LABUAN BAJO | NTTNEWS.NET – Keselamatan pelayaran wisata bahari di Labuan Bajo kembali menjadi perhatian serius berbagai pihak. Di tengah pesatnya pertumbuhan sektor pariwisata laut di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), para pelaku wisata, regulator, akademisi, hingga operator kapal duduk bersama membahas langkah konkret memperkuat budaya keselamatan di laut.
Hal itu terlihat dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Lokakarya Keselamatan Pelayaran Wisata Bahari yang digelar di Labuan Bajo pada Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur penting, mulai dari KSOP Labuan Bajo, Basarnas, Porlasi, akademisi dari ITS Surabaya, travel agent, tour operator, pelaku hospitality, hingga stakeholder pariwisata lainnya.
Salah satu pelaku wisata yang hadir dalam kegiatan tersebut, Matheus Siagian, menegaskan bahwa keselamatan laut tidak boleh dipandang sebagai tanggung jawab satu pihak semata, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen yang terlibat dalam industri wisata bahari.
“Keselamatan laut adalah tanggung jawab bersama. Hari ini saya menghadiri FGD dan Lokakarya Keselamatan Pelayaran Wisata Bahari di Labuan Bajo bersama KSOP, Basarnas, Porlasi, akademisi dari ITS Surabaya, travel agent, tour operator, pelaku hospitality, dan berbagai stakeholder pariwisata lainnya,” ujar Matheus Siagian.
Menurutnya, pertumbuhan wisata bahari di Labuan Bajo yang berkembang sangat cepat harus diimbangi dengan peningkatan standar keselamatan yang lebih ketat dan profesional. Ia menilai jumlah kapal wisata yang terus bertambah setiap tahun menjadi tantangan serius yang tidak boleh diabaikan.
“Dengan pertumbuhan wisata bahari Labuan Bajo yang sangat cepat, keselamatan di laut harus menjadi prioritas utama. Jumlah kapal wisata terus meningkat setiap tahun, dan itu berarti standar keselamatan juga harus naik lebih tinggi lagi,” tegasnya.
Dalam forum diskusi tersebut, para peserta membahas berbagai persoalan mendasar yang selama ini masih menjadi pekerjaan rumah dalam sektor pelayaran wisata. Mulai dari aspek kelayakan kapal, kesiapan awak kapal, koordinasi antarinstansi, hingga pemahaman pelaku wisata terhadap kondisi di lapangan.
Matheus mengungkapkan, dari hasil diskusi dan lokakarya tersebut, sejumlah langkah strategis berhasil disepakati bersama demi memperkuat sistem keselamatan wisata bahari di Labuan Bajo.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









