Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Konflik Keluarga Berujung Maut di Gendang Palit, Seorang Pria Tewas Usai Perkelahian, Ini Kesaksian ‘YA’!

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260121 154605
Peristiwa perkelahian tragis yang berujung pada meninggalnya MG (55) di Gendang Palit, Desa Compang, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, ternyata dipicu oleh rangkaian konflik keluarga yang telah berlangsung lama. (foto : isth).

LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET – Peristiwa perkelahian tragis yang berujung pada meninggalnya MG (55) di Gendang Palit, Desa Compang, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, ternyata dipicu oleh rangkaian konflik keluarga yang telah berlangsung lama.

Kronologi kejadian bermula dua hari sebelum peristiwa maut tersebut. Hal ini disampaikan oleh saksi YA (62) saat diwawancarai NTTNEWS.NET di Mapolres Manggarai Barat, Rabu (21/1/2026) siang.

Menurut keterangan YA, pada Minggu malam, 18 Januari 2026, sekitar pukul 21.30 Wita, ia mengecas senter miliknya. Namun tanpa sengaja, senter tersebut terjatuh dan menimbulkan suara berisik. Saat itu korban MG sedang tertidur.

Baca Juga :  HPN 2026, AWAMB Bagi Buku di SD Terpencil Mabar dan Singgung Tragedi Ngada

“Mendengar suara senter jatuh, MG langsung marah. Kami sempat adu mulut, lalu dia keluar rumah dan mengambil besi,” ujar YA.

Korban MG kemudian kembali ke dalam rumah sambil membawa besi dan mengancam saksi YA serta istrinya, YT. Dalam kondisi terancam, keduanya bahkan disuruh berlutut di hadapan korban.

Baca Juga :  HPN 2026 Jadi Momentum Harapan: Kepsek dan Perintis SDN Jati Makmur Bicara Akses Jalan dan Air

“Saya dan istri disuruh berlutut sambil memohon agar tidak dibunuh,” lanjut YA dengan nada suara bergetar.

Peristiwa tersebut kemudian diketahui oleh anak-anak YA, yakni PS (21), YI (18), dan BM (24), yang saat itu berada di Denpasar, Bali. Mendengar kabar bahwa orang tua mereka diancam oleh korban MG—yang merupakan adik kandung dari ayah mereka—ketiganya memutuskan pulang kampung.

  • Bagikan