Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Dua Turis Austria Tewas di Cunca Wulang, DPRD Perindo Soroti “Kegagalan” Infrastruktur Wisata Labuan Bajo

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
20c8e950 5828 11f1 a52e 153d332961f2
Anggota DPRD Manggarai Barat sekaligus Ketua DPD Partai Perindo, Hasanudin, S.Hut. (foto : Dok. Isth).

LABUAN BAJO | NTTNEWS.NET – Tragedi maut yang merenggut nyawa dua wisatawan asal Austria di objek wisata Air Terjun Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Minggu (24/5/2026), memicu sorotan keras dari anggota DPRD Manggarai Barat sekaligus Ketua DPD Partai Perindo, Hasanudin, S.Hut.

Ia menilai insiden tersebut bukan sekadar kecelakaan wisata biasa, melainkan bukti lemahnya perhatian terhadap keselamatan dan infrastruktur pariwisata di Labuan Bajo.

Dua wisatawan asing, Jurgen (54) dan Astrid (56), dilaporkan tewas setelah terjatuh dari jembatan gantung berbahan papan kayu ke dasar sungai sedalam kurang lebih 10 meter.

Baca Juga :  NasDem Kepung Basis Pesisir Manggarai Barat Jelang Pileg 2029, Ketua DPW Sampaikan Hal ini!

Peristiwa tragis itu terjadi di tengah ramainya kunjungan wisatawan ke kawasan wisata alam unggulan tersebut.

Hasanudin menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya kedua turis asal Austria itu.

Namun, ia menegaskan pemerintah daerah tidak boleh hanya berhenti pada ucapan belasungkawa tanpa langkah konkret untuk membenahi persoalan mendasar di destinasi wisata.

“Kejadian ini satu sisi memang kecelakaan, tetapi di sisi lain saya melihat adanya kegagalan perbaikan terhadap kondisi infrastruktur pariwisata di Labuan Bajo,” tegas Hasanudin kepada wartawan, Senin (25/5/2026).

Baca Juga :  Polres Manggarai Barat Beri Dukungan Moril untuk Nelayan Papagarang yang Selamat dari Musibah Laut

Menurutnya, tragedi tersebut menjadi tamparan serius bagi wajah pariwisata Labuan Bajo yang selama ini dipromosikan sebagai destinasi wisata premium kelas dunia.

Ia khawatir insiden maut itu akan mencoreng citra pariwisata Manggarai Barat di mata internasional.

“Saya sangat mengkhawatirkan citra pariwisata Labuan Bajo. Saat ini Labuan Bajo sudah menjadi wisata premium, sehingga kejadian seperti ini tentu menjadi citra buruk bagi pariwisata kita,” ujarnya.

  • Bagikan