Menurutnya, bercocok tanam atau beternak dalam jumlah kecil hanya sekadar hiasan pekarangan. Hal itu belum cukup membuat petani atau keluarga di Manggarai benar-benar merdeka—merdeka untuk mengirim anak ke perguruan tinggi, menikmati makanan sehat setiap hari, hingga memiliki rumah layak huni.
Karena itu, Lexy menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah melalui Dinas Pertanian untuk benar-benar memikirkan nasib petani di Manggarai.
“Dinas pertanian harus bekerja keras agar pertanian menjadi primadona. Dinas ini harus membuat orang bangga menjadi petani, tahu persis kebutuhan petani, dan hadir bersama mereka. Jangan biarkan petani berjalan sendiri. Petani harus dibuat merdeka karena kebutuhannya terpenuhi dengan dukungan pemerintah,” ujarnya penuh harap.
Dengan retorika khasnya, Lexy lalu melemparkan pertanyaan, apakah semua itu bisa diwujudkan di Manggarai?
“Jawabannya: bisa. Asal semua pihak bekerja serius, dengan hati, pikiran, dan energi yang diarahkan untuk memerdekakan petani dari kondisi mereka hari ini,” pungkasnya. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









