<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Meninggal Dunia &#8211; NTT News</title>
	<atom:link href="https://nttnews.net/tag/meninggal-dunia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nttnews.net</link>
	<description>Tajam, Akurat Dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 Aug 2026 05:13:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://nttnews.net/wp-content/uploads/2025/06/cropped-Green-and-Blue-3D-Global-News-Logo_20250612_235312_0000-100x75.png</url>
	<title>Meninggal Dunia &#8211; NTT News</title>
	<link>https://nttnews.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>WNA Asal India Meninggal Dunia Saat Antre Check-in di Bandara Komodo Labuan Bajo</title>
		<link>https://nttnews.net/daerah/wna-asal-india-meninggal-dunia-saat-antre-check-in-di-bandara-komodo-labuan-bajo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTTNews.Net]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2026 05:13:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Komodo]]></category>
		<category><![CDATA[Ceppy Triono]]></category>
		<category><![CDATA[India]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Bandara]]></category>
		<category><![CDATA[Meninggal Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit Siloam]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Negara Asing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nttnews.net/?p=9262</guid>

					<description><![CDATA[<p>LABUAN BAJO &#124; NTTNEWS.NET &#8211; Kabar duka menyelimuti aktivitas penerbangan di Bandar Udara Komodo Labuan...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/wna-asal-india-meninggal-dunia-saat-antre-check-in-di-bandara-komodo-labuan-bajo/">WNA Asal India Meninggal Dunia Saat Antre Check-in di Bandara Komodo Labuan Bajo</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LABUAN BAJO | NTTNEWS.NET &#8211;</strong> Kabar duka menyelimuti aktivitas penerbangan di Bandar Udara Komodo Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (19/8/2026) pagi.</p>
<p>Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal India meninggal dunia setelah tiba-tiba pingsan dan tidak sadarkan diri saat sedang mengantre untuk melakukan proses check-in di Bandar Udara Komodo Labuan Bajo.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun NTTNEWS.NET, korban diketahui bernama Paresh Vashantrai Sheth, lahir di New Delhi, India, pada 3 Juni 1957. Korban merupakan warga negara India dengan nomor paspor R4009505.</p>
<p>Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.19 WITA. Saat itu, korban berada dalam antrean di salah satu konter check-in untuk melakukan proses keberangkatan dari Labuan Bajo menuju negara asalnya.</p>
<p>Namun, di tengah antrean, korban tiba-tiba terjatuh dan mengalami kondisi tidak sadarkan diri. Tubuh korban terlihat lemas sehingga membuat orang-orang di sekitar lokasi panik.</p>
<p>Petugas Aviation Security (Avsec) Bandar Udara Komodo yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian langsung memberikan respons. Petugas kemudian bergegas meminta bantuan kepada pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang berada di kawasan bandara.</p>
<p>Tidak lama kemudian, petugas KKP bersama ambulans tiba di lokasi untuk memberikan pertolongan dan melakukan evakuasi terhadap korban.</p>
<p>Saat petugas memberikan penanganan awal, kondisi korban disebut sudah sangat kritis. Korban bahkan dilaporkan mengeluarkan busa dari mulut dan tidak lagi memberikan respons.</p>
<p>Korban kemudian segera dievakuasi menggunakan ambulans KKP menuju Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.</p>
<p>Sekitar pukul 07.30 WITA, korban dibawa menuju rumah sakit bersama petugas serta seorang rekannya. Dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo, korban disebut masih dalam kondisi tidak sadarkan diri.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/wna-asal-india-meninggal-dunia-saat-antre-check-in-di-bandara-komodo-labuan-bajo/">WNA Asal India Meninggal Dunia Saat Antre Check-in di Bandara Komodo Labuan Bajo</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Liburan Berakhir Duka, Pasutri Wisatawan China Meregang Nyawa di Pulau Kelor, Polisi Bidik Dugaan Kelalaian</title>
		<link>https://nttnews.net/daerah/liburan-berakhir-duka-pasutri-wisatawan-china-meregang-nyawa-di-pulau-kelor-polisi-bidik-dugaan-kelalaian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTTNews.Net]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2026 14:15:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[China]]></category>
		<category><![CDATA[Meninggal Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Pasutri]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Manggarai Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Kelor]]></category>
		<category><![CDATA[Tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nttnews.net/?p=9028</guid>

					<description><![CDATA[<p>LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET &#8211; Keindahan perairan kawasan wisata super prioritas Labuan Bajo kembali diselimuti duka...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/liburan-berakhir-duka-pasutri-wisatawan-china-meregang-nyawa-di-pulau-kelor-polisi-bidik-dugaan-kelalaian/">Liburan Berakhir Duka, Pasutri Wisatawan China Meregang Nyawa di Pulau Kelor, Polisi Bidik Dugaan Kelalaian</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET &#8211;</strong> Keindahan perairan kawasan wisata super prioritas Labuan Bajo kembali diselimuti duka mendalam. Sepasang suami istri wisatawan mancanegara (wisman) asal China ditemukan tewas tenggelam saat melakukan aktivitas snorkeling di perairan Pulau Kelor, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (15/07/2026) siang.</p>
<p>&#8220;Kedua korban diidentifikasi sebagai GX (29, perempuan) dan suaminya, SG (30, laki-laki). Kedua korban merupakan warga negara China yang sedang berlibur di Labuan Bajo,&#8221; ujar Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K. dalam keterangan resminya, Rabu malam.</p>
<p>Kejadian nahas ini memicu reaksi keras dari aparat kepolisian setempat terkait pengawasan standar keselamatan wisata bahari yang dinilai masih longgar dan membahayakan nyawa wisatawan.</p>
<p>Peristiwa pilu ini bermula ketika kapal dek terbuka (open deck) KM Rinca Story (GT 19) bertolak dari Pelabuhan Marina Waterfront Labuan Bajo sekitar pukul 10.00 Wita. Kapal milik Agus Prawijaya tersebut membawa sejumlah wisatawan domestik dan asing menuju Pulau Kelor, salah satu destinasi favorit untuk trekking dan snorkeling.</p>
<p>Setibanya di lokasi, para wisatawan turun ke pantai. Alih-alih dipandu oleh pemandu wisata (tour guide) profesional berlisensi, para tamu justru hanya diberikan pengarahan (briefing) oleh seorang siswa yang tengah menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) dari SMKN 1 Labuan Bajo.</p>
<p>Setelah trekking ke puncak bukit selesai, kedua korban memutuskan untuk melakukan snorkeling di perairan sekitar Pulau Kelor. Pihak kru kapal membekali mereka dengan masker selam (goggles) dan kaki katak (fins). Namun, fatalnya, kedua korban berenang tanpa mengenakan jaket keselamatan (life jacket). Tidak ada satu pun kru kapal maupun siswa PKL yang melakukan pengawasan langsung saat mereka berada di dalam air.</p>
<p>Sekitar pukul 12.00 Wita, kecemasan mulai melanda ketika korban GX ditemukan mengapung tak sadarkan diri oleh wisatawan lain. Upaya pertolongan pertama berupa resusitasi jantung paru (CPR) segera dilakukan di tepi pantai, namun nyawa perempuan berusia 29 tahun tersebut tidak tertolong.</p>
<p>Seketika situasi berubah menjadi kepanikan massal saat menyadari bahwa sang suami, SG, yang sebelumnya berenang bersama korban pertama, menghilang dari permukaan air.</p>
<p>&#8220;Saat peristiwa terjadi, kedua korban tidak didampingi oleh pemandu wisata profesional berlisensi. Mereka hanya menerima pengarahan dari seorang siswa SMK yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan. Selain itu, kedua korban juga luput dari pengawasan saat berada di dalam air,&#8221; jelas Kapolres Mabar.</p>
<p>Menerima laporan darurat pada pukul 13.00 Wita, Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Manggarai Barat bergerak cepat memimpin operasi SAR gabungan. Tim taktis berkekuatan 29 personel dikerahkan, terdiri dari Sat Polairud Polres Mabar, KP. Bima Korpolairud Baharkam Polri, Basarnas, Lanal Labuan Bajo (TNI AL), serta Syahbandar Labuan Bajo.</p>
<p>Tim SAR gabungan tiba di lokasi pada pukul 14.00 Wita dan langsung mengevakuasi jasad GX serta saksi-saksi kunci ke Labuan Bajo menggunakan kapal cepat. Korban pertama tiba di Pelabuhan Marina Waterfront pada pukul 14.48 Wita dan langsung dilarikan ke RSUD Komodo untuk proses Visum et Repertum (VeR).</p>
<p>Sementara itu, tim penyelam gabungan terus menyisir dasar laut di sekitar titik hilangnya korban kedua. Setelah hampir tiga jam pencarian di bawah arus laut yang dinamis, upaya penyelaman taktis akhirnya membuahkan hasil.</p>
<p>Pada pukul 16.45 Wita, jasad SG berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dasar laut pada kedalaman 32 meter di perairan timur Pulau Kelor.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/liburan-berakhir-duka-pasutri-wisatawan-china-meregang-nyawa-di-pulau-kelor-polisi-bidik-dugaan-kelalaian/">Liburan Berakhir Duka, Pasutri Wisatawan China Meregang Nyawa di Pulau Kelor, Polisi Bidik Dugaan Kelalaian</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam Saat Snorkeling di Pulau Kelor, Tim SAR Gabungan Tutup Operasi Pencarian</title>
		<link>https://nttnews.net/daerah/dua-wisatawan-asal-china-tewas-tenggelam-saat-snorkeling-di-pulau-kelor-tim-sar-gabungan-tutup-operasi-pencarian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTTNews.Net]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2026 10:43:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[China]]></category>
		<category><![CDATA[Meninggal Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Tenggelam]]></category>
		<category><![CDATA[Tim SAR]]></category>
		<category><![CDATA[Tim SAR Gabungan]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Negara Asing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nttnews.net/?p=9024</guid>

					<description><![CDATA[<p>LABUAN BAJO &#124; NTTNEWS.NET &#8211; Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi dua warga negara asing (WNA)...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/dua-wisatawan-asal-china-tewas-tenggelam-saat-snorkeling-di-pulau-kelor-tim-sar-gabungan-tutup-operasi-pencarian/">Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam Saat Snorkeling di Pulau Kelor, Tim SAR Gabungan Tutup Operasi Pencarian</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LABUAN BAJO | NTTNEWS.NET &#8211;</strong> Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi dua warga negara asing (WNA) asal China yang tenggelam saat melakukan aktivitas snorkeling di perairan Pulau Kelor, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (15/7/2026). Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.</p>
<p>Korban diketahui bernama Guo Xingyou (perempuan) dan Sha Gingyang (laki-laki). Informasi mengenai insiden tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Maumere melalui Pos SAR Manggarai Barat setelah dilaporkan terjadi kondisi yang membahayakan jiwa manusia di kawasan wisata Pulau Kelor.</p>
<p>Koordinator Pos SAR Manggarai Barat menjelaskan, peristiwa nahas itu bermula sekitar pukul 12.00 WITA ketika kedua wisatawan sedang menikmati aktivitas snorkeling di perairan Pulau Kelor.</p>
<p>Namun, cuaca yang kurang bersahabat disertai gelombang tinggi diduga menghantam keduanya hingga terseret dan tenggelam.</p>
<p>&#8220;Kedua korban sedang melakukan snorkeling di Perairan Pulau Kelor sekitar pukul 12.00 WITA. Saat itu gelombang cukup tinggi dan menghantam korban hingga akhirnya tenggelam,&#8221; jelas Koordinator Pos SAR Manggarai Barat.</p>
<p>Sekitar pukul 12.45 WITA, korban pertama, Guo Xingyou, berhasil ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Wisatawan di sekitar lokasi bersama Tim SAR Gabungan segera memberikan pertolongan pertama berupa Resusitasi Jantung Paru (RJP) selama proses evakuasi menuju Pelabuhan Labuan Bajo.</p>
<p>Setibanya di RSUD Komodo Labuan Bajo, tim medis langsung melakukan penanganan intensif. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, dokter menyatakan korban telah meninggal dunia.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/dua-wisatawan-asal-china-tewas-tenggelam-saat-snorkeling-di-pulau-kelor-tim-sar-gabungan-tutup-operasi-pencarian/">Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam Saat Snorkeling di Pulau Kelor, Tim SAR Gabungan Tutup Operasi Pencarian</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Konflik Keluarga Berujung Maut di Gendang Palit, Seorang Pria Tewas Usai Perkelahian, Ini Kesaksian &#8216;YA&#8217;!</title>
		<link>https://nttnews.net/daerah/konflik-keluarga-berujung-maut-di-gendang-palit-seorang-pria-tewas-usai-perkelahian-ini-kesaksian-ya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTTNews.Net]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 10:47:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Compang]]></category>
		<category><![CDATA[Meninggal Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Manggarai Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nttnews.net/?p=8073</guid>

					<description><![CDATA[<p>LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET &#8211; Peristiwa perkelahian tragis yang berujung pada meninggalnya MG (55) di Gendang...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/konflik-keluarga-berujung-maut-di-gendang-palit-seorang-pria-tewas-usai-perkelahian-ini-kesaksian-ya/">Konflik Keluarga Berujung Maut di Gendang Palit, Seorang Pria Tewas Usai Perkelahian, Ini Kesaksian &#8216;YA&#8217;!</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET &#8211;</strong> Peristiwa perkelahian tragis yang berujung pada meninggalnya MG (55) di Gendang Palit, Desa Compang, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, ternyata dipicu oleh rangkaian konflik keluarga yang telah berlangsung lama.</p>
<p>Kronologi kejadian bermula dua hari sebelum peristiwa maut tersebut. Hal ini disampaikan oleh saksi YA (62) saat diwawancarai NTTNEWS.NET di Mapolres Manggarai Barat, Rabu (21/1/2026) siang.</p>
<p>Menurut keterangan YA, pada Minggu malam, 18 Januari 2026, sekitar pukul 21.30 Wita, ia mengecas senter miliknya. Namun tanpa sengaja, senter tersebut terjatuh dan menimbulkan suara berisik. Saat itu korban MG sedang tertidur.</p>
<p>“Mendengar suara senter jatuh, MG langsung marah. Kami sempat adu mulut, lalu dia keluar rumah dan mengambil besi,” ujar YA.</p>
<p>Korban MG kemudian kembali ke dalam rumah sambil membawa besi dan mengancam saksi YA serta istrinya, YT. Dalam kondisi terancam, keduanya bahkan disuruh berlutut di hadapan korban.</p>
<p>“Saya dan istri disuruh berlutut sambil memohon agar tidak dibunuh,” lanjut YA dengan nada suara bergetar.</p>
<p>Peristiwa tersebut kemudian diketahui oleh anak-anak YA, yakni PS (21), YI (18), dan BM (24), yang saat itu berada di Denpasar, Bali. Mendengar kabar bahwa orang tua mereka diancam oleh korban MG—yang merupakan adik kandung dari ayah mereka—ketiganya memutuskan pulang kampung.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/konflik-keluarga-berujung-maut-di-gendang-palit-seorang-pria-tewas-usai-perkelahian-ini-kesaksian-ya/">Konflik Keluarga Berujung Maut di Gendang Palit, Seorang Pria Tewas Usai Perkelahian, Ini Kesaksian &#8216;YA&#8217;!</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pulang dari Bali, Tiga Keponakan Aniaya Paman hingga Tewas di Manggarai Barat</title>
		<link>https://nttnews.net/daerah/pulang-dari-bali-tiga-keponakan-aniaya-paman-hingga-tewas-di-manggarai-barat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTTNews.Net]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 06:57:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Compang]]></category>
		<category><![CDATA[Meninggal Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Manggarai Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nttnews.net/?p=8067</guid>

					<description><![CDATA[<p>LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET &#8211; Suasana damai di Dusun Palit, Desa Compang, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/pulang-dari-bali-tiga-keponakan-aniaya-paman-hingga-tewas-di-manggarai-barat/">Pulang dari Bali, Tiga Keponakan Aniaya Paman hingga Tewas di Manggarai Barat</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET &#8211;</strong> Suasana damai di Dusun Palit, Desa Compang, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendadak berubah mencekam pada Selasa malam (20/1/2026).</p>
<p>Sebuah perselisihan keluarga berujung tragis. MG (55), seorang warga setempat, tewas setelah diduga dianiaya oleh tiga keponakan kandungnya sendiri di dalam Rumah Gendang Palit.</p>
<p>Kapolsek Macang Pacar, IPDA Petrus B.K., membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut, korban meninggal dunia akibat penganiayaan berat yang dilakukan oleh tiga orang terduga pelaku.</p>
<p>“Benar, telah terjadi kasus penganiayaan yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Penganiayaan tersebut diduga dilakukan oleh tiga orang keponakan korban,” ujar IPDA Petrus dalam keterangannya, Rabu (21/1) pagi.</p>
<p>Menurut Kapolsek, ketiga terduga pelaku masing-masing berinisial PS (21), YI (18), dan BM (24). Mereka baru saja tiba dari Denpasar, Bali, dan pulang ke kampung halaman setelah mendengar kabar adanya pertengkaran antara orang tua mereka dengan korban, yang merupakan adik kandung ayah para pelaku.</p>
<p>Setibanya di rumah sekitar pukul 20.30 Wita, ketiganya mendapati korban sedang tertidur. Sekitar pukul 21.00 Wita, korban dibangunkan dengan maksud meminta klarifikasi terkait pertikaian keluarga tersebut. Namun, percakapan yang awalnya dimaksudkan untuk menyelesaikan masalah justru memanas dan berujung pada bentrokan fisik.</p>
<p>“Dalam perkelahian itu, para terduga pelaku diduga menggunakan senjata tajam jenis parang serta benda tumpul berupa kayu gamal,” jelas IPDA Petrus.</p>
<p>Akibat luka parah yang dideritanya, korban MG (55) dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Korban diketahui merupakan warga asli Manggarai Barat yang berdomisili di Rumah Gendang Palit, lokasi terjadinya peristiwa tersebut.</p>
<p>Sementara itu, ketiga terduga pelaku yang berusia antara 18 hingga 24 tahun diketahui tinggal serumah dengan korban. Dua orang saksi mata, masing-masing berinisial YA (62) dan YT (56), telah dimintai keterangan awal oleh pihak kepolisian.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/pulang-dari-bali-tiga-keponakan-aniaya-paman-hingga-tewas-di-manggarai-barat/">Pulang dari Bali, Tiga Keponakan Aniaya Paman hingga Tewas di Manggarai Barat</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemuda 25 Tahun Di Ende Tewas Ditikam, Dua Pelaku Ditangkap dalam Waktu Singkat</title>
		<link>https://nttnews.net/daerah/pemuda-25-tahun-di-ende-tewas-ditikam-dua-pelaku-ditangkap-dalam-waktu-singkat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTTNews.Net]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2025 14:17:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Penikaman]]></category>
		<category><![CDATA[Meninggal Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nttnews.net/?p=7435</guid>

					<description><![CDATA[<p>ENDE, NTTNEWS.NET &#8211; Kasus penikaman yang menewaskan seorang pemuda kembali mengguncang warga Kota Ende. Peristiwa...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/pemuda-25-tahun-di-ende-tewas-ditikam-dua-pelaku-ditangkap-dalam-waktu-singkat/">Pemuda 25 Tahun Di Ende Tewas Ditikam, Dua Pelaku Ditangkap dalam Waktu Singkat</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>ENDE, NTTNEWS.NET &#8211;</strong> Kasus penikaman yang menewaskan seorang pemuda kembali mengguncang warga Kota Ende. Peristiwa tragis itu terjadi pada Selasa malam (4/11/2025) sekitar pukul 23.30 Wita, di Jalan Wirajaya, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende.</p>
<p>Korban berinisial FN (25) ditemukan bersimbah darah di lokasi kejadian dan sempat dilarikan ke RSUD Ende, namun nyawanya tak tertolong akibat luka tusukan di bagian dada.</p>
<p>Kapolres Ende AKBP I Gede Ngurah Joni M., S.H., S.I.K., M.H., dalam keterangan resmi kepada NTTNEWS.NET, memaparkan kronologi lengkap kejadian serta langkah cepat aparat kepolisian dalam menangkap para pelaku.</p>
<p>“Pelaku sekarang sudah diamankan di Polres Ende untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sementara korban dinyatakan meninggal dunia,” tegas Kapolres Ende.</p>
<p>Menurut Kapolres, peristiwa itu bermula ketika dua saksi, masing-masing FT (20) dan KM (22), sedang makan di sebuah warung depan Kampus Akademi Keperawatan (Akper) Ende. Seusai makan, keduanya pulang berboncengan menuju kos korban FN di Jalan Marilonga.</p>
<p>Namun, saat melintas di depan SD Inpres Onekore 1, keduanya dihadang oleh orang tak dikenal (OTK) dan sempat dipukul. Setelah meminta maaf, kedua saksi melanjutkan perjalanan menuju kos korban untuk menceritakan kejadian tersebut.</p>
<p>“Setibanya di sana, mereka menceritakan insiden pemukulan itu kepada korban FN. Mendengar cerita tersebut, korban berinisiatif mengajak kedua saksi kembali ke lokasi untuk memastikan siapa pelakunya,”jelas Kapolres.</p>
<p>Ketiganya kemudian berjalan kaki menuju lokasi di sekitar SD Inpres Onekore 1. Di sana mereka melihat sekelompok anak muda duduk di depan Patung Pelajar. Karena jumlah mereka cukup banyak, korban dan kedua saksi memutuskan memutar arah melalui lorong SMA Negeri 1 Ende menuju Jalan Wirajaya.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/pemuda-25-tahun-di-ende-tewas-ditikam-dua-pelaku-ditangkap-dalam-waktu-singkat/">Pemuda 25 Tahun Di Ende Tewas Ditikam, Dua Pelaku Ditangkap dalam Waktu Singkat</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bupati Nagekeo Pimpin Upacara Pelepasan Jenazah Sekda Lukas Mere</title>
		<link>https://nttnews.net/daerah/bupati-nagekeo-pimpin-upacara-pelepasan-jenazah-sekda-lukas-mere/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTTNews.Net]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2025 02:52:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[Lukas Mere]]></category>
		<category><![CDATA[Meninggal Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Sekda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nttnews.net/?p=6317</guid>

					<description><![CDATA[<p>NAGEKEO, NTTNEWS.NET &#8211; Suasana duka menyelimuti Pemerintah Kabupaten Nagekeo. Sekretaris Daerah (Sekda) Nagekeo, Drs. Lukas...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/bupati-nagekeo-pimpin-upacara-pelepasan-jenazah-sekda-lukas-mere/">Bupati Nagekeo Pimpin Upacara Pelepasan Jenazah Sekda Lukas Mere</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NAGEKEO, NTTNEWS.NET</strong> &#8211; Suasana duka menyelimuti Pemerintah Kabupaten Nagekeo. Sekretaris Daerah (Sekda) Nagekeo, <strong>Drs. Lukas Mere</strong>, tutup usia pada Selasa, 10 Juni 2025, di Rumah Sakit Siloam Kupang. Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kolega, serta seluruh masyarakat Nagekeo.</p>
<p>Sebagai bentuk penghormatan terakhir, jenazah almarhum dilepas dalam sebuah <strong>upacara kedinasan</strong> yang berlangsung di Aula Kantor Sekretariat Daerah Nagekeo, Kamis (12/06/2025). Upacara tersebut dipimpin langsung oleh <strong>Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus</strong>, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.</p>
<p>Dalam sambutannya, Bupati Simplisius menyampaikan belasungkawa atas kepergian sosok yang selama ini dikenal berdedikasi, penuh integritas, dan rendah hati.</p>
<p><em>“Kami menyambut kehadiran kembali saudara terkasih, Bapak Drs. Lukas Mere, ke tempat yang menjadi saksi perjuangan, pengabdian, dan keteladanan beliau sebagai aparatur sipil negara. Tempat ini menjadi saksi bisu di mana almarhum membimbing, menginspirasi, dan memberi warna dalam roda pemerintahan Nagekeo,”</em> ujar Bupati dengan suara bergetar.</p>
<p>Upacara yang diselenggarakan oleh <strong>Korpri Nagekeo</strong> ini dihadiri oleh para pejabat daerah, ASN, tokoh masyarakat, serta keluarga besar almarhum. Seluruh hadirin tampak khusyuk dan larut dalam suasana haru saat doa-doa dikumandangkan untuk mengantar kepergian sang Sekda menuju peristirahatan terakhir.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengajak seluruh jajaran ASN dan masyarakat untuk mendoakan serta memaafkan almarhum atas segala kesalahan yang mungkin dilakukan semasa hidupnya, baik yang disengaja maupun tidak.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/bupati-nagekeo-pimpin-upacara-pelepasan-jenazah-sekda-lukas-mere/">Bupati Nagekeo Pimpin Upacara Pelepasan Jenazah Sekda Lukas Mere</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bocah 5 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Mengapung di Pantai Ndao Ende</title>
		<link>https://nttnews.net/daerah/bocah-5-tahun-ditemukan-tak-bernyawa-mengapung-di-pantai-ndao-ende/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTTNews.Net]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Feb 2025 07:49:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Bocah]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Meninggal Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Ndao Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nttnews.net/?p=5273</guid>

					<description><![CDATA[<p>ENDE, NTTNEWS.NET &#8211; Kabar duka selepas sholat Azar menyapa keluarga korban bocah 5 (lima) tahun...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/bocah-5-tahun-ditemukan-tak-bernyawa-mengapung-di-pantai-ndao-ende/">Bocah 5 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Mengapung di Pantai Ndao Ende</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>ENDE, NTTNEWS.NET &#8211; </strong>Kabar duka selepas sholat Azar menyapa keluarga korban bocah 5 (lima) tahun yang ditemukan meninggal dunia usai terseret banjir sehari sebelum ditemukan mengapung di pesisir pantai Ndao kota Ende. Minggu, 23 Februari 2025.</p>
<p>Untuk diketahui bocah 5 tahun yang akrab disapa &#8216;Zarhan&#8217;, menghilang usai jatuh terpeleset ke dalam selokan yang diperkirakan sekitar 7 cm berlokasi di halaman rumahnya.</p>
<p>Setelah korban terpeleset dan jatuh ke dalam selokan, korban diseret banjir hingga dinyatakan menghilang pada pukul 15 : 30 Wita, Sabtu, 22 Februari 2025.</p>
<p>Menurut Ibu Korban Yustika Asti Husman bahwa, korban terpeleset jatuh ke dalam selokan saat bermain bersama tiga teman sejawatnya di halaman depan rumah.</p>
<p>Ia mengisahkan, terkaget akibat bunyi letupan petir, bocah itu jatuh hingga terseret banjir dan dinyatakan menghilang selama seharian. Pasca itu, keluarga korban bersama warga dan timSAR melakukan pencarian.</p>
<p>Alhasil pencarian terhadap korban berhasil ditemukan mengapung disekitar pesisir pantai Ndao, oleh perempuan bernama Halimah yang merupakan warga setempat.</p>
<figure id="attachment_5272" aria-describedby="caption-attachment-5272" style="width: 720px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://nttnews.net/wp-content/uploads/2025/02/IMG_20250223_154538.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-5272" src="https://nttnews.net/wp-content/uploads/2025/02/IMG_20250223_154538.jpg" alt="IMG 20250223 154538" width="720" height="542" title="Bocah 5 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Mengapung di Pantai Ndao Ende 1" srcset="https://nttnews.net/wp-content/uploads/2025/02/IMG_20250223_154538.jpg 720w, https://nttnews.net/wp-content/uploads/2025/02/IMG_20250223_154538-100x75.jpg 100w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /></a><figcaption id="caption-attachment-5272" class="wp-caption-text">Sesajian berupa Nasi, telur goreng dan sarimi yang diletakkan di pinggir selokan yang menjadi lokasi awal menghilangnya korban. (foto : NTTNews.net/Rian Laka).</figcaption></figure>
<p>Pantauan NTTNews.Net bahwa sehari sebelum korban ditemukan tak bernyawa mengapung di pesisir pantai Ndao pukul 12.00 wita oleh warga setempat, keluarga korban, warga dan tim-SAR sempat melakukan pencarian.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/bocah-5-tahun-ditemukan-tak-bernyawa-mengapung-di-pantai-ndao-ende/">Bocah 5 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Mengapung di Pantai Ndao Ende</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Babinsa Kodim 1627/Rote Ndao Ditemukan Meninggal Dunia dalam Insiden Gantung Diri</title>
		<link>https://nttnews.net/daerah/babinsa-kodim-1627-rote-ndao-ditemukan-meninggal-dunia-dalam-insiden-gantung-diri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTTNews.Net]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jan 2025 06:31:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Babinsa]]></category>
		<category><![CDATA[Gantung Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Kodim 1627]]></category>
		<category><![CDATA[Meninggal Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Rote Ndao]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nttnews.net/?p=4924</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUPANG, NTTNEWS.NET &#8211; Duka menyelimuti jajaran Kodim 1627/Rote Ndao setelah ditemukan jasad salah satu anggota...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/babinsa-kodim-1627-rote-ndao-ditemukan-meninggal-dunia-dalam-insiden-gantung-diri/">Babinsa Kodim 1627/Rote Ndao Ditemukan Meninggal Dunia dalam Insiden Gantung Diri</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUPANG, NTTNEWS.NET &#8211;</strong> Duka menyelimuti jajaran Kodim 1627/Rote Ndao setelah ditemukan jasad salah satu anggota terbaiknya, Pratu Andi Tambaru (24 tahun), yang menjabat sebagai Babinsa Kelurahan Olafulihaa, Koramil 1627-02/Pantai Baru.</p>
<p>Korban ditemukan dalam keadaan gantung diri pada Minggu pagi, 12 Januari 2025, sekitar pukul 06.46 WITA di wilayah Kelurahan Mokdale, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao.</p>
<p>Berdasarkan laporan yang diterima, korban ditemukan oleh Velsi Boik, seorang petugas bandara, yang sedang dalam perjalanan menuju tempat kerja.</p>
<p>Informasi langsung diteruskan kepada pihak berwenang, dan sekitar pukul 07.20 WITA, rekan korban, Pratu Valen, tiba di lokasi untuk memastikan kebenaran laporan.</p>
<p>Komandan Kodim 1627/Rote Ndao bersama Pasi Ops dan Pasi Intel segera tiba di lokasi pukul 07.30 WITA untuk melakukan pengecekan. Setelah dilakukan prosedur evakuasi, jenazah korban dibawa ke RSUD Baa untuk proses visum.</p>
<p>Hasil Visum Rumah Sakit:<br />
Dari hasil visum di RSUD Baa, ditemukan:</p>
<p>Tanda lebam bekas cekikan tali pada leher.</p>
<p>Leher korban patah akibat tergantung.</p>
<p>Tidak ada tanda kekerasan di tubuh, kecuali luka goresan kecil pada paha bagian dalam.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/babinsa-kodim-1627-rote-ndao-ditemukan-meninggal-dunia-dalam-insiden-gantung-diri/">Babinsa Kodim 1627/Rote Ndao Ditemukan Meninggal Dunia dalam Insiden Gantung Diri</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ledakan Speedboat Tewaskan Cagub Maluku Utara di Pulau Taliabu</title>
		<link>https://nttnews.net/daerah/ledakan-speedboat-tewaskan-cagub-maluku-utara-di-pulau-taliabu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[NTTNews.Net]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Oct 2024 12:01:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Benny Laos]]></category>
		<category><![CDATA[Calon Gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[Calon Wakil Gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal]]></category>
		<category><![CDATA[Ledakan]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Meninggal Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Taliabu]]></category>
		<category><![CDATA[Sabrin Sehe]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nttnews.net/?p=4135</guid>

					<description><![CDATA[<p>MALUKU UTARA, NTTNEWS.NET &#8211; Pada Sabtu, 12 Oktober 2024, sebuah speedboat yang ditumpangi oleh rombongan...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/ledakan-speedboat-tewaskan-cagub-maluku-utara-di-pulau-taliabu/">Ledakan Speedboat Tewaskan Cagub Maluku Utara di Pulau Taliabu</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><strong>MALUKU UTARA, NTTNEWS.NET &#8211;</strong> Pada Sabtu, 12 Oktober 2024, sebuah speedboat yang ditumpangi oleh rombongan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku Utara, Benny Laos dan Sabrin Sehe, meledak di Pulau Taliabu.</p>
<p>Insiden tragis ini mengakibatkan Benny Laos menjadi salah satu dari lima korban tewas, seperti yang disampaikan oleh Politisi Demokrat, Herman Khaeron.</p>
<p>“Iya, meninggal dunia,” kata Herman saat dikonfirmasi oleh wartawan.</p>
<p>Kapolres Taliabu, AKBP Totok Handoyo, menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika Wakapolres Taliabu, Kompol Sirajudin, bersama jajaran mendekati speedboat yang tengah bersandar.</p>
<p>“Kompol Sirajudin dan Kasie Dokkes merapat untuk mengecek aktivitas paslon dan mengingatkan mereka untuk berhati-hati saat pengisian BBM,” ujar Totok.</p>
<p>Dia menambahkan, saat pengisian BBM, kondisi mesin kapal, kompor listrik, AC, dan genset di dalam speedboat masih dalam keadaan menyala.</p>
<p>Setelah Kompol Sirajudin dan jajaran turun dari kapal, ledakan terjadi tidak lama kemudian, disertai kobaran api yang langsung membesar.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net/daerah/ledakan-speedboat-tewaskan-cagub-maluku-utara-di-pulau-taliabu/">Ledakan Speedboat Tewaskan Cagub Maluku Utara di Pulau Taliabu</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://nttnews.net">NTT News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
