<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pengeroyokan &#8211; NTT News</title>
	<atom:link href="https://nttnews.net/tag/pengeroyokan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nttnews.net</link>
	<description>Tajam, Akurat Dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 16 May 2025 08:44:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://nttnews.net/wp-content/uploads/2025/06/cropped-Green-and-Blue-3D-Global-News-Logo_20250612_235312_0000-100x75.png</url>
	<title>Pengeroyokan &#8211; NTT News</title>
	<link>https://nttnews.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Rugha Boto Picu Kekerasan Antar Jurnalis, Polres Matim Lakukan Penelusuran Digital</title>
		<link>https://nttnews.net/daerah/rugha-boto-picu-kekerasan-antar-jurnalis-polres-matim-lakukan-penelusuran-digital/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTTNews.Net]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2025 08:44:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Akun Palsu]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengeroyokan]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Manggarai Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Rugha Boto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nttnews.net/?p=6090</guid>

					<description><![CDATA[<p>BORONG, NTTNEWS.NET &#8211; Kepolisian Resor Manggarai Timur tengah melakukan penyelidikan terhadap sebuah akun Facebook palsu...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/rugha-boto-picu-kekerasan-antar-jurnalis-polres-matim-lakukan-penelusuran-digital/">Rugha Boto Picu Kekerasan Antar Jurnalis, Polres Matim Lakukan Penelusuran Digital</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BORONG, NTTNEWS.NET &#8211;</strong> Kepolisian Resor Manggarai Timur tengah melakukan penyelidikan terhadap sebuah akun Facebook palsu bernama Rugha Boto, yang diduga kuat menyebarkan ujaran kebencian serta mencemarkan nama baik keluarga seorang jurnalis lokal, Andre Kornasen, asal Kecamatan Borong.</p>
<p>Ketegangan bermula pada 31 Maret 2025, ketika akun Rugha Boto mengunggah konten bernada fitnah di grup Facebook Matim Bebas Berpendapat. Unggahan tersebut langsung memicu kemarahan publik lantaran menyerang secara pribadi Andre dan keluarganya.</p>
<p>Merasa difitnah, Andre mencurigai seorang rekan seprofesinya berinisial FJ sebagai dalang di balik akun tersebut. Perseteruan pun semakin memanas ketika Andre bersama saudaranya mendatangi tempat kos milik Firman Jaya, seorang jurnalis lain yang juga ikut dicurigai. Insiden tersebut berujung pada bentrokan fisik yang menyebabkan Firman mengalami luka di bagian wajah.</p>
<p>Kendati insiden telah diselesaikan secara damai melalui jalur mediasi, perhatian publik kini terpusat pada identitas sosok misterius di balik akun Rugha Boto.</p>
<p>AKP Ahmad Zacky Shodri, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Manggarai Timur, menyampaikan bahwa pihaknya masih mendalami kasus ini dan tengah menelusuri jejak digital pelaku.</p>
<p>“Kami tengah melakukan pemetaan serta penelusuran digital untuk mengungkap siapa pemilik akun tersebut,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat pagi (16/5/2025).</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/rugha-boto-picu-kekerasan-antar-jurnalis-polres-matim-lakukan-penelusuran-digital/">Rugha Boto Picu Kekerasan Antar Jurnalis, Polres Matim Lakukan Penelusuran Digital</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kasus Pengeroyokan di Ngada 4 Orang Ditetapkan TSK, 3 Ditahan di Rutan Mapolres Ngada</title>
		<link>https://nttnews.net/daerah/kasus-pengeroyokan-di-ngada-4-orang-ditetapkan-tsk-3-ditahan-di-rutan-mapolres-ngada/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTTNews.Net]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jan 2025 05:51:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolsek Soa]]></category>
		<category><![CDATA[Leo Marpaung]]></category>
		<category><![CDATA[Pengeroyokan]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Ngada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nttnews.net/?p=5044</guid>

					<description><![CDATA[<p>NGADA, NTTNEWS.NET &#8211; Kasus tindak pidana pengeroyokan yang terjadi pada Rabu, 25 Desember 2024, di Jln...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/kasus-pengeroyokan-di-ngada-4-orang-ditetapkan-tsk-3-ditahan-di-rutan-mapolres-ngada/">Kasus Pengeroyokan di Ngada 4 Orang Ditetapkan TSK, 3 Ditahan di Rutan Mapolres Ngada</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGADA, NTTNEWS.NET &#8211;</strong> Kasus tindak pidana pengeroyokan yang terjadi pada Rabu, 25 Desember 2024, di Jln Soa-Lindi, tepatnya di Dusun Mawu, Desa Watukapu, Kecamatan Bajawa Utara, Kabupaten Ngada, NTT, kini telah mencapai babak baru.</p>
<p>Sebanyak empat orang ditetapkan sebagai tersangka, dengan tiga di antaranya telah ditahan di Rutan Mapolres Ngada.</p>
<p>Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Kasi Humas Polres Ngada, AKP Sukandar, melalui pesan WhatsApp pada Selasa (28/1/2025).</p>
<p>&#8220;Penyidik telah melakukan Gelar Perkara Penetapan Tersangka pada Kamis, 23 Januari 2025. Berdasarkan hasil gelar perkara tersebut, ditetapkan empat orang sebagai tersangka. Tiga tersangka telah ditangkap dan ditahan di Rutan Mapolres Ngada, sementara satu orang lainnya tidak ditahan,&#8221; ujar AKP Sukandar.</p>
<p>Menurut AKP Sukandar, tersangka yang tidak ditahan adalah seorang ibu berinisial LN.</p>
<p>&#8220;Kami tidak menahan LN dengan mempertimbangkan faktor subjektif dan objektif penyidik. Sebagai gantinya, LN dikenakan wajib lapor setiap hari di Mapolsek Soa,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Selain itu, pihak kepolisian juga telah menyita sejumlah barang bukti yang terkait dengan kasus tersebut.</p>
<p>&#8220;Barang bukti yang telah kami amankan meliputi satu unit mobil pick-up dan pakaian korban. Barang bukti tersebut akan diserahkan kepada Sat Tahti Res Ngada untuk diproses lebih lanjut,&#8221; tambah Sukandar.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/kasus-pengeroyokan-di-ngada-4-orang-ditetapkan-tsk-3-ditahan-di-rutan-mapolres-ngada/">Kasus Pengeroyokan di Ngada 4 Orang Ditetapkan TSK, 3 Ditahan di Rutan Mapolres Ngada</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
