Kehadiran keluarga pihak suami, Eduardus Ungkang, yang tidak muncul di lokasi menambah kompleksitas situasi.
Kehadiran pejabat dan aparat hukum lainnya, seperti Kadis Dinsos Mabar Marselinus Jebaru, Kabid PPA Dinsos Mabar Fatima Melani Rambing, dan Kades Nggorang Bonifasius Mansur, menegaskan bahwa kasus ini mendapat perhatian tinggi.
Sebelumnya, Kapolres Manggarai Barat melalui Kasat Reskrim menjelaskan bahwa otopsi bertujuan tidak hanya untuk memeriksa kondisi fisik jenazah, tetapi juga sebagai langkah penting dalam mengumpulkan bukti-bukti yang dapat mengungkap fakta di balik kematian Elda.
“Otopsi ini melibatkan tim forensik dari Kupang, Inafis, dan pengamanan dari Polres Manggarai Barat,” jelas AKP Lufthi saat mengunjungi rumah korban pada Jumat malam (11/10).
Kasus ini kini menjadi sorotan masyarakat, dan penegakan hukum diharapkan dapat segera mengungkap kebenaran di balik kejadian tragis ini. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









