“Resimen Ekologi GEKIRA adalah manifestasi komitmen kebangsaan sekaligus panggilan iman. Ini bukan sekadar program organisasi, tetapi refleksi filosofis tentang tanggung jawab manusia terhadap alam,” ujarnya.
Menurutnya, gerakan ekologis bukan hanya aksi fisik seperti penanaman pohon atau rehabilitasi lahan, tetapi juga gerakan pertobatan ekologis—perubahan cara pandang dan gaya hidup.
Bagi Laurencus Pakpahan, mandat sebagai Komandan Nasional adalah amanah besar yang menuntut konsistensi, integritas, dan kerja sistematis.
Ia menegaskan akan segera membentuk struktur organisasi dari tingkat pusat hingga daerah agar Resimen Ekologi dapat bekerja efektif dan terukur.
“Kami akan bergerak cepat. Visi untuk menanam satu juta pohon harus diwujudkan dengan perencanaan matang, kolaborasi lintas sektor, dan partisipasi masyarakat,” tegas Laurencus.
Program prioritas Resimen Ekologi GEKIRA meliputi:
1. Gerakan nasional penanaman dan rehabilitasi hutan
2. Edukasi kesadaran ekologis berbasis komunitas dan gereja
3. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan organisasi masyarakat
4. Kampanye gaya hidup ramah lingkungan
Kelahiran Resimen Ekologi GEKIRA bukan sekadar pembentukan badan baru dalam struktur organisasi. Ia adalah deklarasi etis bahwa merawat bumi merupakan bagian tak terpisahkan dari perjuangan kebangsaan dan pengabdian kepada kemanusiaan.
Dalam semangat itu, GEKIRA menegaskan bahwa masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan menjaga warisan ekologis bagi generasi mendatang.
Sebuah komitmen bahwa Indonesia harus tumbuh—tanpa kehilangan hijaunya alam. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









