Meski demikian, Stefanus menyatakan optimisme tinggi terhadap prospek sektor pariwisata Manggarai Barat pada tahun 2026.
Optimisme tersebut didukung oleh penguatan kelembagaan pariwisata melalui pembentukan sekretariat bersama 15 asosiasi pariwisata yang telah difasilitasi pemerintah daerah.
“Kami sudah menyerahkan satu gedung untuk sekretariat bersama asosiasi pariwisata. Ini bertujuan untuk penertiban agen wisata, meningkatkan kepatuhan terhadap retribusi daerah, serta memberikan perlindungan bagi pelaku pariwisata lokal,” tegas Stefanus.
Menurutnya, keberadaan sekretariat bersama ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha pariwisata, sekaligus menciptakan tata kelola pariwisata yang lebih tertib, profesional, dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama, Stefanus juga menegaskan bahwa Labuan Bajo tetap masuk dalam 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) nasional, meskipun terjadi perubahan nomenklatur program pariwisata unggulan pemerintah pusat di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Kalau sebelumnya dikenal sebagai 5 Destinasi Super Prioritas (DSP), sekarang diperluas menjadi 10 Destinasi Pariwisata Prioritas. Labuan Bajo masih berada di dalamnya. Ini berarti perhatian pemerintah pusat serta dukungan APBN bagi Manggarai Barat masih sangat besar,” pungkasnya.
Dengan status tersebut, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat optimistis sektor pariwisata akan terus menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kontribusi PAD di tahun-tahun mendatang. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









