LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET – Peristiwa perkelahian tragis yang berujung pada meninggalnya MG (55) di Gendang Palit, Desa Compang, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, ternyata dipicu oleh rangkaian konflik keluarga yang telah berlangsung lama.
Kronologi kejadian bermula dua hari sebelum peristiwa maut tersebut. Hal ini disampaikan oleh saksi YA (62) saat diwawancarai NTTNEWS.NET di Mapolres Manggarai Barat, Rabu (21/1/2026) siang.
Menurut keterangan YA, pada Minggu malam, 18 Januari 2026, sekitar pukul 21.30 Wita, ia mengecas senter miliknya. Namun tanpa sengaja, senter tersebut terjatuh dan menimbulkan suara berisik. Saat itu korban MG sedang tertidur.
“Mendengar suara senter jatuh, MG langsung marah. Kami sempat adu mulut, lalu dia keluar rumah dan mengambil besi,” ujar YA.
Korban MG kemudian kembali ke dalam rumah sambil membawa besi dan mengancam saksi YA serta istrinya, YT. Dalam kondisi terancam, keduanya bahkan disuruh berlutut di hadapan korban.
“Saya dan istri disuruh berlutut sambil memohon agar tidak dibunuh,” lanjut YA dengan nada suara bergetar.
Peristiwa tersebut kemudian diketahui oleh anak-anak YA, yakni PS (21), YI (18), dan BM (24), yang saat itu berada di Denpasar, Bali. Mendengar kabar bahwa orang tua mereka diancam oleh korban MG—yang merupakan adik kandung dari ayah mereka—ketiganya memutuskan pulang kampung.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









