<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kabupaten Manggarai Timur &#8211; NTT News</title>
	<atom:link href="https://nttnews.net/tag/kabupaten-manggarai-timur/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nttnews.net</link>
	<description>Tajam, Akurat Dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 Aug 2026 12:23:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://nttnews.net/wp-content/uploads/2025/06/cropped-Green-and-Blue-3D-Global-News-Logo_20250612_235312_0000-100x75.png</url>
	<title>Kabupaten Manggarai Timur &#8211; NTT News</title>
	<link>https://nttnews.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Di Balik Puing Pustu Bea Waek, Bidan yang Terluka Tetap Bertahan Melayani Warga Korban Gempa</title>
		<link>https://nttnews.net/daerah/di-balik-puing-pustu-bea-waek-bidan-yang-terluka-tetap-bertahan-melayani-warga-korban-gempa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTTNews.Net]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2026 12:23:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Bidan]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Bea Waek]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Manggarai Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Lambaleda Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Gempa]]></category>
		<category><![CDATA[Maria Avila Goredy]]></category>
		<category><![CDATA[Perawat]]></category>
		<category><![CDATA[Petugas Medis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nttnews.net/?p=9256</guid>

					<description><![CDATA[<p>BORONG, NTTNEWS.NET &#8211; Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Manggarai Timur dan sejumlah wilayah di Pulau Flores,...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/di-balik-puing-pustu-bea-waek-bidan-yang-terluka-tetap-bertahan-melayani-warga-korban-gempa/">Di Balik Puing Pustu Bea Waek, Bidan yang Terluka Tetap Bertahan Melayani Warga Korban Gempa</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BORONG, NTTNEWS.NET &#8211;</strong> Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Manggarai Timur dan sejumlah wilayah di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut dan menimbulkan korban jiwa serta kerusakan bangunan di berbagai tempat. Gempa tersebut berpusat di sekitar Mbay, Kabupaten Nagekeo, namun getarannya dirasakan dan berdampak luas di sejumlah wilayah Pulau Flores.</p>
<p>Bencana itu tidak hanya merobohkan rumah, fasilitas umum, tempat pelayanan kesehatan, dan bangunan lainnya. Gempa juga meninggalkan luka yang jauh lebih dalam: kehilangan orang-orang tercinta, kehilangan tempat tinggal, kehilangan harta benda, serta trauma yang belum sempat pulih.</p>
<p>Di tengah kepanikan dan ketidakpastian, para korban masih terus membutuhkan pertolongan. Tim pencarian dan pertolongan berpacu dengan waktu menyelamatkan warga yang membutuhkan bantuan, sementara tenaga kesehatan berdiri di garis paling depan untuk memastikan korban yang terluka tetap mendapatkan pelayanan.</p>
<p>Namun, di balik hiruk-pikuk operasi kemanusiaan tersebut, ada perjuangan para tenaga kesehatan yang nyaris tidak terlihat.</p>
<p>Mereka bukan hanya merawat korban. Mereka juga merupakan korban. Mereka kehilangan rumah, kehilangan tempat kerja, kehilangan barang-barang pribadi, bahkan sebagian harus menjalankan tugas sambil menahan sakit dan trauma akibat tertimpa reruntuhan bangunan.</p>
<p>Salah satunya terjadi di Desa Bea Waek, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur.</p>
<p>Di tengah puing-puing bangunan Pustu Bea Waek yang hancur total, seorang bidan bernama Maria Avila Goredy yang kerap disapa Endang tetap memilih bertahan. Luka masih membekas di tubuhnya. Trauma akibat tertimpa reruntuhan belum sepenuhnya hilang. Namun panggilan kemanusiaan membuatnya kembali berdiri dan melayani masyarakat.</p>
<p>Pustu Bea Waek yang selama ini menjadi tempat masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan kini tinggal puing.</p>
<p>Bangunan yang dahulu menjadi tempat para tenaga medis bekerja, tempat warga datang meminta pertolongan, tempat ibu-ibu memeriksakan kehamilan, tempat anak-anak mendapatkan pelayanan kesehatan, sekaligus menjadi rumah bagi bidan desa tersebut, kini tidak dapat digunakan lagi.</p>
<p>“Pustu Bea Waek rusak total. Rumah yang rusak berat maupun ringan kurang lebih ada 81 rumah. Kalau pemerintah sampai dengan hari ini belum ada bantuan sama sekali. Tanggal 18 Agustus ada bantuan dari Media Flores, kalau diuangkan sekitar Rp3.300.000. Untuk tenda darurat ada 17. Terus yang tenda di teras rumahnya rusak ringan, mereka buat tenda di depan teras,” tutur Endang dengan suara penuh kesedihan, kepada media ini pada Selasa (18/8/2026) melalui sambungan telepon.</p>
<p>Di wilayah tersebut, sebanyak 17 rumah dilaporkan mengalami kerusakan parah. Warga yang kehilangan tempat tinggal terpaksa membuat tenda darurat secara mandiri menggunakan apa saja yang masih bisa diselamatkan.</p>
<p>Tidak ada tenda umum. Tidak ada tempat pengungsian yang layak. Masing-masing kepala keluarga berusaha bertahan dengan kemampuan sendiri.</p>
<p>Di tengah kondisi tersebut, pelayanan kesehatan juga harus tetap berjalan.</p>
<p>Pustu Bea Waek hanya memiliki tiga orang bidan dan satu orang perawat. Tidak ada dokter yang bertugas di sana. Setelah gedung Pustu hancur, masyarakat bersama tenaga kesehatan kemudian membuat posko kesehatan sementara di dalam tenda darurat.</p>
<p>“Kalau di Pustu tidak ada dokter, hanya ada bidan tiga orang dan perawat satu orang. Saat kejadian saya yang kena tindis oleh runtuhan bangunan karena saya yang tinggal di situ,” ungkap Endang.</p>
<p>Ia sendiri menjadi korban. Ketika gempa mengguncang, bangunan tempat ia tinggal sekaligus tempatnya menjalankan tugas runtuh. Batu bata dan kayu menimpa tubuhnya. Bahunya lebam. Pinggangnya mengalami memar. Lututnya mengalami luka.</p>
<p>Namun rasa sakit itu belum seberapa dibandingkan rasa kehilangan yang harus ia tanggung setelah melihat tempat tinggal dan tempat pengabdiannya berubah menjadi reruntuhan.</p>
<p>“Saya mengalami lebam di bahu, pinggang, dan lutut. Di lutut yang luka,” katanya.</p>
<p>Meski tubuhnya terluka dan pikirannya masih diliputi trauma, Endang kembali menjalankan tugas.</p>
<p>Ia bersama tenaga kesehatan lainnya tetap berada di posko darurat yang dibangun warga.</p>
<p>Setiap hari mereka bekerja di bawah tenda sederhana yang dibuat menggunakan kayu dan terpal. Tidak ada lagi ruangan dengan dinding kokoh. Tidak ada lagi meja pelayanan yang nyaman. Tidak ada lagi ruang penyimpanan obat yang aman.</p>
<p>Yang tersisa hanya semangat untuk menyelamatkan dan melayani masyarakat.</p>
<p>“Tetapi karena besarnya cinta saya sebagai petugas medis, yaitu bidan, untuk melayani masyarakat, saya tetap kerja total, walaupun saya masih mengalami trauma berat akibat gempa tersebut dan ditindis batu bata bangunan dan kayu. Tapi cinta saya sangat besar untuk masyarakat, terutama para ibu, lansia, dan anak-anak,” ujarnya.</p>
<p>Kalimat itu menggambarkan betapa berat pengabdian seorang tenaga kesehatan di tengah bencana.</p>
<p>Ia terluka, tetapi tetap bekerja. Ia kehilangan tempat tinggal, tetapi tetap membuka pelayanan. Ia mengalami trauma, tetapi tetap berusaha menenangkan masyarakat.</p>
<p>Ia kehilangan barang-barang pribadi, tetapi masih memikirkan warga yang membutuhkan pertolongan.</p>
<p>Di tengah kehancuran itu, obat-obatan memang telah diturunkan dari Puskesmas Mano. Namun kebutuhan masyarakat jauh lebih besar.</p>
<p>Endang mengatakan hingga Selasa, 18 Agustus 2026, bantuan pangan dan tenda dari dinas terkait belum diterima warga terdampak di Desa Bea Waek.</p>
<p>“Sampai sekarang belum ada satu pun bantuan pangan kepada warga terdampak. Namun bantuan sembako dan tenda dari dinas terkait sampai saat ini belum ada sama sekali sejak kejadian gempa,” ungkapnya.</p>
<p>Kondisi tersebut membuat warga harus bertahan dengan apa yang mereka miliki.</p>
<p>Sebagian tidur di bawah tenda darurat. Sebagian lainnya bertahan di halaman rumah. Ada pula warga yang rumahnya rusak ringan dan memilih membuat tenda di depan teras karena takut kembali masuk ke dalam rumah.</p>
<p>Sementara itu, bangunan Pustu Bea Waek yang menjadi pusat pelayanan kesehatan masyarakat telah hancur parah dan tidak dapat digunakan lagi.</p>
<p>Namun Endang dan rekan-rekannya tidak meninggalkan masyarakat. Mereka tetap berada di sana. Tetap berjaga. Tetap melayani.</p>
<p>Tetap memberikan pertolongan meski tempat mereka bekerja telah berubah menjadi puing.</p>
<p>“Setiap hari kami stay di posko tenda darurat yang dibuatkan dari kayu dan beratapkan terpal. Pustu tersebut hanya tinggal puing-puing saja,” tuturnya.</p>
<p>Ada satu kalimat Endang yang begitu dalam menggambarkan kehilangan tersebut.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/di-balik-puing-pustu-bea-waek-bidan-yang-terluka-tetap-bertahan-melayani-warga-korban-gempa/">Di Balik Puing Pustu Bea Waek, Bidan yang Terluka Tetap Bertahan Melayani Warga Korban Gempa</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Putri Lamba Leda, Virgyn Marselina Byron, Resmi Jabat Kabag Hukum Setda Manggarai Timur</title>
		<link>https://nttnews.net/daerah/putri-lamba-leda-virgyn-marselina-byron-resmi-jabat-kabag-hukum-setda-manggarai-timur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTTNews.Net]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2026 14:05:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kabag Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Manggarai Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Virgyn Marselina Byron]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nttnews.net/?p=8264</guid>

					<description><![CDATA[<p>BORONG, NTTNEWS.NET &#8211; Momentum pelantikan 56 pejabat eselon di lingkup Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur pada...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/putri-lamba-leda-virgyn-marselina-byron-resmi-jabat-kabag-hukum-setda-manggarai-timur/">Putri Lamba Leda, Virgyn Marselina Byron, Resmi Jabat Kabag Hukum Setda Manggarai Timur</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BORONG, <a href="http://NTTNEWS.NET" target="_blank" rel="noopener">NTTNEWS.NET</a> &#8211;</strong> Momentum pelantikan 56 pejabat eselon di lingkup Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur pada Selasa (24/2/2026) menjadi sorotan publik.</p>
<p>Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Virgyn Marselina Byron, S.H, yang resmi dipercaya mengemban tugas sebagai Kepala Bagian (Kabag) Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Manggarai Timur.</p>
<p>Pelantikan berlangsung khidmat di Aula Kantor Bupati Manggarai Timur, Lehong. Virgyn yang dikenal sebagai Putri Lamba Leda menjadi bagian dari jajaran pejabat eselon III yang diambil sumpah dan janjinya untuk menjalankan amanah jabatan secara profesional dan bertanggung jawab.</p>
<p>Penunjukan Virgyn sebagai Kabag Hukum dinilai sebagai langkah strategis pemerintah daerah. Dengan latar belakang pendidikan hukum serta pengalaman dalam bidang regulasi dan tata kelola pemerintahan, ia dipercaya mampu memperkuat peran Bagian Hukum dalam mendukung penyusunan kebijakan daerah yang akuntabel dan sesuai peraturan perundang-undangan.</p>
<p>Kehadirannya juga merepresentasikan regenerasi birokrasi di Manggarai Timur. Sebagai tokoh muda asal Lamba Leda, Virgyn menjadi simbol kepercayaan pemerintah daerah terhadap kapasitas dan kompetensi generasi muda untuk menduduki jabatan administrator di level pengambil kebijakan.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/putri-lamba-leda-virgyn-marselina-byron-resmi-jabat-kabag-hukum-setda-manggarai-timur/">Putri Lamba Leda, Virgyn Marselina Byron, Resmi Jabat Kabag Hukum Setda Manggarai Timur</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gerak Cepat! Gubernur dan Wagub NTT Perintahkan Survei, Rumah Pelipus Rose Segera Dibangun April 2026</title>
		<link>https://nttnews.net/daerah/gerak-cepat-gubernur-dan-wagub-ntt-perintahkan-survei-rumah-pelipus-rose-segera-dibangun-april-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTTNews.Net]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Feb 2026 14:25:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Golo Meni]]></category>
		<category><![CDATA[Emanuel Melkiades Laka Lena]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[Johni Asadoma]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Manggarai Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Pelipus Rose]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Layak Huni]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Gubernur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nttnews.net/?p=8240</guid>

					<description><![CDATA[<p>BORONG, NTTNEWS.NET &#8211; Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/gerak-cepat-gubernur-dan-wagub-ntt-perintahkan-survei-rumah-pelipus-rose-segera-dibangun-april-2026/">Gerak Cepat! Gubernur dan Wagub NTT Perintahkan Survei, Rumah Pelipus Rose Segera Dibangun April 2026</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BORONG, <a href="http://NTTNEWS.NET" target="_blank" rel="noopener">NTTNEWS.NET</a> &#8211;</strong> Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, menunjukkan respons cepat terhadap pemberitaan media terkait rumah tidak layak huni di Kabupaten Manggarai Timur.</p>
<p>Melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi NTT bidang Perumahan Rakyat yang didampingi petugas Dinas PU Kabupaten Manggarai Timur bidang Perumahan Rakyat, serta Kepala Desa Golo Meni dan staf desa, tim turun langsung melakukan survei ke rumah milik pasangan suami istri Pelipus Rose (42) dan Elisabet Rena Ningsi Nagong (44).</p>
<p>Rumah tersebut berlokasi di Pongbali, RT/RW 006/003, Desa Golo Meni, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur.</p>
<p>Kedatangan tim ini merupakan tindak lanjut atas perintah langsung Gubernur dan Wakil Gubernur NTT guna memastikan kebenaran kondisi rumah yang sebelumnya diberitakan media sebagai tidak layak huni.</p>
<p>Pada Minggu (14/9/2025) lalu, melalui sambungan telepon saat berada di Kabupaten Nagekeo untuk memantau situasi pascabanjir bandang, Wagub Johni menyampaikan komitmennya untuk membantu keluarga tersebut.</p>
<p>&#8220;Iya Puji Tuhan akan segera dibangun,&#8221; ujar Wagub NTT dalam pesan WhatsApp singkatnya, Sabtu (22/2/2026) malam.</p>
<p>Kepala Desa Golo Meni, Paulus Darman, membenarkan bahwa tim dari Dinas PU Provinsi dan Kabupaten telah turun langsung melakukan survei pada Jumat (20/2/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa tim terdiri dari dua orang dari provinsi dan empat orang dari kabupaten. Kedatangan mereka untuk memastikan apakah kondisi rumah Pelipus Rose sesuai dengan foto dan pemberitaan yang dimuat sebelumnya.</p>
<p>“Pak Gubernur dan Wakil Gubernur tidak hanya percaya pada pemberitaan media, tetapi memerintahkan tim untuk turun langsung mengecek kondisi di lapangan. Setelah dicek, memang benar rumah Bapak Pelipus Rose tidak layak huni dan layak mendapatkan bantuan pemerintah,” jelas Paulus melalui sambungan telepon.</p>
<p>Menurutnya, hasil pengecekan di lokasi identik dengan foto dan pemberitaan yang sebelumnya dipublikasikan. Tim juga sempat mengecek beberapa lokasi lain untuk memastikan bantuan tepat sasaran.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/gerak-cepat-gubernur-dan-wagub-ntt-perintahkan-survei-rumah-pelipus-rose-segera-dibangun-april-2026/">Gerak Cepat! Gubernur dan Wagub NTT Perintahkan Survei, Rumah Pelipus Rose Segera Dibangun April 2026</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wagub NTT Johni Asadoma Tanggap Cepat Atas Kondisi Rumah Gubuk Pasutri di Kota Komba Utara</title>
		<link>https://nttnews.net/daerah/wagub-ntt-johni-asadoma-tanggap-cepat-atas-kondisi-rumah-gubuk-pasutri-di-kota-komba-utara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTTNews.Net]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2025 04:08:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Johni Asadoma]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Manggarai Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Komba Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Pelipus Rose]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Layak Huni]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Gubernur NTT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nttnews.net/?p=7054</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUPANG, NTTNEWS.NET &#8211; Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Pol (Purn) Johni Asadoma ,...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/wagub-ntt-johni-asadoma-tanggap-cepat-atas-kondisi-rumah-gubuk-pasutri-di-kota-komba-utara/">Wagub NTT Johni Asadoma Tanggap Cepat Atas Kondisi Rumah Gubuk Pasutri di Kota Komba Utara</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUPANG, NTTNEWS.NET &#8211;</strong> Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Pol (Purn) Johni Asadoma , memberikan respon cepat atas pemberitaan NTTNEWS.NET mengenai kondisi rumah gubuk tak layak huni milik pasangan suami istri (pasutri) Pelipus Rose (42) dan Elisabet Rena Ningsi Nagong (44) di Pongbali, RT/RW 006/003, Desa Golo Meni, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur.</p>
<p>Wagub Johni menegaskan bahwa penanganan persoalan ini sebenarnya merupakan tanggung jawab pemerintah Kabupaten Manggarai Timur.</p>
<p>“Siang adik, ini harus jadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten,” ujar Johni Asadoma saat dihubungi NTTNEWS.NET, Sabtu (13/9/2025).</p>
<p>Purnawirawan Jenderal Bintang Dua itu menambahkan, ia juga akan membicarakan persoalan ini langsung dengan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena.</p>
<p>“Tapi nanti akan saya bicarakan dengan Gubernur. Terima kasih informasinya,” tutur mantan Kapolda NTT tersebut.</p>
<p><strong>Kondisi Rumah yang Sangat Memprihatinkan</strong></p>
<p>Seperti diberitakan sebelumnya, keluarga kecil ini tinggal di sebuah rumah gubuk sederhana yang seluruhnya terbuat dari bambu dan kayu yang sudah lapuk. Pantauan langsung NTTNEWS.NET pada Jumat (12/9/2025), hampir seluruh bagian atap rumah dipenuhi lubang sehingga air hujan dengan mudah masuk dan menggenangi isi rumah.</p>
<p>Menurut pengakuan Pelipus Rose, setiap musim hujan, keluarga mereka harus rela tidur dalam keadaan basah kuyup.</p>
<p>“Kalau hujan turun, kami semua pasti basah. Anak-anak terpaksa tidur sambil menutupi kepala dengan kain atau plastik. Kadang kami pindahkan tikar ke bagian yang agak kering, tapi tetap saja air merembes ke mana-mana,” ungkap Lipus lirih.</p>
<p>Selain atap bocor, hampir 90 persen tiang kayu penyangga telah lapuk, bambu dinding mulai rapuh, dan lantai tanah berubah becek saat diguyur hujan. Kondisi ini membuat rumah tersebut sejatinya tidak layak huni.</p>
<p><strong>Hidup Serba Kekurangan</strong></p>
<p>Pasangan ini menikah sejak tahun 2000 dan telah dikaruniai tiga anak: Imaculata Nur Aini Nagong (14), Yosep Kopertino Rue (7), dan si bungsu Yohanes Devika Nagong yang baru berusia 1 tahun 11 bulan.</p>
<p>Sehari-harinya Lipus bekerja sebagai petani serabutan sekaligus buruh kasar. Dengan penghasilan yang sangat terbatas, ia mengaku tak mampu memperbaiki rumah apalagi membangun yang baru.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/wagub-ntt-johni-asadoma-tanggap-cepat-atas-kondisi-rumah-gubuk-pasutri-di-kota-komba-utara/">Wagub NTT Johni Asadoma Tanggap Cepat Atas Kondisi Rumah Gubuk Pasutri di Kota Komba Utara</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rumah Lapuk Pasutri di Kota Komba Utara: Menanti Uluran Tangan Pemerintah</title>
		<link>https://nttnews.net/daerah/rumah-lapuk-pasutri-di-kota-komba-utara-menanti-uluran-tangan-pemerintah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTTNews.Net]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2025 04:29:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Manggarai Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Komba Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Pelipilus Rose]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nttnews.net/?p=7046</guid>

					<description><![CDATA[<p>BORONG, NTTNEWS.NET &#8211; Kondisi sangat memprihatinkan rumah tempat tinggal dari pasangan suami istri (Pasutri) Pelipus...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/rumah-lapuk-pasutri-di-kota-komba-utara-menanti-uluran-tangan-pemerintah/">Rumah Lapuk Pasutri di Kota Komba Utara: Menanti Uluran Tangan Pemerintah</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BORONG, NTTNEWS.NET &#8211;</strong> Kondisi sangat memprihatinkan rumah tempat tinggal dari pasangan suami istri (Pasutri) Pelipus Rose (42) dan Elisabet Rena Ningsi Nagong (44) di Pongbali, RT/RW 006/003, Desa Golo Meni, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).</p>
<p>Rumah gubuk sederhana yang mereka tempati sejak lama terbuat dari bambu dan kayu yang sebagian besar sudah lapuk. Bangunan tersebut sebenarnya sudah tidak layak untuk dihuni, namun keluarga kecil ini tidak memiliki pilihan lain.</p>
<p>Pantauan langsung media ini pada Jumat (12/9/2025), memperlihatkan kondisi rumah yang sudah sangat mengkhawatirkan. Hampir seluruh bagian atap sudah berlubang.</p>
<p>Menurut keterangan Pelipilus Rose, setiap kali musim hujan tiba, air merembes masuk melalui celah-celah atap yang bocor, sehingga seluruh isi rumah tergenang air. Selain itu, hampir 90 persen kayu sudah lapuk, bambu penyangga dinding mulai rapuh, dan bagian lantai tanah becek bila diguyur hujan.</p>
<p>“Kalau hujan turun, kami semua pasti basah. Anak-anak terpaksa tidur sambil menutupi kepala dengan kain atau plastik. Kadang kami pindahkan tikar ke bagian yang agak kering, tapi tetap saja air merembes ke mana-mana,” ungkap Lipus dengan nada lirih.</p>
<p>Pasangan ini menikah pada tahun 2000 dan telah dikaruniai tiga orang anak. Anak pertama, Imaculata Nur Aini Nagong (14), saat ini duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) St. Arnoldus Mukun. Anak kedua, Yosep Kopertino Rue (7), bersekolah di Sekolah Dasar Katolik (SDK) Mukun Dua. Sedangkan anak bungsu mereka, Yohanes Devika Nagong, baru berusia 1 tahun 11 bulan.</p>
<p>Pelipilus Rose, atau yang akrab disapa Lipus, sehari-harinya bekerja sebagai petani dan buruh kasar. Saat ditemui media ini, ia mengucapkan terima kasih atas kunjungan wartawan.</p>
<p>“Terima kasih pak, ini pertama kali rumah saya dikunjungi wartawan dan melihat secara langsung kondisi kami. Jujur, untuk memperbaiki rumah saja saya tidak punya cukup uang, apalagi membangun rumah baru, rasanya mustahil. Saya hanya berharap pemerintah bisa membantu kami,” tuturnya penuh harap.</p>
<p>Lipus juga mengaku bahwa pada tahun 2022, Pemerintah Desa sempat mendatangi rumahnya, memotret kondisi bangunan, serta meminta data keluarga seperti Kartu Keluarga (KK) dan KTP. Namun, hingga tahun 2025 ini, belum ada realisasi bantuan.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/rumah-lapuk-pasutri-di-kota-komba-utara-menanti-uluran-tangan-pemerintah/">Rumah Lapuk Pasutri di Kota Komba Utara: Menanti Uluran Tangan Pemerintah</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Skandal Atletik Matim: Clarita Dipaksa Salah Cabang, Panitia dan Guru Lalai Total</title>
		<link>https://nttnews.net/daerah/skandal-atletik-matim-clarita-dipaksa-salah-cabang-panitia-dan-guru-lalai-total/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTTNews.Net]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2025 13:56:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Manggarai Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nttnews.net/?p=6907</guid>

					<description><![CDATA[<p>BORONG, NTTNEWS.NET &#8211; Dunia olahraga pelajar Manggarai Timur kembali diguncang skandal memalukan. Clarita, siswi SMAN...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/skandal-atletik-matim-clarita-dipaksa-salah-cabang-panitia-dan-guru-lalai-total/">Skandal Atletik Matim: Clarita Dipaksa Salah Cabang, Panitia dan Guru Lalai Total</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BORONG, NTTNEWS.NET &#8211;</strong> Dunia olahraga pelajar Manggarai Timur kembali diguncang skandal memalukan. Clarita, siswi SMAN 6 Kota Komba yang dikenal sebagai spesialis lari dengan deretan prestasi gemilang, justru dipaksa bertanding di cabang yang bukan bidangnya akibat kesalahan fatal panitia dan kelalaian guru pembimbing.</p>
<p>Padahal, Clarita adalah juara O2SN tingkat Kabupaten Matim dan diprediksi mampu menyumbang medali emas di Kejurda Atletik tingkat provinsi. Namun, kesempatan emas itu kandas hanya karena alasan konyol: panitia salah input nama.</p>
<p>“Bagaimana mungkin sekolah dan panitia bisa membiarkan hal ini terjadi? Anak kami jago lari, tapi justru tidak didaftarkan di cabang itu. Ini jelas kelalaian yang mencoreng nama baik daerah,” tegas salah satu orang tua atlet, Minggu (24/08/2025), dengan nada getir.</p>
<p><strong>Prestasi di Tengah Kesalahan Fatal</strong></p>
<p>Meski dipaksa berlaga di luar cabang spesialisasinya, Clarita tidak menyerah. Hasilnya mencengangkan: ia tetap berhasil membawa pulang satu emas dan satu perunggu. Fakta ini menjadi tamparan keras bagi panitia dan sekolah. Jika di cabang yang salah saja Clarita mampu juara, bayangkan hasil yang bisa ia raih jika turun di cabang lari – bidang yang sebenarnya menjadi kekuatannya.</p>
<p>“Kalau di cabang salah saja dia bisa juara, bisa jadi Manggarai Timur pulang dengan lebih banyak medali kalau Clarita diberi kesempatan di lari. Ini jelas merugikan daerah,” ungkap seorang tokoh masyarakat yang geram melihat kasus ini.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/skandal-atletik-matim-clarita-dipaksa-salah-cabang-panitia-dan-guru-lalai-total/">Skandal Atletik Matim: Clarita Dipaksa Salah Cabang, Panitia dan Guru Lalai Total</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Borong Bergetar 3,3 Magnitudo, Simak Penjelasan Kepala Stasiun Geofisika Kupang</title>
		<link>https://nttnews.net/daerah/borong-bergetar-33-magnitudo-simak-penjelasan-kepala-stasiun-geofisika-kupang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTTNews.Net]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2025 09:24:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Borong]]></category>
		<category><![CDATA[Gempa Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Manggarai Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nttnews.net/?p=6832</guid>

					<description><![CDATA[<p>BORONG, NTTNEWS.NET &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi bermagnitudo 3,3 mengguncang...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/borong-bergetar-33-magnitudo-simak-penjelasan-kepala-stasiun-geofisika-kupang/">Borong Bergetar 3,3 Magnitudo, Simak Penjelasan Kepala Stasiun Geofisika Kupang</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BORONG, NTTNEWS.NET &#8211;</strong> Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi bermagnitudo 3,3 mengguncang wilayah Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa siang, 19 Agustus 2025.</p>
<p>Gempa terjadi pada pukul 14.03 WIB dengan pusat gempa berada di koordinat 8,79 Lintang Selatan dan 120,64 Bujur Timur, atau sekitar 5 kilometer tenggara Borong. BMKG mencatat kedalaman gempa 10 kilometer.</p>
<p>Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, S.Si, M.Si, dalam keterangannya kepada media ini melalui WhatsApp menjelaskan, “Pada Selasa, 19 Agustus 2025 pukul 14:03:09 WIB, wilayah Borong diguncang gempabumi tektonik. Hasil analisa BMKG menunjukkan gempabumi ini berkekuatan M=3,3. Episenter terletak pada koordinat 8,78° LS; 120,62° BT, atau tepatnya di darat pada jarak 3 km selatan Borong dengan kedalaman 5 km.”</p>
<p>Menurut Arief, gempa yang terjadi termasuk gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif.</p>
<p>“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi ini merupakan jenis gempabumi dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif di sekitar wilayah Borong,” jelasnya.</p>
<figure id="attachment_6831" aria-describedby="caption-attachment-6831" style="width: 514px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://nttnews.net/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250819-WA0115.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-6831" src="https://nttnews.net/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250819-WA0115.jpg" alt="IMG 20250819 WA0115" width="514" height="606" title="Borong Bergetar 3,3 Magnitudo, Simak Penjelasan Kepala Stasiun Geofisika Kupang 1"></a><figcaption id="caption-attachment-6831" class="wp-caption-text">Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi bermagnitudo 3,3 mengguncang wilayah Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa siang, 19 Agustus 2025. (foto : isth).</figcaption></figure>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/borong-bergetar-33-magnitudo-simak-penjelasan-kepala-stasiun-geofisika-kupang/">Borong Bergetar 3,3 Magnitudo, Simak Penjelasan Kepala Stasiun Geofisika Kupang</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Manggarai Timur Luncurkan Aplikasi SIMANTAP, Dorong Tertib Ruang dan Investasi Berbasis Digital</title>
		<link>https://nttnews.net/daerah/manggarai-timur-luncurkan-aplikasi-simantap-dorong-tertib-ruang-dan-investasi-berbasis-digital/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTTNews.Net]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Jul 2025 10:33:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas PUPR]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Manggarai Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[SIMANTAP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nttnews.net/?p=6465</guid>

					<description><![CDATA[<p>BORONG, NTTNEWS.NET &#8211; Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/manggarai-timur-luncurkan-aplikasi-simantap-dorong-tertib-ruang-dan-investasi-berbasis-digital/">Manggarai Timur Luncurkan Aplikasi SIMANTAP, Dorong Tertib Ruang dan Investasi Berbasis Digital</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BORONG, NTTNEWS.NET &#8211;</strong> Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) resmi meluncurkan aplikasi SIMANTAP (Sistem Informasi Pemanfaatan Ruang Terpadu), Jumat, 11 Juli 2025.</p>
<p>Peluncuran ini menjadi langkah konkret dalam mendorong transformasi digital di sektor pelayanan publik, khususnya dalam bidang penataan ruang.</p>
<p>Aplikasi ini dirancang sebagai instrumen utama untuk mewujudkan pembangunan wilayah yang lebih terarah, tertib ruang, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi tata kelola pemerintahan modern.</p>
<p>SIMANTAP merupakan inovasi yang digagas oleh Ferdinandus Mbembok, ST, peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (KPA) Angkatan XVI Provinsi NTT, yang juga menjabat sebagai Plt. Kepala Dinas PUPR Manggarai Timur.</p>
<p>“Peluncuran ini menjadi momentum penting, karena SIMANTAP adalah bagian dari implementasi inovasi perubahan. Aplikasi ini lahir dari kebutuhan akan sistem informasi yang transparan, mudah diakses, dan berbasis data spasial yang akurat,” ungkap Ferdinandus dalam sambutannya.</p>
<p>Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa SIMANTAP dirancang untuk mempermudah akses informasi bagi masyarakat umum, pelaku usaha, hingga pemangku kepentingan terkait tata ruang dan pembangunan daerah.</p>
<p>“Melalui aplikasi ini, pengguna bisa mengetahui secara langsung kesesuaian pemanfaatan ruang, rencana tata ruang wilayah, serta lokasi yang sesuai atau tidak sesuai untuk pembangunan, kegiatan usaha, atau investasi,” jelasnya.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/manggarai-timur-luncurkan-aplikasi-simantap-dorong-tertib-ruang-dan-investasi-berbasis-digital/">Manggarai Timur Luncurkan Aplikasi SIMANTAP, Dorong Tertib Ruang dan Investasi Berbasis Digital</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kades Rana Mbata Dilaporkan ke Bupati Matim, Diduga Selewengkan Dana Desa</title>
		<link>https://nttnews.net/daerah/kades-rana-mbata-dilaporkan-ke-bupati-matim-diduga-selewengkan-dana-desa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTTNews.Net]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2025 01:36:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Dana Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Rana Mbata]]></category>
		<category><![CDATA[Dugaan Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Manggarai Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Kota Komba Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Desa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nttnews.net/?p=6449</guid>

					<description><![CDATA[<p>BORONG, NTTNEWS.NET &#8211; Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Rana Mbata, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/kades-rana-mbata-dilaporkan-ke-bupati-matim-diduga-selewengkan-dana-desa/">Kades Rana Mbata Dilaporkan ke Bupati Matim, Diduga Selewengkan Dana Desa</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>BORONG, NTTNEWS.NET &#8211;</strong> Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Rana Mbata, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Sebastian Abu, bersama sejumlah anggota BPD secara resmi melaporkan Kepala Desa Rana Mbata, Yohanes Bosko Kurniawan, kepada Bupati Manggarai Timur.</p>
<p dir="ltr">Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan Dana Desa dan ketidaksesuaian pelaksanaan sejumlah proyek desa.</p>
<p dir="ltr">Sebastian Abu menjelaskan, laporan itu memuat tujuh poin indikasi penyimpangan yang mereka temukan langsung di lapangan.</p>
<p dir="ltr">Salah satu sorotan utama adalah tidak adanya keterbukaan pemerintah desa terhadap BPD, terutama dalam hal akses terhadap dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB).</p>
<p dir="ltr">&#8220;Setiap kali ada proyek, RAB tidak pernah dibuka dan tidak disampaikan kepada kami. Padahal itu penting sebagai dasar kami dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap program-program di desa,&#8221; ujar Sebastian saat dihubungi <a href="http://NTTNews.net" target="_blank" rel="noopener">NTTNews.net</a>, Selasa (8/7/2025).</p>
<p dir="ltr">Dalam laporan tersebut, BPD menyoroti sejumlah proyek yang diduga fiktif atau tidak sesuai perencanaan. Misalnya, proyek peningkatan jalan di Dusun Nonggu pada tahun anggaran 2022, yang seharusnya ditingkatkan dari rabat beton ke lapen, namun kenyataannya hanya dilakukan rabat ulang di ruas jalan yang sudah pernah dibangun.</p>
<p dir="ltr">Proyek pembangunan jaringan Air Minum Bersih (AMB) di Dusun Nonggu dan Dusun Mbata, yang telah dianggarkan dalam APBDes <a href="tel:20232024">2023–2024</a>, juga dilaporkan tidak terealisasi hingga akhir tahun 2024.</p>
<p dir="ltr">Selain itu, terdapat dugaan penyimpangan lokasi pada proyek penggusuran jalan tani tahun <a href="tel:20242025">2024–2025</a>. Proyek yang seharusnya dilakukan di jalur Jeor–Poren, justru dialihkan ke jalur Golo Wake–Poren tanpa koordinasi dengan BPD maupun masyarakat.</p>
<p dir="ltr">Menanggapi laporan tersebut, Kepala Desa Yohanes Bosko Kurniawan menyatakan kesiapannya untuk memberikan klarifikasi apabila diminta oleh pihak berwenang.</p>
<p dir="ltr">Namun, ia juga menuding balik bahwa ketidaktahuan BPD disebabkan oleh ketidakhadiran mereka dalam kegiatan desa.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Saya siap klarifikasi kapan saja. Tapi laporan itu tidak benar. Mereka (BPD) jarang datang ke kantor dan tidak mengikuti kegiatan, jadi tidak tahu apa-apa soal pembahasan dan pertemuan,&#8221; ujar Yohanes melalui sambungan telepon kepada <a href="http://NTTNews.net" target="_blank" rel="noopener">NTTNews.net</a>, Selasa (8/7/2025).</p>
<p dir="ltr">Kasus ini kini menjadi perhatian publik setempat. Warga berharap pemerintah kabupaten segera menindaklanjuti laporan tersebut secara transparan demi menjamin akuntabilitas pengelolaan Dana Desa. **</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/kades-rana-mbata-dilaporkan-ke-bupati-matim-diduga-selewengkan-dana-desa/">Kades Rana Mbata Dilaporkan ke Bupati Matim, Diduga Selewengkan Dana Desa</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Petinju Muda Forland Rifaldo Disambut Upacara Adat Manggarai Usai Ukir Prestasi Nasional</title>
		<link>https://nttnews.net/daerah/petinju-muda-forland-rifaldo-disambut-upacara-adat-manggarai-usai-ukir-prestasi-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTTNews.Net]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2025 11:19:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Forland Rifaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Manggarai Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Olaraga]]></category>
		<category><![CDATA[Petinju]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nttnews.net/?p=6385</guid>

					<description><![CDATA[<p>BORONG, NTTNEWS.NET &#8211; Sorak sorai dan rasa bangga menyelimuti Desa Lembur, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/petinju-muda-forland-rifaldo-disambut-upacara-adat-manggarai-usai-ukir-prestasi-nasional/">Petinju Muda Forland Rifaldo Disambut Upacara Adat Manggarai Usai Ukir Prestasi Nasional</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BORONG, NTTNEWS.NET &#8211;</strong> Sorak sorai dan rasa bangga menyelimuti Desa Lembur, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Rabu (25/6/2025). Forland Rifaldo, petinju muda berbakat yang mengharumkan nama daerah di kancah nasional, pulang kampung dan disambut secara istimewa dengan upacara adat Manggarai oleh Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Manggarai Timur.</p>
<p>Setibanya di halaman Kantor Bupati, Forland langsung disambut dengan upacara adat pengalungan kain songke—kain khas Manggarai—sebagai bentuk penghormatan dan simbol kebanggaan dari masyarakat atas perjuangannya di arena nasional.</p>
<p>Warga tumpah ruah di lokasi, membawa spanduk bertuliskan ucapan selamat, sementara alunan gong dan gendang mengiringi langkah Forland menuju panggung utama.</p>
<p>Turut hadir dalam penyambutan tersebut Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Sjukur, Ketua DPRD Manggarai Timur Salesius Medi, sejumlah anggota dewan, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, pemuda, serta ratusan warga yang ingin menyaksikan langsung kebanggaan baru mereka.</p>
<p>Dalam sambutannya yang penuh semangat, Wakil Bupati Tarsisius Sjukur menyampaikan apresiasi tinggi atas perjuangan Forland yang telah mengangkat nama Manggarai Timur di tingkat nasional.</p>
<p>“Atas nama pribadi dan pemerintah, saya ucapkan terima kasih kepada Forland atas perjuangannya. Ini bukan hanya kemenangan pribadi, tetapi juga kebanggaan bagi Manggarai Timur di panggung nasional,” ujar Wabup Tarsi disambut tepuk tangan meriah.</p>
<p>Lebih lanjut, Wabup menegaskan bahwa prestasi Forland adalah bukti nyata bahwa anak-anak desa memiliki potensi besar jika diberi ruang dan kesempatan untuk berkembang.</p>
<p>“Forland adalah bukti bahwa anak desa bisa bersinar di pentas nasional. Ia telah membuka jalan dan menjadi inspirasi nyata bagi generasi muda Manggarai Timur,” tegasnya.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/petinju-muda-forland-rifaldo-disambut-upacara-adat-manggarai-usai-ukir-prestasi-nasional/">Petinju Muda Forland Rifaldo Disambut Upacara Adat Manggarai Usai Ukir Prestasi Nasional</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
