LABUAN BAJO | NTTNEWS.NET – Tragedi maut yang menewaskan dua wisatawan asal Austria akibat terjatuh dari jembatan gantung di kawasan wisata Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), menuai sorotan keras dari pimpinan DPRD Manggarai Barat.
Mewakili 30 anggota DPRD Manggarai Barat, Ketua DPRD Manggarai Barat, Benediktus Nurdin, menyampaikan duka cita mendalam atas insiden tragis yang terjadi pada Minggu (24/5/2026) tersebut.
“Kami, segenap pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat, menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah meninggalnya dua wisatawan akibat jatuh dari jembatan gantung di kawasan wisata Cunca Wulang,” tegas Benediktus Nurdin dalam pernyataan resminya, pada Senin (25/5/2026).
Menurutnya, musibah tersebut bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi pukulan berat bagi masyarakat Manggarai Barat, khususnya sektor pariwisata yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
“Ini adalah kehilangan yang tidak hanya dirasakan oleh keluarga korban, tetapi juga oleh seluruh masyarakat Manggarai Barat, khususnya para pelaku pariwisata. Kami turut berduka dan mendoakan agar kedua korban diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan,” ujarnya.
Namun di balik belasungkawa itu, DPRD Manggarai Barat juga melontarkan kritik keras terhadap lemahnya pengawasan dan standar keselamatan di sejumlah destinasi wisata ekstrem di daerah super prioritas tersebut.
“Tragedi ini telah mencoreng wajah pariwisata kita. Ini tamparan keras bagi semua pihak. Karena itu kami meminta Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat segera melakukan evaluasi total terhadap seluruh sarana dan prasarana wisata ekstrem, tidak hanya di Cunca Wulang, tetapi juga seluruh spot wisata berisiko tinggi, termasuk jalur menuju Gua Rangko dan destinasi bahari lainnya,” kata Benediktus.
Ia mengingatkan bahwa status Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata kelas dunia tidak boleh hanya menjadi slogan tanpa jaminan keamanan bagi wisatawan.
“Labuan Bajo adalah pintu gerbang pariwisata kelas dunia. Dunia sedang menonton kita. Setiap insiden seperti ini akan menjadi pemberitaan global yang merusak citra destinasi super prioritas yang telah dibangun dengan biaya besar dan kerja keras banyak pihak,” ujarnya lagi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









