah mencekam pada Selasa malam (20/1/2026).</p>
<p>Sebuah perselisihan keluarga berujung tragis. MG (55), seorang warga setempat, tewas setelah diduga dianiaya oleh tiga keponakan kandungnya sendiri di dalam Rumah Gendang Palit.</p>
<p>Kapolsek Macang Pacar, IPDA Petrus B.K., membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut, korban meninggal dunia akibat penganiayaan berat yang dilakukan oleh tiga orang terduga pelaku.</p>
<p>“Benar, telah terjadi kasus penganiayaan yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Penganiayaan tersebut diduga dilakukan oleh tiga orang keponakan korban,” ujar IPDA Petrus dalam keterangannya, Rabu (21/1) pagi.</p>
<p>Menurut Kapolsek, ketiga terduga pelaku masing-masing berinisial PS (21), YI (18), dan BM (24). Mereka baru saja tiba dari Denpasar, Bali, dan pulang ke kampung halaman setelah mendengar kabar adanya pertengkaran antara orang tua mereka dengan korban, yang merupakan adik kandung ayah para pelaku.</p>
<p>Setibanya di rumah sekitar pukul 20.30 Wita, ketiganya mendapati korban sedang tertidur. Sekitar pukul 21.00 Wita, korban dibangunkan dengan maksud meminta klarifikasi terkait pertikaian keluarga tersebut. Namun, percakapan yang awalnya dimaksudkan untuk menyelesaikan masalah justru memanas dan berujung pada bentrokan fisik.</p>
<p>“Dalam perkelahian itu, para terduga pelaku diduga menggunakan senjata tajam jenis parang serta benda tumpul berupa kayu gamal,” jelas IPDA Petrus.</p>
<p>Akibat luka parah yang dideritanya, korban MG (55) dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Korban diketahui merupakan warga asli Manggarai Barat yang berdomisili di Rumah Gendang Palit, lokasi terjadinya peristiwa tersebut.</p>
<p>Sementara itu, ketiga terduga pelaku yang berusia antara 18 hingga 24 tahun diketahui tinggal serumah dengan korban. Dua orang saksi mata, masing-masing berinisial YA (62) dan YT (56), telah dimintai keterangan awal oleh pihak kepolisian.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/pulang-dari-bali-tiga-keponakan-aniaya-paman-hingga-tewas-di-manggarai-barat/">Pulang dari Bali, Tiga Keponakan Aniaya Paman hingga Tewas di Manggarai Barat</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peresmian SDN Dangka: Masyarakat Desa Compang Ucapkan Terima Kasih</title>
		<link>https://nttnews.net/daerah/peresmian-sdn-dangka-masyarakat-desa-compang-ucapkan-terima-kasih/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTTNews.Net]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Sep 2024 10:07:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Compang]]></category>
		<category><![CDATA[Edistasius Endi]]></category>
		<category><![CDATA[Manggarai Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Peresmian]]></category>
		<category><![CDATA[SDN Dangka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nttnews.net/?p=3971</guid>

					<description><![CDATA[<p>LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET &#8211; Masyarakat Desa Compang merayakan momen bersejarah dengan penuh rasa syukur setelah...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/peresmian-sdn-dangka-masyarakat-desa-compang-ucapkan-terima-kasih/">Peresmian SDN Dangka: Masyarakat Desa Compang Ucapkan Terima Kasih</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET &#8211;</strong> Masyarakat Desa Compang merayakan momen bersejarah dengan penuh rasa syukur setelah peresmian Sekolah Dasar Negeri (SDN) Dangka. Rabu (18/9).</p>
<p>Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, S.E., bersama Kadis Pendidikan dan Kebudayaan (PKO) serta berbagai perwakilan dari pemerintah kecamatan dan desa.</p>
<p>Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan Surat Keputusan (SK) yang sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat.</p>
<p>Bupati Edistasius dalam sambutannya menyatakan, &#8220;Hari ini adalah langkah besar bagi pendidikan di Manggarai Barat. SDN Dangka akan menjadi tempat di mana generasi penerus kita dibentuk menjadi pribadi yang berkualitas.&#8221; Ucapan ini disambut dengan aplaus meriah dari hadirin yang hadir.</p>
<p>Tokoh masyarakat Desa Compang, Andreas, menyampaikan ungkapan terima kasih yang tulus kepada Bupati dan Kadis PKO.</p>
<p>&#8220;Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati Edistasius dan seluruh jajaran pemerintah yang telah memperhatikan pendidikan di desa kami. Ini adalah harapan baru bagi anak-anak kami,&#8221; katanya.</p>
<p>Peresmian SDN Dangka bukan hanya simbol perubahan status dari Taman Kanak-Kanak menjadi sekolah dasar, tetapi juga mencerminkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan akses pendidikan yang berkualitas di daerah.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Bupati Edistasius menekankan bahwa pendidikan adalah fondasi penting bagi kemajuan suatu daerah.</p>
<p>&#8220;Kami berharap dengan adanya SDN Dangka, anak-anak di Desa Compang dapat mengenyam pendidikan yang lebih baik dan siap bersaing di masa depan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Acara ini juga menjadi ajang bagi masyarakat untuk berdialog langsung dengan pihak pemerintah.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/peresmian-sdn-dangka-masyarakat-desa-compang-ucapkan-terima-kasih/">Peresmian SDN Dangka: Masyarakat Desa Compang Ucapkan Terima Kasih</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
