Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Dirut Perumda Wae Mbeliling Pastikan Layanan Air di Labuan Bajo Terus Dibenahi, Pelanggan Kini Tembus 11 Ribu

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
06d5edb0 4dc7 11f1 9d5a 83fd5ef7f933
Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Wae Mbeliling, Ponsianus Mato. (foto : Dok. Isth).

“Kami sangat terbuka terhadap kritik dan masukan. Sebagai lembaga pelayanan publik kami tidak boleh alergi terhadap kritik,” katanya.

Ponsianus menjelaskan, distribusi air di Labuan Bajo saat ini masih menggunakan sistem pengaliran bergilir. Namun ia memastikan volume air yang diberikan kepada pelanggan sebenarnya sudah mencukupi kebutuhan harian.

Ia menyebut, rata-rata kebutuhan air rumah tangga dihitung sekitar 500 liter per hari untuk satu keluarga.

“Dalam setiap pengaliran, sebenarnya kami mampu suplai 1.500 hingga 3.000 liter per pelanggan. Kendalanya sering kali karena tempat penampungan pelanggan terlalu kecil,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta masyarakat menyiapkan bak penampungan air dengan kapasitas yang lebih besar, terutama menghadapi musim kemarau panjang yang diperkirakan melanda wilayah NTT tahun ini.

“Kalau pelanggan punya penampungan besar, mereka tidak akan terlalu kesulitan air meskipun pengaliran bergilir,” jelasnya.

Baca Juga :  Krisis Air Bersih di Paralando Disorot, GEMPAR Gelar Aksi di Kantor Bupati Manggarai

Terkait pelanggan yang menunggak pembayaran hingga berbulan-bulan, Ponsianus menegaskan Perumda akan tetap menerapkan aturan tegas.

Menurutnya, hubungan antara Perumda dan pelanggan merupakan hubungan perdata yang melahirkan hak dan kewajiban kedua belah pihak.

“Kalau kewajiban pelayanan sudah kami tunaikan, maka pelanggan juga wajib membayar tagihan. Biasanya bulan ketiga kami lakukan pemutusan sementara,” katanya.

Ia menegaskan langkah tersebut penting untuk menjaga keberlangsungan operasional Perumda yang saat ini sudah mandiri tanpa subsidi pemerintah.

“Biaya operasional terus meningkat, apalagi penggunaan pompa dan pelayanan 24 jam. Karena itu kedisiplinan pembayaran pelanggan sangat penting,” ujarnya.

Untuk memudahkan masyarakat, Perumda Wae Mbeliling kini telah menyediakan berbagai metode pembayaran digital.

Pelanggan dapat melakukan pembayaran melalui Bank NTT, aplikasi Wonder, BRImo, maupun aplikasi khusus “PDAM Info” yang dapat diunduh melalui Play Store.

Baca Juga :  Tugas Perdana Kadis PKO Mabar di Lembor, Agus Gias Resmi Buka O2SN 2026 dan Tekankan Sportivitas

“Ini bentuk kemudahan bagi pelanggan supaya tidak harus datang ke kantor,” kata Ponsianus.

Bagi masyarakat yang ingin menjadi pelanggan baru, Perumda Wae Mbeliling menetapkan sejumlah persyaratan administrasi seperti KTP, Kartu Keluarga, dan kesiapan lokasi jaringan.

Petugas Perumda nantinya akan melakukan survei lapangan untuk memastikan kapasitas jaringan mencukupi dan tidak mengganggu pelanggan lain.

“Kami harus memastikan tekanan air tetap stabil dan pelayanan pelanggan lama tidak terganggu ketika ada sambungan baru,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan kebocoran jaringan air di lingkungan sekitar.

“Kalau ada pipa bocor segera informasikan ke kami melalui call center atau media sosial supaya cepat ditangani,” pungkasnya. **

  • Bagikan