“Sebagai Ketua DPRD empat periode dan kader Partai Golkar, Adrianus seharusnya memberi teladan yang baik, bukan justru menunjukkan perilaku premanisme di depan publik,” lanjutnya.
Kasus ini telah resmi dilaporkan ke Polres Malaka. Hingga kini, penyidik masih melakukan pemeriksaan sejumlah saksi dan bukti. Polisi berjanji akan menaikkan status perkara menjadi penyidikan apabila ditemukan bukti permulaan yang cukup.
Masyarakat Malaka pun ikut menyoroti kejadian ini. Beberapa warga menilai tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh seorang wakil rakyat adalah pelanggaran serius terhadap etika dan tanggung jawab publik.
“Kami butuh pemimpin yang melindungi, bukan yang menakuti rakyatnya,” ungkap seorang warga Besikama yang enggan disebutkan namanya.
Peristiwa ini menjadi ujian besar bagi aparat penegak hukum di Malaka untuk membuktikan netralitas dan keberanian mereka dalam menangani kasus yang melibatkan pejabat tinggi daerah.
IMMALA Kupang bersama sejumlah elemen masyarakat sipil berjanji akan terus mengawal jalannya proses hukum hingga tuntas.
“Kami akan awasi sampai ada kepastian hukum. Tidak boleh ada impunitas bagi pejabat publik yang melakukan kekerasan,” tutup Servasius dengan tegas. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









