LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET – Dugaan skandal yang menyeret seorang kepala desa aktif berinisial J di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), bersama seorang perempuan berinisial F yang diketahui bekerja sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di salah satu Puskesmas, kini menjadi sorotan.
Persoalan tersebut mencuat setelah suami F berinisial S mengaku memergoki istrinya berada di sebuah homestay di Labuan Bajo, Kamis (15/10/2026), sekitar pukul 13.30 WITA.
S menduga terdapat hubungan khusus antara istrinya dan J. Atas dugaan tersebut, S bersama pamannya berinisial Y mendatangi Polsek Komodo untuk melaporkan peristiwa itu dengan dugaan tindak pidana perzinaan.
Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian melalui proses hukum. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak J maupun F mengenai peristiwa yang dilaporkan tersebut.
Berdasarkan kronologi yang disampaikan S dalam laporan ke Polsek Komodo, peristiwa itu bermula ketika dirinya mencari keberadaan F di Labuan Bajo.
S mengaku berangkat ke Labuan Bajo setelah mengetahui bahwa istrinya tidak berada di rumah bibinya di wilayah Wae Nahi.
Merasa perlu memastikan keberadaan sang istri, S kemudian menelusuri sejumlah penginapan di wilayah Labuan Bajo.
Pencarian tersebut akhirnya mengarah ke sebuah homestay. Di tempat itu, S mengaku melihat sepeda motor yang dikenalnya sebagai kendaraan milik istrinya terparkir di area penginapan.
Temuan tersebut membuat S semakin curiga. Ia kemudian berupaya mencari tahu siapa yang berada di dalam penginapan tersebut.
Menurut kronologi yang disampaikan, saat hendak menuju bagian resepsionis, S mengaku melihat F keluar menuju sepeda motornya dan bersiap meninggalkan lokasi.
S kemudian menghentikan F untuk menanyakan alasan keberadaannya di tempat tersebut.
Dalam kronologi yang disampaikan S, F menjelaskan bahwa keberadaannya di homestay tersebut berkaitan dengan fasilitas menginap dari Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat.
Namun, penjelasan tersebut disebut belum menghilangkan kecurigaan S.
Ia kemudian menduga bahwa keberadaan istrinya di penginapan itu berkaitan dengan J, seorang kepala desa aktif di Manggarai Barat.
S mengaku berusaha memastikan keberadaan J dengan naik ke lantai dua penginapan.
Di lokasi tersebut, S menyatakan melihat J keluar melalui tangga belakang sebelum meninggalkan penginapan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









