<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Daerah &#8211; NTT News</title>
	<atom:link href="https://nttnews.net/category/daerah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nttnews.net</link>
	<description>Tajam, Akurat Dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Mon, 31 Aug 2026 11:34:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://nttnews.net/wp-content/uploads/2025/06/cropped-Green-and-Blue-3D-Global-News-Logo_20250612_235312_0000-100x75.png</url>
	<title>Daerah &#8211; NTT News</title>
	<link>https://nttnews.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Brigjen Pol Awi Setiyono Salurkan 500 Paket Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Kabupaten Manggarai</title>
		<link>https://nttnews.net/daerah/brigjen-pol-awi-setiyono-salurkan-500-paket-bantuan-untuk-korban-gempa-flores-di-kabupaten-manggarai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTTNews.Net]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2026 11:34:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Gempa Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Manggarai]]></category>
		<category><![CDATA[Paket Sembako]]></category>
		<category><![CDATA[Polri Peduli!]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nttnews.net/?p=9387</guid>

					<description><![CDATA[<p>RUTENG, NTTNEWS.NET &#8211; Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam kembali ditunjukkan melalui aksi kemanusiaan....</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/brigjen-pol-awi-setiyono-salurkan-500-paket-bantuan-untuk-korban-gempa-flores-di-kabupaten-manggarai/">Brigjen Pol Awi Setiyono Salurkan 500 Paket Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Kabupaten Manggarai</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RUTENG, NTTNEWS.NET &#8211;</strong> Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam kembali ditunjukkan melalui aksi kemanusiaan. Brigjen Pol Awi Setiyono, S.I.K., M.Hum., Wakapolda Sulawesi Utara, menyalurkan bantuan bagi warga korban Gempa Flores, khususnya masyarakat terdampak di Desa Kakor dan Desa Bea Kakor, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai.</p>
<p>Bantuan tersebut menjadi bentuk nyata solidaritas dan kepedulian terhadap warga yang tengah menghadapi masa sulit pascabencana. Sebanyak 500 paket bantuan disalurkan dan didistribusikan di 10 titik yang tersebar di Desa Kakor dan Desa Bea Kakor.</p>
<p>Setiap paket bantuan berisi kebutuhan pokok masyarakat, di antaranya beras, telur, mi instan, dan susu. Bantuan tersebut disalurkan melalui KOMPAK Community, sebuah komunitas pemuda yang berbasis di Desa Kakor, bekerja sama dengan pemerintah desa setempat.</p>
<p>Kegiatan distribusi berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan. Warga yang terdampak gempa terlihat antusias mendatangi sejumlah titik pembagian bantuan. Selain menerima bantuan kebutuhan pokok, masyarakat juga mendapatkan dukungan lain yang sangat dibutuhkan dalam kondisi darurat.</p>
<p>Koordinator KOMPAK Community, Jefri Moa, menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa paket sembako. Pihaknya juga menyediakan sejumlah perlengkapan pendukung untuk membantu warga menghadapi kondisi pascabencana.</p>
<p>“Selain paket bantuan di atas, kami juga membagikan terpal untuk tenda darurat bagi warga yang rumahnya rusak berat. Terpal juga disiapkan untuk tenda darurat di sekolah. Selain itu, ada Profi Tank atau tangki air di rumah adat untuk menampung air yang nantinya dapat digunakan bersama oleh warga ketika pasokan air mengalami kekurangan selama masa darurat ini,” ujar Jefri Moa.</p>
<p>Menurut Jefri, kebutuhan air menjadi salah satu persoalan yang harus mendapatkan perhatian, terlebih masyarakat juga tengah menghadapi kondisi musim kemarau. Karena itu, penyediaan tangki air di rumah adat diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air secara bersama-sama.</p>
<p>“Di tengah situasi bencana seperti ini, kebutuhan masyarakat bukan hanya makanan, tetapi juga air bersih, tempat berlindung dan kebutuhan dasar lainnya. Karena itu, kami berupaya agar bantuan yang disalurkan benar-benar menyentuh kebutuhan warga terdampak,” katanya.</p>
<p>Tidak hanya memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok, relawan KOMPAK Community juga berusaha menghadirkan suasana yang lebih ceria bagi anak-anak di tengah situasi pascabencana.</p>
<p>Dalam proses distribusi, anak-anak mendapatkan snack serta hiburan. Relawan terlihat berinteraksi dan memberikan semangat kepada mereka sehingga suasana pembagian bantuan tidak hanya berlangsung serius, tetapi juga menghadirkan keceriaan bagi anak-anak.</p>
<p>Langkah tersebut menjadi bagian dari kepedulian kemanusiaan, sebab anak-anak juga menjadi kelompok yang membutuhkan perhatian dan dukungan moril setelah mengalami situasi bencana.</p>
<p>Kehadiran bantuan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Heri, salah seorang warga Desa Bea Kakor, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak.</p>
<p>“Kami ucapkan terima kasih banyak atas bantuannya. Ini sangat berharga bagi kami dalam situasi bencana gempa ini. Semoga Bapak Jenderal Polisi sehat dan diberkati Tuhan selalu atas kebaikan hatinya,” ujar Heri.</p>
<p>Ungkapan serupa disampaikan Yan, warga Desa Kakor. Ia mengaku sangat senang karena masyarakat mendapat perhatian dari para donatur dan relawan di tengah kondisi sulit yang mereka alami.</p>
<p>“Kami sangat puas dan senang dengan bantuan ini. Perhatian dan kepedulian para donatur dan para relawan begitu berarti bagi kami. Ini menguatkan kami dalam situasi bencana ini. Sampaikan salam dan terima kasih kami kepada Bapak Jenderal. Terima kasih, terima kasih,” ujar Yan dengan penuh antusias.</p>
<p>Sementara itu, bantuan tangki air yang ditempatkan di rumah adat juga mendapat apresiasi dari masyarakat adat.</p>
<p>Robert, Tetua Adat Gendang Lait-Kakor, mengatakan tangki air tersebut sangat dibutuhkan masyarakat, terutama karena saat ini warga menghadapi musim kemarau sekaligus kondisi darurat pascagempa.</p>
<p>“Kami sangat berterima kasih atas bantuan Profi Tank ini. Di tengah musim kemarau dan situasi bencana ini, tangki air ini sangat kami perlukan untuk menampung air dan dipakai bersama. Terima kasih banyak Bapak Jenderal dan Pak Edu Manto yang sudah memperhatikan kami,” ujar Robert.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/brigjen-pol-awi-setiyono-salurkan-500-paket-bantuan-untuk-korban-gempa-flores-di-kabupaten-manggarai/">Brigjen Pol Awi Setiyono Salurkan 500 Paket Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Kabupaten Manggarai</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>14 Hari di Tengah Bencana Flores, Kombes Bayu Suseno Ungkap Ketangguhan Warga NTT dan Keindahan Flores</title>
		<link>https://nttnews.net/daerah/14-hari-di-tengah-bencana-flores-kombes-bayu-suseno-ungkap-ketangguhan-warga-ntt-dan-keindahan-flores/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTTNews.Net]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2026 06:37:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Biropenmas]]></category>
		<category><![CDATA[Divisi Humas Mabes Polri]]></category>
		<category><![CDATA[Kombespol Dr. Bayu Suseno]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Manggarai Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nttnews.net/?p=9384</guid>

					<description><![CDATA[<p>LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET &#8211; Pengalaman selama berada di Pulau Flores dalam rangka menjalankan tugas penanganan...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/14-hari-di-tengah-bencana-flores-kombes-bayu-suseno-ungkap-ketangguhan-warga-ntt-dan-keindahan-flores/">14 Hari di Tengah Bencana Flores, Kombes Bayu Suseno Ungkap Ketangguhan Warga NTT dan Keindahan Flores</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET &#8211;</strong> Pengalaman selama berada di Pulau Flores dalam rangka menjalankan tugas penanganan bencana gempa bumi tektonik menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi Kombespol Dr. Bayu Suseno, S.H., S.I.K., M.M., M.H., Anjak Biropenmas Divisi Humas Mabes Polri.</p>
<p>Bayu merupakan salah satu personel yang ditugaskan Mabes Polri untuk mendukung jajaran Polda Nusa Tenggara Timur dalam penanganan bencana gempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah di Pulau Flores.</p>
<p>Selama berada di Flores, Bayu tidak hanya menjalankan tugas kedinasan, tetapi juga menyaksikan secara langsung kondisi masyarakat terdampak bencana, kehidupan para pengungsi, semangat gotong royong, hingga potensi alam dan pariwisata Flores yang menurutnya sangat luar biasa.</p>
<p>Kepada awak media pada Senin (31/8) di Lapangan Mapolres Manggarai barat, Bayu menceritakan awal dirinya mendapat perintah untuk berangkat ke NTT. Saat itu, pada 15 Agustus 2026 sore, dirinya sedang melakukan olahraga.</p>
<p>Di tengah aktivitas tersebut, Bayu mendapat telepon dari pimpinan.</p>
<p>“Terima kasih, saya cerita ya Mbak. Jadi sejarahnya kenapa saya bisa sampai di Flores. Waktu itu tanggal 15 Agustus 2026 sore hari saya sedang olahraga, sedang lari-lari. Ternyata saya mendapat telepon dari Pak Kaditumas,” ujar Bayu.</p>
<p>Saat menerima telepon tersebut, Bayu mengaku belum mengetahui bahwa dirinya akan ditugaskan ke NTT.</p>
<p>“Saya angkat, ‘Siap Jenderal, ada perintah.’ Beliau bertanya hanya satu, ‘Bayu kamu di mana?’ Saya jawab, ‘Siap Jenderal, saya sedang di Depok.’ Beliau bilang, ‘Ah, kamu dekat sama Jakarta. Dua jam kita ketemu di bandara.’ Jadi waktu itu saya tidak tahu ada apa,” tuturnya.</p>
<p>Perintah selanjutnya baru diterima Bayu ketika dirinya menuju bandara.</p>
<p>“Saya diperintahkan untuk ke bandara dan membawa baju terlengkap untuk tujuh hari. Kami berangkatlah ke bandara. Begitu sampai di bandara saya baru tahu kalau ada surat perintah untuk saya berangkat ke NTT, ke Labuan Bajo, karena ada penanganan bencana gempa bumi,” jelasnya.</p>
<p>Setelah mengetahui tugas yang harus dijalankan, Bayu kemudian mendapat informasi mengenai personel yang akan dibawa dalam mendukung kegiatan penanganan bencana tersebut.</p>
<p>Menurutnya, dalam perjalanan tersebut, tim juga melibatkan sejumlah rekan media dari Jakarta untuk membantu peliputan dan penyebarluasan informasi mengenai kondisi bencana di Flores.</p>
<p>“Dari situ akhirnya saya mendapatkan data siapa yang saya bawa. Termasuk juga kita membawa rekan-rekan media dari Jakarta. Ada rekan media dari Metro TV, Kumparan, sama Detik,” katanya.</p>
<p>Bayu bersama tim kemudian berangkat menggunakan pesawat charter Batik Air dan bergabung dengan personel Brimob.</p>
<p>“Di situlah baru kita naik pesawat, bergabung dengan rekan-rekan dari Brimob. Pesawat charter Batik Air waktu itu dini hari. Kami terbang dan sampai di Labuan Bajo,” ungkapnya.</p>
<p>Sesampainya di Labuan Bajo, tim tidak membutuhkan waktu lama untuk beristirahat. Pada hari berikutnya, mereka langsung bergerak menuju wilayah yang menjadi salah satu lokasi terdampak gempa dan menampung banyak pengungsi.</p>
<p>“Kami istirahat sebentar. Hari Seninnya kami sudah bergeser ke Riung. Nah, mulai dari Riung itulah kita mulai melakukan liputan di lokasi tempat penampungan pengungsi,” ujarnya.</p>
<p>Bayu mengaku kondisi para pengungsi pada awal kedatangan masih sangat terbatas. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah tempat penampungan yang dihuni sekitar 1.400 orang.</p>
<p>“Waktu itu pengungsi terbanyak ada sekitar 1.400 orang. Dengan segala keterbatasannya, ada yang tidur di SMP, ada yang di teras, kemudian ada yang membawa terpal dan lain-lain,” katanya.</p>
<p>Keterbatasan juga dirasakan oleh petugas kepolisian yang berada di lapangan. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para personel untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.</p>
<p>“Termasuk kita dari Polri sendiri juga masih sangat terbatas waktu itu. Tetapi semua tetap berusaha memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” tuturnya.</p>
<p>Pada hari berikutnya, tim juga mengikuti kegiatan kunjungan langsung atau on the spot bersama pimpinan dan sejumlah pihak terkait untuk melihat kondisi masyarakat terdampak.</p>
<p>“Bapak juga melakukan kunjungan langsung on the spot dengan mengajak dari komisi dan rekan-rekan lainnya. Sehingga setelah itu baru mulai dilengkapi perlengkapannya,” jelas Bayu.</p>
<p>Selama menjalankan tugas, ada sejumlah pengalaman yang paling membekas bagi Bayu. Salah satunya adalah ketangguhan mental masyarakat NTT dalam menghadapi bencana.</p>
<p>Menurutnya, masyarakat tetap berusaha menjalankan kehidupan sehari-hari meskipun berada dalam kondisi yang sulit.</p>
<p>“Pengalaman yang saya rasakan di sini adalah yang pertama saya melihat bahwasanya rekan-rekan masyarakat dari NTT ini luar biasa. Yang pertama terkait dengan ketahanan mentalnya,” ungkapnya.</p>
<p>Ia menilai masyarakat Flores memiliki kemampuan luar biasa untuk bangkit dan tetap menjalankan aktivitas meski baru saja menghadapi bencana.</p>
<p>“Dengan adanya bencana, mereka tetap bertahan hidup, tetap melakukan kegiatan-kegiatan. Sehingga kita yang sedang melakukan upaya-upaya untuk trauma healing dan lain-lain ini tidak terlalu berat,” katanya.</p>
<p>Hal tersebut juga terlihat dari anak-anak yang berada di lokasi pengungsian.</p>
<p>“Termasuk adik-adik, anak-anak ini juga dengan gembira. Kita melakukan trauma healing, mereka senang sekali,” tambahnya.</p>
<p>Selain ketangguhan mental, Bayu juga mengaku terkesan dengan keramahan masyarakat Flores.</p>
<p>“Kemudian yang kedua saya lihat juga masyarakat di sini sangat ramah. Kami yang dari Jakarta, jauh-jauh dari sana, senang sekali melihat anggota juga disambut dengan bercanda dan lain-lain,” ujarnya.</p>
<p>Hal lain yang menurut Bayu sangat menonjol adalah semangat gotong royong.</p>
<p>Ia menceritakan bagaimana masyarakat membantu proses distribusi bantuan di tengah keterbatasan air bersih.</p>
<p>“Kemudian yang ketiga adalah gotong royong. Kita lihat waktu itu di Riung, karena air sangat terbatas. Sementara dekat dengan laut,” katanya.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/14-hari-di-tengah-bencana-flores-kombes-bayu-suseno-ungkap-ketangguhan-warga-ntt-dan-keindahan-flores/">14 Hari di Tengah Bencana Flores, Kombes Bayu Suseno Ungkap Ketangguhan Warga NTT dan Keindahan Flores</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>51 Personel BKO Mabes Polri Dipulangkan Usai 14 Hari Bantu Penanganan Gempa Flores</title>
		<link>https://nttnews.net/daerah/51-personel-bko-mabes-polri-dipulangkan-usai-14-hari-bantu-penanganan-gempa-flores/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTTNews.Net]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2026 06:30:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kabidhumas Polda NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Kombes Pol Henry Novika Chandra]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Manggarai Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nttnews.net/?p=9381</guid>

					<description><![CDATA[<p>LABUAN BAJO &#124; NTTNEWS.NET &#8211; Sebanyak 51 personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) Mabes Polri yang...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/51-personel-bko-mabes-polri-dipulangkan-usai-14-hari-bantu-penanganan-gempa-flores/">51 Personel BKO Mabes Polri Dipulangkan Usai 14 Hari Bantu Penanganan Gempa Flores</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LABUAN BAJO | NTTNEWS.NET &#8211;</strong> Sebanyak 51 personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) Mabes Polri yang diterjunkan untuk membantu penanganan bencana alam gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi dilepas untuk kembali ke Mabes Polri, Senin (31/8/2026).</p>
<p>Apel pelepasan personel BKO tersebut dilaksanakan di halaman Polres Manggarai Barat. Kegiatan itu menjadi bagian dari evaluasi sekaligus penghormatan atas dedikasi personel yang selama kurang lebih 14 hari menjalankan tugas kemanusiaan dalam penanganan dampak gempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah di Pulau Flores.</p>
<p>Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa apel pelepasan tersebut dilakukan setelah para personel menyelesaikan tugas BKO dalam rangka mendukung Operasi Amanusa 2 Penanganan Bencana Alam Gempa Bumi Turangga 2026.</p>
<p>“Selamat siang rekan-rekan media. Jadi pada siang hari ini di halaman Polres Manggarai Barat telah dilaksanakan apel pelepasan BKO Amanusa 2 dalam rangka penanganan bencana alam gempa bumi Turangga 2026,” ujar Henry kepada awak media, Senin (31/8) di Lapangan Mapolres Manggarai Barat.</p>
<p>Menurutnya, apel tersebut dipimpin oleh Wakapolda NTT yang mewakili Kapolda NTT. Dalam kesempatan itu, pimpinan Polda NTT menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh personel BKO yang telah melaksanakan tugas selama berada di wilayah NTT.</p>
<p>“Bapak Kapolda yang diwakili oleh Bapak Wakapolda secara langsung melepas BKO Mabes yang terdiri dari Divisi Humas, Propam, DVI, dan Psikologi,” jelasnya.</p>
<p>Henry mengatakan, kehadiran personel BKO Mabes Polri memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian selama masa tanggap dan penanganan pascabencana gempa bumi di Pulau Flores.</p>
<p>Masing-masing personel memiliki tugas dan fungsi berbeda sesuai bidangnya. Dukungan tersebut mencakup aspek kehumasan, pengawasan dan penegakan disiplin internal, identifikasi korban bencana, hingga pendampingan psikologis bagi masyarakat maupun personel yang terdampak situasi bencana.</p>
<p>“Mereka memiliki tugas masing-masing untuk membantu di dalam penanganan bencana alam gempa yang ada di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur selama 14 hari,” ungkapnya.</p>
<p>Setelah menyelesaikan masa penugasan, sebanyak 51 personel tersebut pada Senin, 31 Agustus 2026, mulai kembali ke Mabes Polri. Kepulangan ini dilakukan setelah seluruh rangkaian tugas yang diberikan selama berada di wilayah NTT dinyatakan selesai.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Kapolda NTT melalui Wakapolda juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh personel yang telah terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut.</p>
<p>“Sekarang tanggal 31 akan kembali ke Mabes Polri. Dalam hal ini Bapak Kapolda menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh petugas BKO, personel BKO, dengan memberikan penghargaan dan juga apresiasi,” kata Henry.</p>
<p>Ia menambahkan, pengalaman selama bertugas menangani bencana gempa bumi di NTT diharapkan menjadi bekal berharga bagi seluruh personel Polri.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/51-personel-bko-mabes-polri-dipulangkan-usai-14-hari-bantu-penanganan-gempa-flores/">51 Personel BKO Mabes Polri Dipulangkan Usai 14 Hari Bantu Penanganan Gempa Flores</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pasca Gempa Flores, Kapolsek Komodo dan Camat Komodo Perkuat Koordinasi Penanganan Warga Terdampak</title>
		<link>https://nttnews.net/daerah/pasca-gempa-flores-kapolsek-komodo-dan-camat-komodo-perkuat-koordinasi-penanganan-warga-terdampak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTTNews.Net]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2026 04:07:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Komodo]]></category>
		<category><![CDATA[Pasca Gempa]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Komodo]]></category>
		<category><![CDATA[Posko Bencana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nttnews.net/?p=9378</guid>

					<description><![CDATA[<p>LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET &#8211; Pasca bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, jajaran Kepolisian Sektor...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/pasca-gempa-flores-kapolsek-komodo-dan-camat-komodo-perkuat-koordinasi-penanganan-warga-terdampak/">Pasca Gempa Flores, Kapolsek Komodo dan Camat Komodo Perkuat Koordinasi Penanganan Warga Terdampak</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET &#8211;</strong> Pasca bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Komodo bersama Pemerintah Kecamatan Komodo terus memperkuat koordinasi dalam rangka memastikan kondisi masyarakat terdampak bencana mendapatkan perhatian dan penanganan yang cepat.</p>
<p>Koordinasi tersebut dilakukan Kapolsek Komodo IPDA Adhar, S.H., bersama Camat Komodo Marianto Martinus Irwandi dan jajaran, bertempat di Posko Bencana Alam Kantor Camat Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (31/8/2026).</p>
<p>Pertemuan ini menjadi bagian penting dalam upaya menyatukan langkah antara kepolisian dan pemerintah kecamatan dalam menghadapi situasi pascabencana, khususnya dalam memantau kondisi masyarakat di wilayah hukum Polsek Komodo dan wilayah Kecamatan Komodo.</p>
<p>Dalam koordinasi tersebut, berbagai hal berkaitan dengan kondisi masyarakat terdampak gempa menjadi perhatian, mulai dari pendataan warga, pemantauan kondisi wilayah, kebutuhan masyarakat, hingga kesiapsiagaan apabila sewaktu-waktu terjadi gempa susulan.</p>
<p>Kapolsek Komodo IPDA Adhar, S.H., menegaskan bahwa jajaran kepolisian akan terus berada di tengah masyarakat untuk membantu menjaga keamanan sekaligus mendukung proses penanganan pascabencana.</p>
<p>“Polsek Komodo bersama pemerintah kecamatan akan terus berkoordinasi untuk memastikan masyarakat terdampak gempa mendapatkan perhatian dan bantuan sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujar IPDA Adhar.</p>
<p>Menurutnya, koordinasi lintas sektor sangat diperlukan dalam situasi kebencanaan. Hal tersebut karena penanganan masyarakat tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama antara kepolisian, pemerintah, tenaga kesehatan, perangkat desa, relawan, serta seluruh elemen masyarakat.</p>
<p>“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas sumbernya. Apabila ada perkembangan terkait situasi kebencanaan, masyarakat dapat berkoordinasi dengan aparat maupun pemerintah setempat,” katanya.</p>
<p>Sementara itu, Camat Komodo Marianto Martinus Irwandi menyampaikan bahwa pemerintah kecamatan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi masyarakat di wilayah Kecamatan Komodo pascagempa.</p>
<p>Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan jajaran kepolisian dan unsur terkait untuk mengetahui kebutuhan masyarakat serta memastikan langkah penanganan dapat dilakukan secara terarah.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/pasca-gempa-flores-kapolsek-komodo-dan-camat-komodo-perkuat-koordinasi-penanganan-warga-terdampak/">Pasca Gempa Flores, Kapolsek Komodo dan Camat Komodo Perkuat Koordinasi Penanganan Warga Terdampak</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>RSUD Komodo Kembali Normal Mulai Senin 31 Agustus, Seluruh Poliklinik Rawat Jalan Dibuka</title>
		<link>https://nttnews.net/daerah/rsud-komodo-kembali-normal-mulai-senin-31-agustus-seluruh-poliklinik-rawat-jalan-dibuka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTTNews.Net]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2026 02:50:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Direktur Rumah Sakit]]></category>
		<category><![CDATA[Normal]]></category>
		<category><![CDATA[Pasca Gempa]]></category>
		<category><![CDATA[Paulus Ndarung]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Komodo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nttnews.net/?p=9375</guid>

					<description><![CDATA[<p>LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET &#8211; Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo Kabupaten Manggarai Barat kembali membuka...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/rsud-komodo-kembali-normal-mulai-senin-31-agustus-seluruh-poliklinik-rawat-jalan-dibuka/">RSUD Komodo Kembali Normal Mulai Senin 31 Agustus, Seluruh Poliklinik Rawat Jalan Dibuka</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET &#8211;</strong> Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo Kabupaten Manggarai Barat kembali membuka seluruh layanan Poliklinik Rawat Jalan dan pendaftaran pasien secara normal mulai Senin, 31 Agustus 2026.</p>
<p>Pengumuman tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Komodo, Paulus Ndarung, menyusul selesainya pemeriksaan keselamatan struktur bangunan serta kelayakan fasilitas rumah sakit pascagempa bumi yang mengguncang wilayah Pulau Flores dan sejumlah daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT).</p>
<p>Kembalinya operasional layanan rawat jalan ini menjadi kabar penting bagi masyarakat Manggarai Barat maupun pasien yang berasal dari luar daerah yang selama masa pemeriksaan fasilitas harus menyesuaikan akses pelayanan kesehatan.</p>
<p>Dalam pengumuman resmi RSUD Komodo, pihak rumah sakit memastikan bahwa mulai Senin, 31 Agustus 2026, seluruh layanan Poliklinik Rawat Jalan dan pendaftaran pasien kembali dibuka dan beroperasi seperti biasa.</p>
<p>“Sehubungan dengan telah selesainya pemeriksaan keselamatan struktur dan kelayakan fasilitas pascagempa bumi, kami menginformasikan kepada seluruh masyarakat dan pasien RSUD Komodo bahwa terhitung mulai Senin, 31 Agustus 2026, seluruh layanan Poliklinik Rawat Jalan dan pendaftaran pasien kembali beroperasi secara normal seperti biasa,” ujar Paulus Ndarung dalam pengumuman tersebut, Minggu (30/8).</p>
<p>Paulus menjelaskan, pembukaan kembali layanan poliklinik dilakukan setelah fasilitas RSUD Komodo melalui pemeriksaan terkait aspek keselamatan dan kelayakan pascagempa.</p>
<p>Dengan selesainya pemeriksaan tersebut, masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan di berbagai poliklinik rawat jalan RSUD Komodo tidak perlu lagi khawatir terkait penghentian sementara layanan.</p>
<p>“Pelayanan Poliklinik Rawat Jalan dan pendaftaran pasien buka kembali mulai Senin, 31 Agustus 2026,” tegasnya.</p>
<p>Selain membuka kembali seluruh layanan rawat jalan, manajemen RSUD Komodo juga memastikan sejumlah layanan penting tetap berjalan selama masa pascagempa. Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) selama 24 jam, Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK), rawat inap, laboratorium, farmasi, serta radiologi tetap beroperasi.</p>
<p>“Untuk layanan darurat IGD 24 jam dan PONEK, Rawat Inap, Laboratorium, Farmasi, serta Radiologi tetap buka dan beroperasi normal,” demikian disampaikan pihak RSUD Komodo.</p>
<p>Kepastian operasional tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus kepastian kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan medis, terutama pasien dengan kondisi darurat, pasien rawat inap, ibu dan bayi yang membutuhkan penanganan kegawatdaruratan, maupun masyarakat yang memerlukan pemeriksaan penunjang dan obat-obatan.</p>
<p>Pembukaan kembali seluruh poliklinik rawat jalan dilakukan setelah pihak rumah sakit memastikan kondisi fasilitas melalui pemeriksaan keselamatan struktur dan kelayakan bangunan pascagempa.</p>
<p>Langkah tersebut merupakan bagian penting dalam memastikan pelayanan kesehatan dapat kembali berjalan tanpa mengabaikan aspek keselamatan pasien, tenaga kesehatan, tenaga pendukung, serta seluruh masyarakat yang beraktivitas di lingkungan RSUD Komodo.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/rsud-komodo-kembali-normal-mulai-senin-31-agustus-seluruh-poliklinik-rawat-jalan-dibuka/">RSUD Komodo Kembali Normal Mulai Senin 31 Agustus, Seluruh Poliklinik Rawat Jalan Dibuka</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kepala UPTD Puskesmas Mano Turun Langsung Layani Korban Gempa, Pantau Warga hingga Salurkan Sembako</title>
		<link>https://nttnews.net/daerah/kepala-uptd-puskesmas-mano-turun-langsung-layani-korban-gempa-pantau-warga-hingga-salurkan-sembako/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTTNews.Net]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2026 01:54:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Gempa Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Manggarai Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Pembagian Sembako]]></category>
		<category><![CDATA[Petugas Medis]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas Mano]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nttnews.net/?p=9372</guid>

					<description><![CDATA[<p>BORONG, NTTNEWS.NET &#8211; Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak gempa bumi di Pulau Flores terus ditunjukkan...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/kepala-uptd-puskesmas-mano-turun-langsung-layani-korban-gempa-pantau-warga-hingga-salurkan-sembako/">Kepala UPTD Puskesmas Mano Turun Langsung Layani Korban Gempa, Pantau Warga hingga Salurkan Sembako</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BORONG, NTTNEWS.NET &#8211;</strong> Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak gempa bumi di Pulau Flores terus ditunjukkan oleh jajaran UPTD Puskesmas Mano, Kabupaten Manggarai Timur. Di tengah kondisi warga yang masih diliputi rasa cemas dan trauma akibat guncangan gempa, Kepala UPTD Puskesmas Mano, Paskalis Jangkar, S.Kep, turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terpantau.</p>
<p>Tidak hanya menjalankan tugas pelayanan kesehatan di fasilitas medis, Paskalis juga aktif mendatangi sejumlah titik pelayanan kesehatan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Mano. Ia memastikan masyarakat yang mengalami luka maupun keluhan kesehatan setelah gempa mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis secara cepat.</p>
<p>Gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores meninggalkan dampak yang cukup berat bagi masyarakat. Selain kerusakan bangunan dan fasilitas umum, sebagian warga mengalami luka-luka dan membutuhkan pelayanan kesehatan. Kondisi tersebut membuat keberadaan tenaga kesehatan di tengah masyarakat menjadi sangat penting, terutama bagi warga yang memilih bertahan di sekitar rumah atau mengungsi ke tempat yang dianggap lebih aman.</p>
<p>Dalam situasi tersebut, Paskalis Jangkar bersama jajaran tenaga kesehatan Puskesmas Mano terus bergerak memberikan pelayanan kepada warga terdampak. Pelayanan kesehatan dilakukan melalui posko-posko kesehatan, termasuk di sejumlah Pustu yang berada di wilayah kerja Puskesmas Mano.</p>
<p>Paskalis tidak hanya memantau pelayanan, tetapi juga melihat langsung kondisi warga yang membutuhkan pertolongan. Warga yang mengalami luka akibat gempa mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan sesuai kondisi masing-masing.</p>
<p>“Kami terus turun langsung memantau kondisi masyarakat, terutama warga yang mengalami luka akibat gempa. Kami memastikan mereka mendapatkan pelayanan dan pengobatan yang dibutuhkan di posko-posko kesehatan yang ada di wilayah kerja Puskesmas Mano,” ujar Paskalis Jangkar, Minggu (30/8/2026).</p>
<p>Menurutnya, dalam kondisi pascabencana, pelayanan kesehatan tidak boleh berhenti hanya karena masyarakat berada di luar fasilitas kesehatan. Justru, tenaga kesehatan harus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama mereka yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan akibat kondisi lingkungan maupun kerusakan yang terjadi.</p>
<p>“Dalam situasi seperti ini, masyarakat membutuhkan kehadiran tenaga kesehatan. Karena itu, kami berupaya hadir di tengah-tengah mereka, mendengar keluhan mereka, memeriksa kondisi kesehatan dan memberikan pengobatan apabila ada yang mengalami luka atau gangguan kesehatan,” katanya.</p>
<p>Selain pelayanan medis, UPTD Puskesmas Mano juga menunjukkan kepedulian sosial dengan melakukan pembagian paket sembako kepada masyarakat yang terdampak gempa. Bantuan tersebut diberikan kepada warga yang membutuhkan dan dilayani melalui posko kesehatan Pustu di wilayah kerja Puskesmas Mano.</p>
<p>Bantuan sembako tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit setelah bencana. Sebab, bagi warga terdampak, kebutuhan sehari-hari seperti makanan menjadi salah satu persoalan yang harus segera dipenuhi selain kebutuhan kesehatan dan tempat tinggal.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/kepala-uptd-puskesmas-mano-turun-langsung-layani-korban-gempa-pantau-warga-hingga-salurkan-sembako/">Kepala UPTD Puskesmas Mano Turun Langsung Layani Korban Gempa, Pantau Warga hingga Salurkan Sembako</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ringankan Beban Korban Gempa Hingga Desa Terpencil di Kecamatan Mbeliling, Polri Salurkan Sembako dan Selimut</title>
		<link>https://nttnews.net/daerah/ringankan-beban-korban-gempa-hingga-desa-terpencil-di-kecamatan-mbeliling-polri-salurkan-sembako-dan-selimut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTTNews.Net]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2026 13:33:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Wae Jare]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Mbeliling]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Manggarai Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Sano Nggoang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nttnews.net/?p=9367</guid>

					<description><![CDATA[<p>LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET &#8211; Kepolisian Republik Indonesia terus menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang terdampak bencana...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/ringankan-beban-korban-gempa-hingga-desa-terpencil-di-kecamatan-mbeliling-polri-salurkan-sembako-dan-selimut/">Ringankan Beban Korban Gempa Hingga Desa Terpencil di Kecamatan Mbeliling, Polri Salurkan Sembako dan Selimut</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET &#8211;</strong> Kepolisian Republik Indonesia terus menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Pulau Flores. Melalui Polsek Sano Nggoang, Polres Manggarai Barat, bantuan kemanusiaan kembali disalurkan kepada warga Desa Wae Jare, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Sabtu (29/8/2026).</p>
<p>Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari respons kemanusiaan Polri terhadap masyarakat yang terdampak gempa bumi Flores. Gempa yang mengguncang wilayah Flores menyebabkan sejumlah masyarakat mengalami dampak, baik terhadap tempat tinggal maupun aktivitas kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Wakapolres Manggarai Barat, Kompol Martinus Pake, S.H., M.H., menjelaskan bahwa bantuan tersebut disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Desa Wae Jare yang terdampak bencana.</p>
<p>“Hari ini kami menyalurkan bantuan dari Kepolisian Republik Indonesia melalui Polsek Sano Nggoang, Polres Manggarai Barat, kepada masyarakat Desa Wae Jare yang terdampak pasca gempa bumi Flores. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana,” ujar Kompol Martinus Pake.</p>
<p>Penyaluran bantuan dilaksanakan pada Sabtu, 29 Agustus 2026, sekitar pukul 17.00 WITA. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 15 kepala keluarga (KK) di Desa Wae Jare.</p>
<p>Adapun bantuan yang disalurkan pada kesempatan tersebut berupa 15 dus mi instan Ekomie dan 10 buah selimut. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan dan perlengkapan untuk beristirahat setelah mengalami dampak gempa.</p>
<p>Kompol Martinus menegaskan, bantuan kemanusiaan tersebut tidak hanya sebatas penyaluran barang, tetapi juga menjadi bentuk kehadiran aparat kepolisian untuk memastikan masyarakat terdampak bencana tidak merasa sendirian dalam menghadapi situasi pascabencana.</p>
<p>“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat. Dalam kondisi seperti ini, kebutuhan dasar warga harus menjadi perhatian bersama. Polri akan terus berupaya hadir dan membantu masyarakat sesuai dengan kemampuan yang ada,” katanya.</p>
<p>Dalam kegiatan penyaluran tersebut, sejumlah personel Polsek Sano Nggoang turut turun langsung ke lapangan. Mereka adalah AIPTU Gufran selaku Wakapolsek, AIPDA As’ari, dan BRIPTU Rocky Maloko.</p>
<p>Bantuan yang disalurkan kepada masyarakat Desa Wae Jare merupakan bagian dari bantuan bencana gempa Flores yang berasal dari Polda Bali dan Polda Metro Jaya. Bantuan tersebut sebelumnya dikeluarkan dari Gudang Aula Kemala Bhayangkari Polres Manggarai Barat untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/ringankan-beban-korban-gempa-hingga-desa-terpencil-di-kecamatan-mbeliling-polri-salurkan-sembako-dan-selimut/">Ringankan Beban Korban Gempa Hingga Desa Terpencil di Kecamatan Mbeliling, Polri Salurkan Sembako dan Selimut</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PKB Bergerak di Tengah Duka Gempa, Hans Rumat Salurkan Bantuan untuk Warga Bea Waek, Endang Apresiasi!</title>
		<link>https://nttnews.net/daerah/pkb-bergerak-di-tengah-duka-gempa-hans-rumat-salurkan-bantuan-untuk-warga-bea-waek-endang-apresiasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTTNews.Net]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2026 12:57:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Anggota DPRD Provinsi]]></category>
		<category><![CDATA[Bidan]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua DPC]]></category>
		<category><![CDATA[Maria Avila Goredy]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Kebangkitan Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Pustu Bea Waek]]></category>
		<category><![CDATA[Yohanes Rumat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nttnews.net/?p=9363</guid>

					<description><![CDATA[<p>BORONG, NTTNEWS.NET &#8211; Di tengah suasana duka dan kepanikan warga akibat gempa bumi yang mengguncang...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/pkb-bergerak-di-tengah-duka-gempa-hans-rumat-salurkan-bantuan-untuk-warga-bea-waek-endang-apresiasi/">PKB Bergerak di Tengah Duka Gempa, Hans Rumat Salurkan Bantuan untuk Warga Bea Waek, Endang Apresiasi!</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BORONG, NTTNEWS.NET &#8211;</strong> Di tengah suasana duka dan kepanikan warga akibat gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores, kepedulian terhadap masyarakat terdampak terus berdatangan. Salah satunya ditunjukkan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Manggarai Timur, Yohanes Rumat, S.E., yang akrab disapa Hans Rumat.</p>
<p>Hans Rumat yang juga merupakan Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) turun langsung membawa bantuan kebutuhan dasar bagi masyarakat Desa Bea Waek, Kecamatan Lambaleda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Jumat (28/8/2026).</p>
<p>Bantuan tersebut diserahkan di Posko Kesehatan Desa Bea Waek yang saat ini menjadi salah satu tempat pelayanan bagi masyarakat terdampak gempa.</p>
<p>Kehadiran Hans Rumat bersama jajaran PKB menjadi bagian dari upaya untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi darurat. Pasalnya, pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, masyarakat masih menghadapi ketakutan akibat gempa susulan yang terjadi hingga beberapa hari setelah gempa utama.</p>
<p>Gempa tersebut berpusat di wilayah sekitar Mbay, Kabupaten Nagekeo, namun guncangannya dirasakan kuat di berbagai wilayah Pulau Flores, termasuk Kabupaten Manggarai Timur. Sejumlah bangunan mengalami kerusakan, sementara masyarakat terpaksa mengurangi aktivitas di dalam rumah karena khawatir terhadap gempa susulan.</p>
<p>Dalam kondisi tersebut, keberadaan posko kesehatan menjadi sangat penting. Selain memberikan pelayanan medis kepada warga yang membutuhkan pertolongan, posko juga menjadi tempat masyarakat mendapatkan informasi serta dukungan di tengah situasi yang penuh ketidakpastian.</p>
<p>Bantuan yang disalurkan Hans Rumat bersama PKB memang tidak dalam jumlah besar. Namun, bagi masyarakat yang sedang berada dalam situasi bencana, kebutuhan sederhana sekalipun memiliki arti penting.</p>
<p>Adapun bantuan yang disalurkan berupa dua papan telur, dua dus mi instan, dua dus air minum, satu dus popok (pampers), serta satu dus pembalut.</p>
<p>Bantuan tersebut diterima langsung oleh petugas kesehatan Bidan Maria Avila Goredy, yang akrab disapa Bidan Endang, bersama rekan-rekan tenaga kesehatan lainnya, termasuk perawat dan bidan yang bertugas di Pustu Bea Waek.</p>
<p>Saat ini, pelayanan kesehatan di wilayah tersebut dilakukan melalui posko kesehatan darurat menggunakan tenda yang didirikan secara mandiri oleh para petugas kesehatan bersama masyarakat.</p>
<p>Kondisi tersebut menggambarkan bagaimana tenaga kesehatan tetap berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat meskipun fasilitas dan kondisi kerja mereka masih terbatas akibat bencana.</p>
<p>Hans Rumat mengatakan, PKB berkomitmen untuk terus bergerak membantu masyarakat yang terdampak bencana di Kabupaten Manggarai Timur. Menurutnya, dalam situasi seperti ini, sekecil apa pun bantuan yang diberikan tetap memiliki nilai kemanusiaan bagi warga yang membutuhkan.</p>
<p>“PKB bergerak terus dan terus bergerak di Kabupaten Manggarai Timur. Hari ini kami hadir untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak gempa. Memang bantuan yang kami bawa jumlahnya tidak seberapa, tetapi kami berharap bisa membantu meringankan kebutuhan masyarakat,” ujar Hans Rumat.</p>
<p>Ia menegaskan, kehadiran dirinya bersama PKB bukan semata-mata untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat setelah bencana.</p>
<p>Menurutnya, masyarakat tidak boleh dibiarkan menghadapi situasi sulit sendirian. Pemerintah, lembaga politik, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen masyarakat harus bergandengan tangan untuk membantu warga yang terdampak.</p>
<p>“Yang paling penting bagi kami adalah bagaimana masyarakat merasa tidak sendiri menghadapi bencana ini. Kami datang untuk melihat langsung keadaan mereka dan memberikan apa yang kami bisa. Walaupun sederhana, semoga bantuan ini bermanfaat,” katanya.</p>
<p>Hans Rumat juga mengingatkan agar masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Ia berharap masyarakat mengikuti arahan petugas dan tidak memaksakan diri kembali ke bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/pkb-bergerak-di-tengah-duka-gempa-hans-rumat-salurkan-bantuan-untuk-warga-bea-waek-endang-apresiasi/">PKB Bergerak di Tengah Duka Gempa, Hans Rumat Salurkan Bantuan untuk Warga Bea Waek, Endang Apresiasi!</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polres Ngada Tegaskan Kasus Ermelinda Dhone P-21, Tuduhan Pengeroyokan dan Pencurian Tak Terbukti</title>
		<link>https://nttnews.net/daerah/polres-ngada-tegaskan-kasus-ermelinda-dhone-p-21-tuduhan-pengeroyokan-dan-pencurian-tak-terbukti/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTTNews.Net]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2026 07:47:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[IPTU Anselmus Leza]]></category>
		<category><![CDATA[Kasat Reskrim]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Ngada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nttnews.net/?p=9358</guid>

					<description><![CDATA[<p>BAJAWA, NTTNEWS.NET &#8211; Polres Ngada menegaskan bahwa penanganan perkara dugaan pencemaran nama baik melalui media...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/polres-ngada-tegaskan-kasus-ermelinda-dhone-p-21-tuduhan-pengeroyokan-dan-pencurian-tak-terbukti/">Polres Ngada Tegaskan Kasus Ermelinda Dhone P-21, Tuduhan Pengeroyokan dan Pencurian Tak Terbukti</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BAJAWA, NTTNEWS.NET &#8211;</strong> Polres Ngada menegaskan bahwa penanganan perkara dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial yang dilaporkan oleh Ermelinda Dhone telah berjalan sesuai prosedur hukum. Setelah melalui proses penyelidikan dan penyidikan yang berlangsung secara bertahap, perkara tersebut kini memasuki babak baru setelah Kejaksaan Negeri Ngada menyatakan berkas perkara lengkap atau P-21 pada 26 Agustus 2026.</p>
<p>Polisi menegaskan, proses hukum dalam perkara tersebut tidak dilakukan secara tergesa-gesa. Penyidik melakukan pendalaman terhadap rangkaian peristiwa, memeriksa pihak-pihak terkait, serta mencermati alat bukti dan fakta yang ditemukan selama proses penyelidikan maupun penyidikan.</p>
<p>Perkara ini bermula dari sebuah unggahan di media sosial Facebook pada 24 Mei 2025. Dalam unggahan akun Facebook Karolina Lede, disebutkan tuduhan bahwa Ermelinda Dhone bersama sejumlah rekannya telah melakukan pengeroyokan terhadap Karolina Bhoki Lede serta mengambil telepon seluler miliknya.</p>
<p>Tuduhan tersebut kemudian menjadi persoalan hukum setelah Ermelinda Dhone merasa keberatan dan melaporkannya ke Polres Ngada.</p>
<p>Namun, berdasarkan hasil penyidikan yang disampaikan Polres Ngada, rangkaian kejadian sebenarnya bermula dari sebuah kesalahpahaman antara kedua pihak.</p>
<p>Peristiwa awal terjadi pada 4 Mei 2025. Saat itu, Ermelinda Dhone bersama rekannya, Santi Langa, mendatangi rumah seorang nasabah di wilayah Kabupaten Manggarai Timur untuk mengurus keperluan kredit.</p>
<p>Ketika berada di rumah tersebut, Karolina Lede datang dan mengambil foto Ermelinda Dhone bersama Santi Langa yang berada di dalam rumah. Selain itu, dua orang rekan laki-laki Ermelinda yang berada di luar rumah juga turut dipotret.</p>
<p>Foto-foto tersebut kemudian diunggah ke media sosial disertai keterangan yang, menurut Ermelinda Dhone, memberikan kesan bahwa dirinya bersama rekan-rekannya telah membuat keributan di rumah nasabah.</p>
<p>Persoalan kemudian berlanjut setelah Ermelinda dan rekan-rekannya meninggalkan lokasi.</p>
<p>Mereka kembali bertemu dengan Karolina Lede di sebuah kios yang berada di pinggir jalan. Pertemuan tersebut berubah menjadi perdebatan setelah Santi Langa mempertanyakan unggahan foto dan keterangan yang sebelumnya dibuat.</p>
<p>Dalam situasi tersebut, Karolina Lede diketahui merekam kejadian menggunakan telepon selulernya.</p>
<p>Menurut hasil penyidikan, Ermelinda kemudian berupaya menghentikan perekaman tersebut. Situasi berkembang menjadi keributan hingga telepon seluler milik Karolina Lede sempat diambil oleh Ermelinda.</p>
<p>Namun, polisi menegaskan bahwa berdasarkan hasil penyidikan, tindakan tersebut tidak ditemukan sebagai perbuatan pencurian sebagaimana yang kemudian dituduhkan melalui media sosial.</p>
<p>Usai kejadian tersebut, kedua belah pihak mendatangi Polres Manggarai Timur untuk menyelesaikan persoalan melalui jalur mediasi.</p>
<p>Upaya penyelesaian tersebut kemudian menghasilkan sebuah surat pernyataan tertanggal 4 Mei 2025.</p>
<p>Namun, persoalan belum sepenuhnya berhenti.</p>
<p>Karolina Lede kemudian kembali membuat laporan resmi terkait dugaan penganiayaan atau pengeroyokan. Dalam proses penyidikan yang dilakukan Polres Manggarai Timur, penyidik menemukan fakta mengenai adanya tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh Santi Langa terhadap Karolina Lede.</p>
<p>Fakta tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian perkara yang kemudian berkembang hingga ke Polres Ngada.</p>
<p>Persoalan kembali memanas setelah pada 24 Mei 2025 muncul unggahan melalui akun Facebook Karolina Lede yang kembali menuduh Ermelinda Dhone melakukan pengeroyokan dan mengambil telepon seluler.</p>
<p>Merasa nama baiknya tercemar akibat tuduhan tersebut, Ermelinda Dhone kemudian membuat laporan resmi di Polres Ngada pada 25 Mei 2025.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/polres-ngada-tegaskan-kasus-ermelinda-dhone-p-21-tuduhan-pengeroyokan-dan-pencurian-tak-terbukti/">Polres Ngada Tegaskan Kasus Ermelinda Dhone P-21, Tuduhan Pengeroyokan dan Pencurian Tak Terbukti</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kasus Dugaan Pencurian HP di Manggarai Timur Berujung Laporan Balik, Karolina Pertanyakan Penetapan Tersangka</title>
		<link>https://nttnews.net/daerah/kasus-dugaan-pencurian-hp-di-manggarai-timur-berujung-laporan-balik-karolina-pertanyakan-penetapan-tersangka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTTNews.Net]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Aug 2026 12:40:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Karolina Bhoki Lede]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Pencurian]]></category>
		<category><![CDATA[Pengeroyokan]]></category>
		<category><![CDATA[Perampasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nttnews.net/?p=9355</guid>

					<description><![CDATA[<p>LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET &#8211; Kasus dugaan pencurian telepon seluler (HP) yang dilaporkan oleh Karolina Bhoki...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/kasus-dugaan-pencurian-hp-di-manggarai-timur-berujung-laporan-balik-karolina-pertanyakan-penetapan-tersangka/">Kasus Dugaan Pencurian HP di Manggarai Timur Berujung Laporan Balik, Karolina Pertanyakan Penetapan Tersangka</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET &#8211;</strong> Kasus dugaan pencurian telepon seluler (HP) yang dilaporkan oleh Karolina Bhoki Lede, warga asal Borani, Kabupaten Ngada, di Polres Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), memasuki babak panjang dan menimbulkan sejumlah pertanyaan dari pihak pelapor.</p>
<p>Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan pengeroyokan sekaligus perampasan HP yang menurut Karolina terjadi pada 4 Mei 2025 di wilayah Kabupaten Manggarai Timur. Dalam perkara tersebut, Karolina melaporkan dua orang berinisial ED dan SL. Laporan itu tercatat dalam Surat Tanda Terima Laporan Nomor: STPL/81/V/2025/SPKT/POLRES MANGGARAI TIMUR/POLDA NTT.</p>
<p>Setelah melalui proses penyelidikan dan penyidikan, Polres Manggarai Timur kemudian menetapkan SL sebagai tersangka. Namun, keputusan tersebut justru memunculkan tanda tanya bagi Karolina. Ia mempertanyakan alasan ED, yang menurut keterangannya memiliki peran dalam peristiwa tersebut, belum ditetapkan sebagai tersangka.</p>
<p>Karolina mengaku tidak memahami mengapa hanya SL yang ditetapkan sebagai tersangka, sementara dirinya meyakini ED juga memiliki keterlibatan dalam peristiwa yang dilaporkannya.</p>
<p>“Saya mempertanyakan kepada Polres Manggarai Timur, mengapa ED tidak ditetapkan sebagai tersangka? Karena menurut saya, pada saat kejadian ED merupakan salah satu orang yang terlibat langsung dalam peristiwa tersebut,” ujar Karolina, kepada awak media saat konfrensi pada Jumat (28/8/2026).</p>
<p>Menurut Karolina, persoalan tersebut tidak berhenti pada laporan dugaan pencurian HP. Perkara kemudian berkembang menjadi saling lapor antara dirinya dengan salah satu pihak yang dilaporkannya.</p>
<p>Karolina mengungkapkan, sebelum membuat laporan di Polres Manggarai Timur, dirinya sempat berupaya melaporkan perkara tersebut di Polres Ngada. Namun, menurut pengakuannya, laporan yang hendak dibuatnya tidak diterima.</p>
<p>“Laporan saya sebelumnya di Polres Ngada ditolak. Karena itu saya kemudian melakukan observasi di Polres Manggarai Timur terkait pencemaran nama baik saya yang dilakukan oleh ED dan laporan diterima.</p>
<p>Karolina menjelaskan, peristiwa bermula pada 4 Mei 2025. Saat itu dirinya berada di wilayah Manggarai Timur untuk melakukan aktivitas pekerjaannya.</p>
<p>Ia mengaku didatangi oleh empat orang, terdiri dari dua perempuan dan dua laki-laki. Dua orang yang disebutnya sebagai ED dan SL disebut datang bersama dua laki-laki lainnya.</p>
<p>Menurut Karolina, kedatangan mereka kemudian berujung pada keributan. Ia mengaku HP miliknya dirampas secara paksa ketika dirinya sedang memegang perangkat tersebut.</p>
<p>“Pada tanggal 4 Mei 2025 telah terjadi pengeroyokan terhadap saya dan pencurian HP saya di Manggarai Timur oleh pelaku berinisial ED, SL dan dua teman laki-laki mereka,” tutur Karolina.</p>
<p>Ia mengatakan, saat HP tersebut dirampas, dirinya mengalami tindakan kekerasan yang mengakibatkan lebam pada sejumlah bagian tubuh.</p>
<p>“HP saya dirampas paksa oleh ED dan dibawa kabur. Pada saat HP dirampas, saya juga dikeroyok dan mengalami lebam,” ujarnya.</p>
<p>Karolina kemudian membuat laporan terkait dugaan pengeroyokan tersebut. Ia menyebut perkara pengeroyokan itu telah melalui proses hukum dan, menurut keterangannya, telah sampai pada tahap penanganan oleh pihak kejaksaan.</p>
<p>Namun, persoalan yang paling dipertanyakannya saat ini adalah dugaan pencurian HP.</p>
<p>Karolina mengatakan, setelah peristiwa tersebut, HP miliknya kemudian dikembalikan di ruang SPKT Polres Manggarai Timur. Ia menyebut terdapat personel kepolisian yang menurutnya mengetahui proses pengembalian HP tersebut.</p>
<p>“Ada personel Polres Manggarai Timur di ruang SPKT yang menjadi saksi pengembalian HP saya setelah kejadian pengeroyokan dan pencurian HP tersebut,” ungkapnya.</p>
<p>Karolina menilai keberadaan saksi dan proses pengembalian HP tersebut seharusnya dapat menjadi bagian penting dalam mengungkap secara terang peristiwa yang dilaporkannya.</p>
<p>Dalam keterangannya, Karolina menjelaskan bahwa sebelum kejadian perampasan HP, sempat terjadi persoalan di sebuah rumah warga yang menjadi lokasi dirinya bertemu calon nasabah.</p>
<p>Ia mengaku saat itu sedang menjalankan pekerjaan dan mendatangi salah satu rumah warga. Pemilik rumah tersebut, menurut Karolina, mengeluhkan gaji yang belum diterima selama sekitar dua bulan karena belum melakukan autentikasi melalui telepon seluler.</p>
<p>Karolina kemudian membantu warga tersebut melakukan proses autentikasi agar hak yang bersangkutan dapat diterima.</p>
<p>“Saat itu saya membantu nasabah tersebut melakukan autentikasi sehingga gajinya bisa masuk,” jelasnya.</p>
<p>Namun, menurut Karolina, keberadaannya di rumah warga tersebut kemudian memicu keributan. Ia mengatakan, ED dan beberapa orang lainnya datang dan terjadi perselisihan.</p>
<p>Karolina kemudian memilih meninggalkan lokasi dan menuju kendaraannya. Namun, ia mengaku kembali dihadang oleh dua orang laki-laki.</p>
<p>Karena merasa terancam, Karolina mengaku mengambil HP dan melakukan siaran langsung melalui media sosial.</p>
<p>“Saya refleks mengambil HP dan membuat siaran langsung. Saya bilang, kalau ada apa-apa dengan saya, saya tahu kalian dua laki-laki ini siapa,” katanya.</p>
<p>Menurut Karolina, setelah peristiwa tersebut, dirinya kemudian berpindah ke lokasi lain. Namun, beberapa hari kemudian, ia mengaku kembali bertemu dengan orang-orang yang sebelumnya terlibat dalam keributan tersebut.</p>
<p>Ia mengatakan, ketika sedang duduk di salah satu rumah warga, dirinya tiba-tiba didatangi kembali oleh beberapa orang.</p>
<p>“Saya tidak melakukan perlawanan karena memang saya sudah terjepit. Saat itu juga ada masyarakat yang mengambil gambar dan video,” ungkapnya.</p>
<p>Karolina kemudian membawa persoalan tersebut ke Polres Manggarai Timur.</p>
<p>Setelah kejadian, Karolina mengaku membuat sebuah postingan di media sosial berkaitan dengan peristiwa yang dialaminya.</p>
<p>Ia menyebut postingan tersebut dibuat sebagai bentuk pembelaan diri dan untuk menjelaskan kepada publik mengenai kejadian yang menurutnya benar-benar dialami.</p>
<p>Namun, pihak yang disebut ED, menurut Karolina, tidak menerima postingan tersebut dan menganggap dirinya telah melakukan pencemaran nama baik atau fitnah.</p>
<p>Karolina mengakui dirinya sempat memposting foto ED, tetapi ia menyatakan postingan tersebut telah dihapus dan dirinya juga mengirimkan tangkapan layar penghapusan tersebut kepada pihak bersangkutan.</p>
<p>“Saya memang mengakui pernah membuat postingan tersebut. Tetapi saya langsung menghapusnya dan saya juga mengirimkan screenshot kepada yang bersangkutan,” katanya. Postingan tersebut sebagai upaya pembelaan diri dan menyampaikan fakta.</p>
<p>Menurut Karolina, sebelumnya telah ada kesepakatan di ruang SPKT Polres Manggarai Timur agar kedua pihak tidak saling memposting di media sosial.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/kasus-dugaan-pencurian-hp-di-manggarai-timur-berujung-laporan-balik-karolina-pertanyakan-penetapan-tersangka/">Kasus Dugaan Pencurian HP di Manggarai Timur Berujung Laporan Balik, Karolina Pertanyakan Penetapan Tersangka</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
