Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Rumah Warga di Lingko Merot Dibakar, Penjaga Rumah Diancam Massa, Sengketa Lahan Kian Memanas

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
799dd9c0 564b 11f1 ad5e 89605a4868cc 2
Konflik sengketa lahan di kawasan Lingko Merot, perbatasan Menjerite dan Lancang (Waehali), Desa Tanjung Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, kembali memanas. Sebuah rumah milik warga dilaporkan dirusak dan dibakar oleh orang tak dikenal, sementara seorang penjaga rumah lainnya mengaku mendapat ancaman pengusiran dari sekelompok massa. (foto : Dok. Isth).

Rumah milik Alosius Sahabat yang berukuran sekitar 6×8 meter persegi diketahui dalam keadaan kosong saat kejadian karena pemiliknya sedang menghadiri acara keluarga di Kampung Lakaturi.

Alosius Sahabat mengaku mengetahui kejadian itu setelah menerima telepon dari tetangganya pada Jumat pagi sekitar pukul 10.00 WITA.

“Saya ditelepon tetangga bahwa rumah saya sudah dibakar oleh orang yang tidak dikenal. Setelah saya tiba di lokasi, saya lihat rumah sudah dirusak dan dibakar,” ungkap Alosius Sahabat.

Ia menjelaskan, di dalam rumah tersebut terdapat pakaian dan berbagai peralatan dapur yang ikut hangus terbakar. Akibat kejadian itu, korban mengaku mengalami kerugian sekitar Rp27 juta.

Baca Juga :  Istri Korban Pembunuhan oleh Oknum Kopassus Tolak Maaf Terdakwa: “Luka Kami Tidak Akan Pernah Sembuh”

“Saya akan melaporkan kejadian ini ke Polres Manggarai Barat agar diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa konflik yang terjadi diduga kuat dipicu sengketa lahan Lingko Merot yang hingga saat ini belum terselesaikan.

Persoalan tersebut sebelumnya telah ditangani pihak Kecamatan Boleng dan telah dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat untuk mencari solusi penyelesaian.

Namun lambatnya penanganan sengketa disebut-sebut memicu ketegangan di lapangan hingga berujung pada aksi pengrusakan, pembakaran rumah, dan pengancaman.

Situasi di lokasi kini menjadi perhatian aparat keamanan. Tidak menutup kemungkinan akan terjadi saling lapor maupun aksi lanjutan akibat polemik sengketa lahan tersebut.

Baca Juga :  NasDem Kepung Basis Pesisir Manggarai Barat Jelang Pileg 2029, Ketua DPW Sampaikan Hal ini!

Bahkan terdapat kekhawatiran adanya upaya paksa pembongkaran rumah milik Ardi Dahim maupun pengusiran terhadap Agustinus Rabun sebagai penjaga rumah.

Menyikapi situasi tersebut, Unit Intelmob bersama Unit Intel Polsek Komodo dan intel kodim 1630/Manggarai Barat disebut telah melakukan deteksi dini dan penggalangan informasi terkait kejadian yang terjadi di Lingko Merot.

Selain itu, aparat juga telah berkoordinasi dengan Unit Intel Polres Manggarai Barat serta Unit Intel Kodim 1630/Manggarai Barat guna mengantisipasi potensi konflik lanjutan dan menjaga situasi keamanan tetap kondusif. **

  • Bagikan