ENDE, NTTNEWS.NET – Kabar duka selepas sholat Azar menyapa keluarga korban bocah 5 (lima) tahun yang ditemukan meninggal dunia usai terseret banjir sehari sebelum ditemukan mengapung di pesisir pantai Ndao kota Ende. Minggu, 23 Februari 2025.
Untuk diketahui bocah 5 tahun yang akrab disapa ‘Zarhan’, menghilang usai jatuh terpeleset ke dalam selokan yang diperkirakan sekitar 7 cm berlokasi di halaman rumahnya.
Setelah korban terpeleset dan jatuh ke dalam selokan, korban diseret banjir hingga dinyatakan menghilang pada pukul 15 : 30 Wita, Sabtu, 22 Februari 2025.
Menurut Ibu Korban Yustika Asti Husman bahwa, korban terpeleset jatuh ke dalam selokan saat bermain bersama tiga teman sejawatnya di halaman depan rumah.
Ia mengisahkan, terkaget akibat bunyi letupan petir, bocah itu jatuh hingga terseret banjir dan dinyatakan menghilang selama seharian. Pasca itu, keluarga korban bersama warga dan timSAR melakukan pencarian.
Alhasil pencarian terhadap korban berhasil ditemukan mengapung disekitar pesisir pantai Ndao, oleh perempuan bernama Halimah yang merupakan warga setempat.

Pantauan NTTNews.Net bahwa sehari sebelum korban ditemukan tak bernyawa mengapung di pesisir pantai Ndao pukul 12.00 wita oleh warga setempat, keluarga korban, warga dan tim-SAR sempat melakukan pencarian.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









