“Tim SAR Gabungan telah berjibaku selama 15 hari berturut-turut dalam melaksanakan operasi SAR. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari perluasan area pencarian, penambahan peralatan sonar, penambahan tim penyisiran dan penyelam, hingga pengerahan seluruh alut SAR secara maksimal,” jelas Fathur Rahman.
Namun hingga hari ke-15 pelaksanaan operasi, satu korban WNA Spanyol masih belum berhasil ditemukan dan dinyatakan hilang.
“Apabila di kemudian hari terdapat tanda-tanda atau informasi baru terkait keberadaan korban, maka operasi SAR dapat dibuka kembali. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur Tim SAR Gabungan yang telah bersinergi dalam satu tujuan kemanusiaan ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, Fathur Rahman berharap tragedi ini menjadi bahan evaluasi bersama, khususnya dalam peningkatan aspek keselamatan dan keamanan pariwisata di Labuan Bajo.
“Semoga melalui operasi SAR ini, kita semua dapat melakukan perbaikan ke depan dalam bidang keamanan pariwisata. Basarnas, khususnya Pos SAR Manggarai Barat, akan selalu siap sedia mendukung terwujudnya keamanan dan keselamatan wisata di Labuan Bajo,” ungkapnya.
Penutupan Operasi SAR secara resmi ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Bupati Manggarai Barat, perwakilan unsur Tim SAR Gabungan, serta keluarga korban.
Kegiatan tersebut diakhiri dengan prosesi saling bersalaman dan ucapan terima kasih sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian Tim SAR Gabungan dalam menjalankan misi kemanusiaan di Labuan Bajo. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









