Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Tiga Anggota Brimob Ditikam Anggota TNI di Labuan Bajo, Kapolda dan Pangdam Pastikan Soliditas Tetap Terjaga

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
676eb290 656b 11f1 be6e f14e935d1558
Soliditas dan sinergitas yang selama ini terjalin erat antara TNI dan Polri di Nusa Tenggara Timur kembali dibuktikan melalui langkah cepat para pimpinan kedua institusi dalam menyikapi insiden kesalahpahaman kasus penikaman yang melibatkan sejumlah anggota Polri dan TNI di Dusun Waemata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (11/6/2026) dini hari. (foto : Dok. Isth).

KUPANG | NTTNEWS.NET – Soliditas dan sinergitas yang selama ini terjalin erat antara TNI dan Polri di Nusa Tenggara Timur kembali dibuktikan melalui langkah cepat para pimpinan kedua institusi dalam menyikapi insiden kesalahpahaman kasus penikaman yang melibatkan sejumlah anggota Polri dan TNI di Dusun Waemata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (11/6/2026) dini hari.

Merespons kejadian tersebut, Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., bersama Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, S.H., M.H., serta Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono langsung melakukan koordinasi intensif guna memastikan situasi keamanan tetap terkendali dan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.

Sebagai bentuk komitmen menjaga profesionalitas dan objektivitas dalam penanganan kasus, TNI dan Polri sepakat menurunkan tim gabungan dari Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda NTT serta Polisi Militer Angkatan Darat (POM AD) untuk melakukan pemeriksaan dan pendalaman fakta secara menyeluruh.

Baca Juga :  Kejari Mabar Sikat Tunggakan Pajak, Rp1,06 Miliar Berhasil Diselamatkan ke Kas Daerah

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, menjelaskan bahwa insiden tersebut bermula usai sejumlah personel Brimob menghadiri acara misa syukuran pelantikan anggota Brimob, Bripda JGR, yang berlangsung di Dusun Waemata.

“Acara berlangsung aman, tertib, dan penuh suasana kekeluargaan. Namun setelah kegiatan selesai dan memasuki dini hari, terjadi kesalahpahaman komunikasi yang kemudian memicu gesekan spontan antar beberapa anggota di lapangan,” ujar Kombes Henry.

Menurutnya, personel yang berada di lokasi segera mengambil langkah cepat untuk melerai dan meredam situasi sehingga tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Selanjutnya, pimpinan Polres Manggarai Barat mengarahkan seluruh personel kembali ke markas kompi secara tertib demi menjaga stabilitas keamanan wilayah.

Baca Juga :  Warga Keluhkan Pungutan Saat Penyaluran Bantuan Pangan di Desa Riung

Kombes Henry menegaskan bahwa perhatian utama saat ini adalah memastikan seluruh personel yang mengalami luka mendapatkan penanganan medis secara maksimal.

“Saat ini beberapa personel sedang menjalani perawatan di RS Siloam Labuan Bajo. Arahan Bapak Kapolda, Bapak Pangdam, dan Bapak Danrem sangat jelas, yakni memastikan seluruh personel yang terdampak memperoleh perawatan terbaik hingga pulih sepenuhnya,” tegasnya.

Selain penanganan medis, tim gabungan Propam dan POM AD juga tengah melakukan investigasi secara objektif guna memperoleh gambaran utuh mengenai kronologi dan penyebab peristiwa tersebut. Proses ini dilakukan secara transparan, profesional, dan berdasarkan fakta di lapangan.

  • Bagikan