Risal menjelaskan, panitia pada awalnya mengambil sikap untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Namun, panitia kemudian mendapat arahan agar laporan dilakukan secara langsung oleh korban.
“Pada saat itu korban masih menjalani penanganan medis. Setelah itu korban diarahkan ke Puskesmas Labuan Bajo untuk pemeriksaan dan keperluan pengambilan visum,” jelasnya.
Setelah proses pemeriksaan medis selesai, panitia bersama korban dan keluarga kemudian mendatangi SPKT Polres Manggarai Barat untuk membuat laporan resmi.
“Setelah proses pemeriksaan selesai, kami bersama korban dan keluarga kemudian mendatangi SPKT Polres Manggarai Barat. Laporan sudah diterima dan selanjutnya kami menyerahkan proses hukum kepada pihak yang berwenang,” ungkap Risal.
Risal juga menyampaikan bahwa pihak panitia telah mengunjungi Kaka Fred untuk melihat langsung kondisi korban.
“Hari ini kami sudah mengunjungi Kaka Fred. Puji Tuhan, kondisi beliau perlahan mulai membaik. Kami berharap beliau segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa,” katanya.
Menanggapi insiden tersebut, panitia kemudian berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan memutuskan menunda pertandingan semifinal PSSI Cup II yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026.
Penundaan dilakukan selama dua hari, yaitu Sabtu dan Minggu, 5–6 September 2026. Dengan demikian, pertandingan lanjutan dijadwalkan kembali berlangsung pada Senin, 7 September 2026.
Risal menjelaskan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan keamanan, kondusivitas kompetisi serta dukungan terhadap perangkat pertandingan.
“Pertandingan semifinal yang seharusnya berlangsung hari ini, Sabtu, 5 September 2026, kami putuskan untuk ditunda selama dua hari, yaitu Sabtu dan Minggu. Pertandingan akan kembali dilanjutkan pada Senin, 7 September 2026,” jelasnya.
“Ini juga merupakan bentuk keberpihakan dan dukungan mental kepada rekan-rekan wasit. Kami ingin memastikan mereka merasa aman dalam menjalankan tugasnya,” tegas Risal.
Selain menyerahkan aspek pidana kepada kepolisian, panitia juga mendorong agar persoalan tersebut ditindaklanjuti melalui mekanisme organisasi.
Panitia meminta ASKAB memberikan sanksi administratif yang setimpal terhadap pihak yang terbukti terlibat dalam insiden tersebut sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.
Panitia juga meminta ASKAB mempertimbangkan tindakan atau sanksi terhadap Komodo United sebagai klub yang menaungi pihak yang diduga melakukan tindakan tersebut apabila berdasarkan pemeriksaan organisasi ditemukan dasar untuk menjatuhkan sanksi.
“Kami menghormati proses hukum dan menyerahkan aspek pidana kepada kepolisian. Untuk aspek organisasi, kami mendorong ASKAB mengambil langkah sesuai aturan. Kalau memang ada dasar untuk memberikan sanksi kepada pihak yang terlibat maupun klub yang menaunginya, tentu kami berharap hal tersebut dapat diproses sesuai ketentuan,” ujar Risal.
Yono kembali mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan insiden tersebut sebagai momentum untuk melakukan evaluasi dan memperbaiki pelaksanaan kompetisi.
“Sepak bola harus menjadi tempat kita membangun persaudaraan. Kita boleh kecewa, boleh berbeda pendapat dengan keputusan wasit, tetapi semuanya harus diselesaikan dengan cara yang sesuai aturan. Jangan sampai emosi mengalahkan sportivitas,” kata Yono.
Ia juga mengajak seluruh pemain, pelatih, ofisial, suporter dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keberlangsungan PSSI Cup II.
“Kami ingin PSSI Cup tetap menjadi kompetisi yang sehat, aman dan menjunjung tinggi fair play. Mari kita hormati wasit, lawan, panitia dan seluruh perangkat pertandingan,” ujarnya.
Risal menambahkan, panitia akan melakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan dan pengawasan pertandingan sebelum kompetisi kembali dilanjutkan.
“Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali. Panitia akan melakukan evaluasi dan memperkuat koordinasi dengan pihak keamanan serta seluruh klub peserta. Kami berharap pertandingan berikutnya bisa berlangsung aman, tertib dan kondusif,” pungkasnya.
Panitia PSSI Cup II juga menyampaikan permohonan maaf kepada korban, keluarga korban, organisasi perwasitan, seluruh peserta, penonton, masyarakat dan pecinta sepak bola atas insiden yang telah mencederai semangat sportivitas dalam kompetisi.
Dengan penundaan tersebut, seluruh pihak diharapkan dapat menahan diri dan memberikan ruang kepada aparat penegak hukum serta organisasi terkait untuk menjalankan proses sesuai kewenangannya.
PSSI Cup II diharapkan kembali bergulir pada Senin, 7 September 2026 dengan semangat baru, mengedepankan keamanan, sportivitas, fair play serta penghormatan terhadap seluruh perangkat pertandingan. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









