Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

PAD Pariwisata Manggarai Barat Tembus 85 Persen, Disparekrafbud Optimistis Capai 90 Persen di Akhir 2025

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20251223 113818 1
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan (Disparekrafbud) Kabupaten Manggarai Barat, Stefanus Jemsifori. (foto : isth).

Meski demikian, Stefanus menyatakan optimisme tinggi terhadap prospek sektor pariwisata Manggarai Barat pada tahun 2026.

Optimisme tersebut didukung oleh penguatan kelembagaan pariwisata melalui pembentukan sekretariat bersama 15 asosiasi pariwisata yang telah difasilitasi pemerintah daerah.

“Kami sudah menyerahkan satu gedung untuk sekretariat bersama asosiasi pariwisata. Ini bertujuan untuk penertiban agen wisata, meningkatkan kepatuhan terhadap retribusi daerah, serta memberikan perlindungan bagi pelaku pariwisata lokal,” tegas Stefanus.

Baca Juga :  Puluhan Warga Hadang Penanaman Pilar Batas di Warloka Pesisir, Camat Komodo Turun Tangan dan Redam Penolakan

Menurutnya, keberadaan sekretariat bersama ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha pariwisata, sekaligus menciptakan tata kelola pariwisata yang lebih tertib, profesional, dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Stefanus juga menegaskan bahwa Labuan Bajo tetap masuk dalam 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) nasional, meskipun terjadi perubahan nomenklatur program pariwisata unggulan pemerintah pusat di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Kalau sebelumnya dikenal sebagai 5 Destinasi Super Prioritas (DSP), sekarang diperluas menjadi 10 Destinasi Pariwisata Prioritas. Labuan Bajo masih berada di dalamnya. Ini berarti perhatian pemerintah pusat serta dukungan APBN bagi Manggarai Barat masih sangat besar,” pungkasnya.

Baca Juga :  Kanisius Tegas ke Mario: Jangan Giring Opini Seolah Warga Harus Sediakan Tanah untuk KDMP

Dengan status tersebut, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat optimistis sektor pariwisata akan terus menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kontribusi PAD di tahun-tahun mendatang. **

  • Bagikan