Berdasarkan nota pendapat JPU, kedua tersangka langsung ditahan dengan status tahanan di Rutan Kelas IIB Kupang dan Lapas Perempuan Kelas IIB Kupang selama 20 hari ke depan, terhitung sejak 18 September 2025.
Soma Dwipayana menjelaskan peran masing-masing tersangka dalam perkara tersebut.
“Tersangka PUKB selaku Kadiv Pemasaran Kredit adalah pemutus kredit atas debitur Rahmat, padahal diketahuinya syarat-syarat untuk pencairan kredit belum terpenuhi. Sementara SHB selaku Kasubdiv Pemasaran Kredit menyetujui laporan analisa kredit yang dibuat terpidana Mesakh Angladji, meski belum terpenuhi syarat pengikatan jaminan. Namun, tersangka tetap memproses dengan merekomendasikan permohonan kredit atas nama debitur Rahmat untuk mendapat persetujuan tersangka PUKB,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa Kejari Kota Kupang akan menuntaskan perkara ini dengan profesional.
“Kami segera menyelesaikan proses penyidikan dan pemberkasan secara profesional dan transparan sehingga perkara ini dapat segera dilimpahkan ke pengadilan untuk diperiksa dalam persidangan,” pungkas Soma. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









