Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

9 Hari Pelaku Belum Ditangkap! Warga Adat Mbehal Geruduk Polres Mabar, Tagih Janji Penegakan Hukum Kapolres

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260806 114645
Sekitar 50 warga bersama para tetua adat dari Kampung Mbehal, Kampung Rungkam, dan Kampung Tebedo mendatangi Markas Polres Manggarai Barat, Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 09.20 Wita. Kedatangan mereka bukan untuk melakukan aksi anarkis, melainkan menuntut kepastian hukum atas laporan polisi yang telah mereka buat sejak sembilan hari lalu pasca-insiden bentrokan pada 29 Juli 2026. (foto : Dok. Isth).

“Kami akhirnya membawa pulang surat itu. Kami menilai Polres Manggarai Barat belum menunjukkan keseriusan mengusut kasus ini, mulai dari pimpinan hingga jajaran di bawahnya,” katanya.

Doni juga mengungkapkan bahwa masyarakat memperoleh informasi Kapolres sedang sibuk sehingga tidak dapat menemui rombongan.

“Kami diminta menunggu, lalu diarahkan ke ruang SPKT. Setelah menunggu, kami diberi tahu bahwa Kapolres memiliki kesibukan lain. Apa kesibukan itu, silakan dikonfirmasi kepada pihak kepolisian. Yang jelas, kami tidak diterima,” ujarnya.

Menurut Doni, kondisi tersebut bertolak belakang dengan pernyataan kepolisian sebelumnya yang menyebut kasus Lengkong Warang merupakan persoalan serius karena berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan investasi di Manggarai Barat.

“Kalau memang kasus ini dianggap sangat urgen, seharusnya penanganannya juga serius. Faktanya, sampai hari ini kami belum melihat langkah nyata sebagaimana yang disampaikan kepada publik,” tegasnya.

Baca Juga :  Polres Manggarai Barat Lanjutkan Penyelidikan Laka Laut WNA China

Ia mengatakan para tetua adat hanya menginginkan satu hal, yakni penegakan hukum yang cepat, adil, dan transparan.

“Harapan para tetua adat sederhana. Kami meminta kasus ini diselesaikan secara terang, cepat, adil, dan transparan. Mereka masih menaruh harapan kepada kepolisian,” katanya.

Saat ditanya wartawan apakah lambannya penanganan perkara mengindikasikan keberpihakan aparat kepada pihak tertentu, Doni mengaku belum dapat menyimpulkan hal tersebut. Namun ia mengaku muncul kecurigaan di tengah masyarakat.

“Kami tidak bisa menyimpulkan seperti itu. Tetapi dengan lambannya penanganan perkara ini, kami menduga ada sesuatu yang tidak beres. Dugaan itu muncul karena masyarakat melihat proses hukum berjalan sangat lambat,” ujarnya.

Baca Juga :  Aduan Warga Viral, Kapolres Christian Kadang Gerak Cepat! Resmob Komodo Sambangi Cafe Mabar

Ia juga mengingatkan bahwa rasa kecewa masyarakat dapat memengaruhi hubungan dengan aparat dalam proses mediasi ke depan.

“Kalau nanti ada upaya-upaya mediasi dari kepolisian, tentu masyarakat akan menanggapinya dengan rasa skeptis. Kepercayaan itu mulai berkurang karena kami merasa tidak mendapat keseriusan dalam penanganan perkara ini,” katanya.

Menutup keterangannya, Doni meminta dukungan insan pers agar terus mengawal proses hukum yang sedang berjalan.

“Kami berterima kasih kepada rekan-rekan wartawan yang membantu menyampaikan persoalan ini kepada masyarakat Manggarai Barat. Kami berharap apa yang kami alami menjadi perhatian bersama agar penegakan hukum benar-benar memberikan rasa keadilan bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya. **

  • Bagikan