<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Intimidasi &#8211; NTT News</title>
	<atom:link href="https://nttnews.net/tag/intimidasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nttnews.net</link>
	<description>Tajam, Akurat Dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 Nov 2025 13:09:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://nttnews.net/wp-content/uploads/2025/06/cropped-Green-and-Blue-3D-Global-News-Logo_20250612_235312_0000-100x75.png</url>
	<title>Intimidasi &#8211; NTT News</title>
	<link>https://nttnews.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Disentil di Grup WhatsApp, Keluarga Bupati Ende Diduga Intimidasi Wartawan</title>
		<link>https://nttnews.net/daerah/disentil-di-grup-whatsapp-keluarga-bupati-ende-diduga-intimidasi-wartawan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTTNews.Net]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2025 13:09:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Benediktus Tote Badeoda]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Intimidasi]]></category>
		<category><![CDATA[Manggarai Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Wartawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nttnews.net/?p=7659</guid>

					<description><![CDATA[<p>ENDE, NTTNEWS.NET &#8211; Dugaan intimidasi hukum terhadap Peci, wartawan Pranusa.id, mencuat setelah kritik yang ia...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/disentil-di-grup-whatsapp-keluarga-bupati-ende-diduga-intimidasi-wartawan/">Disentil di Grup WhatsApp, Keluarga Bupati Ende Diduga Intimidasi Wartawan</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>ENDE, <a href="http://NTTNEWS.NET" target="_blank" rel="noopener">NTTNEWS.NET</a> &#8211;</strong> Dugaan intimidasi hukum terhadap Peci, wartawan Pranusa.id, mencuat setelah kritik yang ia sampaikan di sejumlah grup WhatsApp memicu reaksi keras dari keluarga <a href="http://Bupati">Bupati</a> Ende.</p>
<p>Kritik tersebut disebut membuat keluarga Bupati “tersinggung”, sehingga mereka berencana melaporkannya ke Kepolisian Resor Ende.</p>
<p>Peci kepada NTTNEWS.NET menjelaskan kronologi dugaan intimidasi tersebut.</p>
<p>Ia menerangkan bahwa pada Senin, pukul 09.57 Wita, dirinya dihubungi oleh seseorang bernama Susan Jansen, yang mengaku sebagai orang dekat sekaligus asisten dari Ibu Cicih Badeoda, istri Bupati Ende, Benediktus Badeoda.</p>
<p>“Dalam perkenalan singkat lewat WhatsApp, Susan mengaku sebagai asisten Ibu Cicih. Ia langsung bertanya apakah saya yang menulis kritik itu di grup WhatsApp dan kemudian diteruskan oleh admin Flores Update ke Facebook,” jelas Peci.</p>
<p>Peci mengaku tidak menampik bahwa narasi kritik tersebut memang ia tulis dan sebarkan ke beberapa grup WhatsApp, seperti Aktivis Ende Berdiskusi, Ende News, dan Rakyat Flores.</p>
<p>“Saya bilang betul saya yang menulisnya, tapi saya tegaskan bahwa saya tidak pernah menyebarkan tulisan itu ke Facebook,” tegasnya.</p>
<p>Ia kemudian balik bertanya kepada Susan: “Apakah ada yang salah dengan postingan itu?”</p>
<p>Menurut Peci, Susan membalas dengan nada tuduhan.</p>
<p>“Dia bilang saya sudah menyebarkan hoaks dan menggiring opini bahwa tuan rumah tidak memperlakukan tamu dengan baik,” ungkap Peci menirukan pesan Susan.</p>
<p>Susan juga menyampaikan bahwa Bupati dan Ibu Bupati merasa terganggu dengan kritik tersebut.</p>
<p>“Dia bilang, ‘Semua berita itu sudah dilaporkan oleh tim Bapak Bupati Ende karena membawa suku, jabatan, dan kabupaten’,” tutur Peci.</p>
<p>Tidak lama setelah komunikasi tersebut, sekitar pukul 10.00 Wita, Peci menerima panggilan WhatsApp dari seseorang yang mengaku anggota Polres Ende.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/disentil-di-grup-whatsapp-keluarga-bupati-ende-diduga-intimidasi-wartawan/">Disentil di Grup WhatsApp, Keluarga Bupati Ende Diduga Intimidasi Wartawan</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PH NTTNews.net Sesalkan Intimidasi Oknum Yang Mengaku Wartawan TV One Terhadap Pemred</title>
		<link>https://nttnews.net/nasional/ph-nttnews-net-sesalkan-intimidasi-oknum-yang-mengaku-wartawan-tv-one-terhadap-pemred/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTTNews.Net]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2025 10:30:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Erles Rareral]]></category>
		<category><![CDATA[Intimidasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[Penasehat Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[TV One]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nttnews.net/?p=7453</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA, NTTNEWS.NET &#8211; Erles Rareral, S.H., M.H., salah satu Penasehat Hukum (PH) media NTTNews.net yang...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/nasional/ph-nttnews-net-sesalkan-intimidasi-oknum-yang-mengaku-wartawan-tv-one-terhadap-pemred/">PH NTTNews.net Sesalkan Intimidasi Oknum Yang Mengaku Wartawan TV One Terhadap Pemred</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA, NTTNEWS.NET &#8211;</strong> Erles Rareral, S.H., M.H., salah satu Penasehat Hukum (PH) media NTTNews.net yang dikenal luas di Jakarta dan Nusa Tenggara Timur (NTT), sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh oknum wartawan asal Ende bernama Sylvester Keda, yang mengaku bekerja di salah satu media nasional di Jakarta, yakni TV One.</p>
<p>Sylvester diduga telah melakukan tindakan intimidatif terhadap Pemimpin Redaksi (Pemred) NTTNews.net, Alfonsius Andy, pada Jumat sore (7/11/2025) sekitar pukul 15.40 WITA.</p>
<p>Erles menilai, tindakan semacam itu sangat tidak pantas dilakukan, apalagi antara sesama jurnalis yang seharusnya saling menghormati dan menjaga solidaritas profesi.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa profesi wartawan adalah profesi mulia yang berlandaskan etika, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap kebebasan pers.</p>
<p>“Nggak usah saling ancam. Kalian ini kan adik-adik kita dan juga rekan-rekan sesama profesi, juga sesama anak-anak NTT yang lagi meliput El Tari Cup. Ngapain saling ancam-ancam? Lagian kalian ini sesama profesi sebagai wartawan,” tegas Erles kepada NTTNews.net di Jakarta, Jumat malam (7/11/2025).</p>
<p>Ia juga berharap agar kedua belah pihak bisa segera menempuh jalan damai dengan komunikasi yang baik tanpa perlu memperkeruh suasana.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/nasional/ph-nttnews-net-sesalkan-intimidasi-oknum-yang-mengaku-wartawan-tv-one-terhadap-pemred/">PH NTTNews.net Sesalkan Intimidasi Oknum Yang Mengaku Wartawan TV One Terhadap Pemred</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemred NTTNews.net Dapat Intimidasi dari Seseorang yang Mengaku Wartawan TV One Terkait Berita ETMC 2025</title>
		<link>https://nttnews.net/daerah/pemred-nttnews-net-dapat-intimidasi-dari-seseorang-yang-mengaku-wartawan-tv-one-terkait-berita-etmc-2025/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTTNews.Net]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2025 08:50:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Intimidasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[Labuan bajo]]></category>
		<category><![CDATA[Manggarai Barat]]></category>
		<category><![CDATA[TV One]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nttnews.net/?p=7447</guid>

					<description><![CDATA[<p>LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET &#8211; Seorang wartawan asal Ende bernama Sylvester Keda, yang mengaku bekerja di...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/pemred-nttnews-net-dapat-intimidasi-dari-seseorang-yang-mengaku-wartawan-tv-one-terkait-berita-etmc-2025/">Pemred NTTNews.net Dapat Intimidasi dari Seseorang yang Mengaku Wartawan TV One Terkait Berita ETMC 2025</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET &#8211;</strong> Seorang wartawan asal Ende bernama Sylvester Keda, yang mengaku bekerja di salah satu media nasional di Jakarta, yakni TV One, telah melakukan tindakan intimidatif terhadap Pemimpin Redaksi (Pemred) NTTNews.net, Alfonsius Andy, pada Jumat sore, (7/11/2025) sekitar pukul 15.40 WITA.</p>
<p>Peristiwa itu berawal dari pemberitaan wartawan NTTNews.net di Ende berjudul “Jelang ETMC 2025, Isu Demonstrasi 39 Paroki Warnai Kabupaten Ende.” Sylvester Keda diduga tidak senang dengan pemberitaan tersebut dan kemudian menghubungi Pemred NTTNews.net melalui panggilan WhatsApp.</p>
<p>Menurut keterangan Alfonsius Andy, Sylvester memperkenalkan dirinya sebagai wartawan nasional dari TV One dan langsung menekan dirinya agar segera memuat berita hak jawab terkait Bupati Ende, Yosef Benediktus Tote Badeoda.</p>
<p>“Sore ini saya, Alfonsius Andy, Pemred NTTNews.net, dihubungi seseorang yang mengaku dirinya sebagai wartawan nasional TV One bernama Sylvester Keda. Dengan nada tinggi, dia memaksa saya untuk segera menaikkan berita hak jawab terkait ETMC 2025 di Ende,” ujar Andy.</p>
<p>“Dia bilang berita NTTNews.net itu framing dan tidak ada konfirmasi ke Bupati, karena katanya Bupati sedang ada kegiatan di Jakarta. Dia menegaskan agar saya segera memuat klarifikasi dari Bupati,” lanjut Andy menirukan ucapan Sylvester dalam percakapan telepon tersebut.</p>
<p>Namun, Andy mempertanyakan alasan serta kapasitas Sylvester dalam mengintervensi redaksi NTTNews.net.</p>
<p>“Dia siapa? Mau dia wartawan media nasional atau apapun, tidak punya hak untuk memaksa dan mengintimidasi saya menaikkan klarifikasi dari Bupati Ende,” tegas Andy.</p>
<p>“Saya tidak kenal dia, dan tidak mau kenal. Masa seorang yang mengaku wartawan senior, tapi etika komunikasinya seperti orang tidak sekolah. Apa maksudnya telepon saya dan membela Bupati Ende? Lebih baik dia urus saja dapurnya sendiri daripada sibuk dengan dapur orang lain,” tambahnya.</p>
<p>Andy menjelaskan, sebelum berita tersebut diterbitkan, wartawan NTTNews.net di Ende, Rian Laka, sudah berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada Bupati Ende. Namun, pesan WhatsApp yang dikirim tidak dibalas dan nomor kontak wartawan justru diblokir oleh Bupati.</p>
<p>“Jujur saja, wartawan saya di Ende, Rian Laka, sudah melakukan konfirmasi ke Bupati Ende, Yosef Benediktus Tote Badeoda. Tapi pesannya tidak dibalas, malah nomornya diblokir,” ungkap Andy.</p>
<p>“Pertanyaannya, kenapa Bupati Ende tidak menghubungi redaksi langsung kalau merasa keberatan dengan pemberitaan itu? Kenapa justru wartawan yang mengaku dari TV One di Jakarta yang sibuk menghubungi saya? Ada apa ini?” kata Andy heran.</p>
<p>Lebih lanjut, Andy menegaskan bahwa sikap Sylvester Keda mencoreng etika profesi jurnalistik dan menimbulkan preseden buruk di kalangan wartawan.</p>
<p>“Lucunya lagi, dia mendesak saya untuk segera menaikkan klarifikasi itu. Saya bilang langsung, kalau Bupati merasa dirugikan, silakan hubungi saya sendiri untuk menyampaikan hak jawabnya. Itu bukan tugas Sylvester. Etika komunikasinya tidak menunjukkan dia seorang senior yang pantas dijadikan panutan. Katanya senior, tapi cara bicaranya jauh dari sikap profesional,” pungkas Andy.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/pemred-nttnews-net-dapat-intimidasi-dari-seseorang-yang-mengaku-wartawan-tv-one-terkait-berita-etmc-2025/">Pemred NTTNews.net Dapat Intimidasi dari Seseorang yang Mengaku Wartawan TV One Terkait Berita ETMC 2025</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dosen kampus STIE Karya Ruteng Bantah Dugaan Pengancaman, Ini Faktanya!</title>
		<link>https://nttnews.net/daerah/dosen-kampus-stie-karya-ruteng-bantah-dugaan-pengancaman-ini-faktanya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTTNews.Net]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2025 12:54:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen]]></category>
		<category><![CDATA[Intimidasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Stie Karya Ruteng]]></category>
		<category><![CDATA[Wartawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nttnews.net/?p=6308</guid>

					<description><![CDATA[<p>RUTENG, NTTNEWS.NET &#8211; Dosen kampus STIE Karya Ruteng, Theobaldus Nik Deki membantah dugaan pengancaman yang...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/dosen-kampus-stie-karya-ruteng-bantah-dugaan-pengancaman-ini-faktanya/">Dosen kampus STIE Karya Ruteng Bantah Dugaan Pengancaman, Ini Faktanya!</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RUTENG, NTTNEWS.NET &#8211;</strong> Dosen kampus STIE Karya Ruteng, Theobaldus Nik Deki membantah dugaan pengancaman yang dilakukannya kepada wartawan media online Obor Timur, Gordi Jamat, pada Senin (09/06/2025) sore.</p>
<p>Saat di wawancara sejumlah wartawan di Polres Manggarai, Nik Deki mengatakan bahwa kedatangannya di Polres Manggarai pada Selasa (10/06/2025) pagi terkait dengan judul berita media Obor Timur yang berjudul &#8216;Bongkar kebohongan Nik Deki ! Fakta Tersembunyi Sengketa Dosen STIE Karya Ruteng&#8217;.</p>
<p>Ia mengaku merasa keberatan karena isi berita dan judul berita tersebut.</p>
<p>&#8220;kami sepakat untuk mengklarifikasi berita yang dimuat oleh media obor timur. Kami meminta supaya media mengubah pernyataan itu dengan menambah judulnya itu, harus ada kata Lusian, saya berbohong karena itukan pernyataan dia (Lusian)&#8221;, ujarnya.</p>
<p>Karena kata Nik Deki,  yang ada di dalam isi berita tersebut, itu tidak ada pernyataan Lusian bahwa dirinya (Nik Deki) berbohong. Sehingga ia menganjurkan dan meminta kepada media obor timur untuk mengubah format atau redaksi dari judul itu dengan menambahkan kata Lusian.</p>
<p>&#8220;Dari sisi dialog ini tadi, kami bersepakat dan difasilitasi oleh Polres tadi bahwa, pihak dari media obor timur akan melakukan sidang redaksi untuk mempertimbangkan apa yang menjadi keberatan kami&#8221;, kata Nik Deki</p>
<p>Dikatakannya, dalam dialog dengan Wartawan Media Obor Timur diruang SPKT Polres Manggarai, telah clear.</p>
<p>&#8220;Saya menjelaskan, saya tidak mengancam dan pernyataan kalau tidak bersedia dan kami ingin mencari, mencari dalam maksud untuk bertanya apa maksud dari pemberitaanya&#8221;, ungkap Nik Deki</p>
<p>&#8220;Saya ingin sampaikan bahwa keberatan saya itu lebih karena berita itu terlalu tendensius, dan menyerang saya secara pribadi&#8221;, tambahnya</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/dosen-kampus-stie-karya-ruteng-bantah-dugaan-pengancaman-ini-faktanya/">Dosen kampus STIE Karya Ruteng Bantah Dugaan Pengancaman, Ini Faktanya!</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
