LABUAN BAJO | NTTNEWS.NET – Tragedi maut di destinasi wisata Air Terjun Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, mulai membuka tabir kelalaian serius dalam pengelolaan keselamatan wisata. Dua wisatawan asal Austria tewas mengenaskan setelah jembatan gantung rapuh yang mereka lintasi ambruk pada Minggu (24/5/2026).
Kini, Polres Manggarai Barat tak hanya menyelidiki penyebab kecelakaan, tetapi juga membidik dugaan kelalaian pidana terkait buruknya tata kelola infrastruktur dan pengawasan keselamatan di objek wisata unggulan tersebut.
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., menegaskan pihaknya bergerak cepat sejak menerima laporan insiden maut tersebut. Tim Inafis Satreskrim langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti.
“Begitu menerima laporan, personel piket fungsi bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Manggarai Barat langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP, mengamankan area, memasang garis polisi, serta mengevakuasi korban ke RSUD Komodo guna pemeriksaan visum. Sejajar dengan itu, penyelidikan intensif langsung kami lakukan guna mengungkap penyebab pasti runtuhnya infrastruktur jembatan tersebut,” tegas AKBP Christian Kadang, Senin (25/5/2026).
Korban diketahui merupakan pasangan suami istri asal Austria berinisial J (54) dan A (56) yang tengah berlibur menikmati panorama alam Cunca Wulang. Namun liburan itu berubah menjadi petaka ketika keduanya melintasi jembatan gantung setinggi sekitar 10 meter.
Menurut hasil olah TKP sementara, papan pijakan jembatan tiba-tiba jebol saat diinjak korban. Keduanya terjatuh bebas dan menghantam bebatuan sungai di dasar jurang. Polisi menemukan lubang menganga sepanjang sekitar 1,20 meter di lantai jembatan yang patah.
Fakta di lapangan memperlihatkan kondisi jembatan yang sangat memprihatinkan dan diduga sudah lama tidak layak digunakan. Polisi menemukan jaringan pengaman di sisi kiri dan kanan jembatan rusak parah bahkan hilang hingga 90 persen.
Tak hanya itu, kayu penyangga utama jembatan ditemukan lapuk dimakan usia. Sejumlah papan pijakan disebut sudah goyang, terangkat, bahkan sebagian terlepas dari rangkanya.
“Hasil pemeriksaan sementara mengungkap adanya kondisi jembatan yang sebagian papan sudah goyang dan terangkat. Selain itu, tidak terdapat SOP tertulis terkait pengecekan rutin jembatan maupun sistem keselamatan wisata yang memadai,” ungkap Christian.
Ironisnya, objek wisata yang setiap hari memungut retribusi dari wisatawan itu justru diduga mengabaikan aspek keselamatan dasar pengunjung.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi menemukan adanya pungutan resmi tiket masuk yang aliran dananya masuk ke kas Dinas Pariwisata Manggarai Barat dan Pemerintah Desa Cunca Wulang. Namun fasilitas keselamatan di lokasi justru nyaris tidak tersedia.
Tidak ditemukan rambu-rambu bahaya di titik rawan, tidak ada standar evakuasi darurat, bahkan wisatawan disebut tidak mendapat perlindungan asuransi kecelakaan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









