Ia menegaskan bahwa Disparekrafbud sangat terbuka terhadap seluruh masukan DPRD terkait pembenahan sektor pariwisata pasca tragedi Cunca Wulang.
“Pada prinsipnya kami menerima dengan sangat baik segala catatan dan masukan dari teman-teman DPRD terkait kepariwisataan, khususnya yang berkaitan dengan pembenahan setelah kejadian kemarin,” tegas Petrus.
Terkait kapasitas jembatan yang ambruk, Petrus mengaku belum mempelajari secara rinci dokumen teknis konstruksi. Namun berdasarkan informasi yang selama ini terpasang di lokasi wisata, terdapat pembatasan jumlah pengguna jembatan.
“Kalau secara visual dan berdasarkan papan informasi yang ada di lokasi, kapasitas maksimal jembatan itu sekitar 750 kilogram atau maksimal 10 orang dalam satu kali lintasan,” katanya.
Mengenai masa pemeliharaan dan standar pergantian material kayu jembatan, Petrus menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik untuk mendalami berdasarkan dokumen kontrak dan spesifikasi teknis proyek.
“Saya tidak punya kapasitas untuk menjawab berapa tahun sekali kayu harus diganti. Semua spesifikasi dan dokumen pekerjaan sudah kami serahkan kepada pihak kepolisian untuk didalami lebih lanjut,” ujarnya.
Petrus juga menjelaskan langkah cepat yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat setelah tragedi terjadi.
Menurut dia, prioritas utama saat itu adalah proses evakuasi korban, penanganan jenazah, serta memastikan seluruh dokumen administrasi yang dibutuhkan segera tersedia.
“Fokus kami saat itu adalah bagaimana mengevakuasi korban terlebih dahulu, memastikan barang-barang pribadi korban aman, kemudian mengurus seluruh dokumen yang diperlukan, termasuk surat keterangan kematian untuk kebutuhan proses di imigrasi dan kedutaan,” jelasnya.
Ia mengaku turut merasakan duka mendalam atas meninggalnya dua wisatawan asal Austria tersebut.
“Secara personal kami juga merasakan kedukaan yang mendalam. Kami bahkan berinisiatif mencari informasi keluarga korban melalui media sosial agar informasi bisa segera diteruskan kepada pihak yang berkepentingan,” tuturnya.
Hingga kini, kata Petrus, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat masih berkoordinasi dengan pihak kedutaan dan instansi terkait mengenai proses pemulangan jenazah ke negara asal.
“Sesuai informasi yang kami terima, jenazah rencananya akan diberangkatkan ke Denpasar untuk proses kremasi sebelum dipulangkan ke Austria. Namun jadwal pastinya masih menunggu koordinasi lebih lanjut dari pihak terkait,” pungkasnya.
Sementara itu, penyidik Satreskrim Polres Manggarai Barat terus melakukan pendalaman terhadap berbagai aspek yang berkaitan dengan tragedi maut Cunca Wulang, termasuk pembangunan, pemeliharaan, pengelolaan destinasi wisata, serta kemungkinan adanya unsur pelanggaran hukum yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









