Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

SPPG 3T Pulau Mesah Diluncurkan, DPRD Tekankan Kearifan Lokal dan Ekonomi Masyarakat

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20261002 WA0053
Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Benediktus Nurdin, saat menghadiri peluncuran SPPG 3T di Pulau Mesah, Desa Pasir Putih, Kecamatan Komodo, Kamis (2/10/2026). (foto : Dok isth).

Ia mengatakan, wilayah kepulauan dan pulau-pulau kecil menjadi perhatian khusus karena memiliki karakteristik serta tantangan tersendiri dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi masyarakat.

“Anak Indonesia di kota besar tentunya berbeda dengan di pulau kecil. Dan pulau kecil ini menjadi prioritas utama khususnya di Badan Gizi Nasional,” tegas Lili.

Menurutnya, kehadiran SPPG di Pulau Mesah menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan program pemenuhan gizi tidak hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau masyarakat yang berada di daerah terpencil, terluar, dan kepulauan.

SPPG Pulau Mesah akan memberikan manfaat kepada ratusan anak sekolah dan kelompok masyarakat yang masuk dalam sasaran program.

Penerima manfaat terdiri dari 270 siswa SD Negeri Pulau Mesah, 59 siswa SMP Negeri 1 Atap Pulau Mesah, serta 14 anak dari Kelompok Bermain Anemon Jaya.

Dengan demikian, total penerima manfaat dari kelompok peserta didik mencapai 343 orang.

Selain itu, terdapat penerima manfaat kelompok 3B, yakni balita, ibu hamil (bumil), dan ibu menyusui (busui) sebanyak 217 orang.

Baca Juga :  Jelang Pilkades 29 September, Ketua DPRD Mabar Ingatkan 181 Cakades: Jangan Karena Pilkades Kita Bermusuhan

Jika seluruh kelompok tersebut digabungkan, jumlah penerima manfaat SPPG Pulau Mesah mencapai 560 orang, atau hampir 600 jiwa.

Jumlah tersebut disebut mencapai sekitar 35 persen dari total populasi Pulau Mesah, sehingga keberadaan SPPG di wilayah tersebut diharapkan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia masyarakat setempat.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi sejak usia dini hingga masa kehamilan dan menyusui.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menyampaikan apresiasi kepada Badan Gizi Nasional atas dukungan dalam menghadirkan SPPG wilayah 3T di Pulau Mesah.

Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD Kabupaten Manggarai Barat, organisasi perangkat daerah terkait, camat, kepala desa, serta seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses persiapan hingga peluncuran program tersebut.

Salvador Pinto juga mengingatkan seluruh tim SPPG agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Baca Juga :  Jelang Pencoblosan Pilkades Mabar, Christian Kadang Peringatkan Anggota: "Jangan Berpihak, Senjata Paling Terakhir!"

Ia menekankan empat hal penting yang harus menjadi perhatian, yakni kebersihan, mutu makanan, ketepatan waktu, dan keamanan pangan.

Menurutnya, makanan yang disajikan melalui program pemerintah tersebut harus diperlakukan sebagai makanan yang diberikan kepada keluarga sendiri.

“Jadikanlah bahwa kita melayani ini benar-benar seolah-olah melayani anak kita sendiri, sehingga berikanlah kualitas yang terbaik,” pesan Pinto.

Peluncuran SPPG Pulau Mesah pun diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni. Program tersebut dituntut mampu menghadirkan dua manfaat sekaligus: memastikan anak-anak dan kelompok rentan memperoleh pangan bergizi, serta membuka ruang bagi potensi ekonomi masyarakat lokal untuk tumbuh melalui pemanfaatan sumber daya pangan yang tersedia di Pulau Mesah.

Dengan demikian, program MBG di wilayah 3T tidak hanya berbicara tentang makanan yang sampai ke meja makan anak-anak, tetapi juga tentang bagaimana setiap porsi makanan dapat menjadi bagian dari investasi jangka panjang terhadap kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat Pulau Mesah. **

  • Bagikan