“Saya melihat anak-anak SMA menerima uang sebesar Rp100.000 dari om Nong,” ungkap salah satu sumber yang tidak ingin disebutkan namanya.
Dugaan praktik politik uang ini mencoreng proses demokrasi yang semestinya berjalan secara jujur dan adil.
“Masyarakat berharap pihak terkait, termasuk Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dapat menyelidiki kasus ini secara serius untuk menjaga integritas Pilkada Manggarai Barat, ” Ujar masyarakat itu.
Praktik politik uang tidak hanya merusak proses demokrasi, tetapi juga menciptakan preseden buruk bagi masa depan politik di daerah ini.
“Transparansi dan keadilan adalah kunci untuk memastikan Pilkada berlangsung bersih dan demokratis, ” Tutupnya.
Saat dikonfirmasi oleh NTTNews.net pada Senin pagi (25/11/2024), Nong menanggapi pertanyaan wartawan dengan sikap defensif dan bertanya balik, “Ini siapa? Kau siapa?” melalui aplikasi WhatsApp.
Ketika wartawan mencoba mengklarifikasi dugaan keterlibatannya dalam pembagian uang, nomor kontak wartawan malah diblokir oleh Nong. Padahal sebelumnya, wartawan telah memperkenalkan diri secara resmi. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









