Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Rumah Warga di Lingko Merot Dibakar, Penjaga Rumah Diancam Massa, Sengketa Lahan Kian Memanas

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
799dd9c0 564b 11f1 ad5e 89605a4868cc 2
Konflik sengketa lahan di kawasan Lingko Merot, perbatasan Menjerite dan Lancang (Waehali), Desa Tanjung Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, kembali memanas. Sebuah rumah milik warga dilaporkan dirusak dan dibakar oleh orang tak dikenal, sementara seorang penjaga rumah lainnya mengaku mendapat ancaman pengusiran dari sekelompok massa. (foto : Dok. Isth).

LABUAN BAJO | NTTNEWS.NET – Konflik sengketa lahan di kawasan Lingko Merot, perbatasan Menjerite dan Lancang (Waehali), Desa Tanjung Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, kembali memanas. Sebuah rumah milik warga dilaporkan dirusak dan dibakar oleh orang tak dikenal, sementara seorang penjaga rumah lainnya mengaku mendapat ancaman pengusiran dari sekelompok massa.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (22/5/2026) dan diduga berkaitan erat dengan polemik sengketa tanah ulayat yang hingga kini belum menemukan titik penyelesaian.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, rumah milik Alosius Sahabat yang berada di Lingko Merot mengalami kerusakan berat setelah dibakar oleh pihak yang belum diketahui identitasnya.

Selain itu, penjaga rumah milik Ardi Dahim, yakni Agustinus Rabun, juga mengaku mendapat intimidasi dan ancaman dari seseorang bernama Teo Makung.

Baca Juga :  Polres Manggarai Barat Beri Dukungan Moril untuk Nelayan Papagarang yang Selamat dari Musibah Laut

Agustinus Rabun menjelaskan, ancaman itu terjadi pada Kamis malam (21/5/2026) sekitar pukul 19.00 WITA saat dirinya sedang menjaga rumah milik Ardi Dahim.

“Kamu harus pulang malam ini dan kalau kau tidak pulang besok massa akan datang untuk mengusir,” ujar Agustinus Rabun menirukan ancaman yang disampaikan Teo Makung.

Menurut Agustinus, Teo Makung juga menegaskan bahwa tanah di kawasan tersebut merupakan tanah ulayat milik warga Mbehal. Namun dirinya mengaku hanya bekerja sebagai penjaga rumah dan membersihkan halaman.

“Saya hanya penjaga yang dibayar harian untuk bekerja di rumah itu,” kata Agustinus Rabun.

Baca Juga :  BBM Subsidi Diselundupkan ke Bima, Sat Polairud Mabar Bongkar Modus Licin Mafia Minyak Tanah

Sementara itu, pemilik rumah Ardi Dahim menegaskan bahwa rumah yang dibangun di Lingko Merot berdiri di atas tanah miliknya sendiri.

Ia mengaku terkejut setelah mengetahui rumah tetangganya milik Alosius Sahabat telah dirusak dan dibakar.

“Rumah itu saya bangun di atas tanah saya sendiri. Saudara Agus Rabun saya minta menjaga rumah dan membersihkan halaman sekitar,” ujar Ardi Dahim.

Ia menduga aksi pembakaran rumah tetangganya dilakukan oleh pihak tertentu yang berkaitan dengan kelompok yang mengklaim lahan tersebut sebagai tanah ulayat.

  • Bagikan