Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

FPM Siapkan Aksi Boikot Proyek Kantor Pajak Pratama Labuan Bajo, PT Joglo Multi Ayu Jadi Sorotan

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
db1f04a0 7ecb 11f1 895c bd371f88f1cd
FPM Siapkan Aksi Boikot Proyek Kantor Pajak Pratama Labuan Bajo, PT Joglo Multi Ayu Jadi Sorotan. (foto : Dok. Isth).

LABUAN BAJO | NTTNEWS.NET – Persoalan dugaan tidak dibayarkannya hak para pekerja dan mitra pelaksana kembali mencuat di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kali ini, sorotan mengarah pada proyek pembangunan Gedung Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Labuan Bajo yang dikerjakan oleh PT Joglo Multi Ayu.

Merasa hak mereka belum dipenuhi, Forum Peduli Mabar (FPM) resmi melayangkan surat pemberitahuan rencana aksi unjuk rasa kepada Kepala Kepolisian Resor Manggarai Barat pada Senin, 13 Juli 2026.

Baca Juga :  Feri Adu Pertanyakan Peran Camat Komodo, Klaim Fungsionaris Adat Dinilai Picu Konflik Pertanahan

Aksi tersebut merupakan bentuk protes atas belum adanya penyelesaian terhadap tunggakan pembayaran yang diklaim dialami para mitra pelaksana proyek.

Koordinator Forum Peduli Mabar, Lorensius Logam, menegaskan bahwa aksi ini dilakukan setelah berbagai upaya komunikasi dan penyelesaian secara persuasif tidak membuahkan hasil.

“Kami sudah berupaya membangun komunikasi dengan berbagai pihak agar persoalan ini dapat diselesaikan secara baik-baik. Namun hingga saat ini hak para mitra pelaksana belum juga dipenuhi. Karena itu kami memilih menempuh jalur penyampaian pendapat di muka umum sebagai bentuk perjuangan mencari keadilan,” tegas Lorensius.

Baca Juga :  Tak Ada Alasan Mangkir! Bareskrim Panggil Lagi Sejumlah Pihak dalam Kasus Dugaan Mafia Tanah Keranga

Dalam surat pemberitahuan aksi disebutkan bahwa sejumlah mitra pelaksana mengaku belum menerima pembayaran atas pekerjaan yang telah mereka laksanakan. Kondisi tersebut dinilai telah menimbulkan kerugian ekonomi bagi para pekerja dan keluarganya.

FPM bahkan menilai sikap kontraktor pelaksana menunjukkan ketidakseriusan dalam memenuhi kewajibannya kepada para mitra kerja.

  • Bagikan