Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pasar Murah Ninonk Ubah Peta Perdagangan, Harga Bawang Merah di Labuan Bajo Terjun Bebas

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
df647190 76eb 11f1 a782 3d5bf3751f10
Setelah beberapa pekan lalu masyarakat harus membeli bawang merah dengan harga mencapai Rp40.000 per kilogram, kini harga komoditas tersebut di sejumlah pasar tradisional dan lapak penjualan di Labuan Bajo berangsur turun menjadi Rp25.000, bahkan di beberapa titik telah menyentuh Rp23.000 per kilogram. (foto : Dok. Isth).

Ia juga mengaku bersyukur melihat harga bawang merah di pasaran mulai mengalami penurunan.

“Alhamdulillah, sekarang harga di pasar mulai ikut turun. Itu artinya manfaat dari pasar murah ini bukan hanya dirasakan pembeli kami, tetapi juga masyarakat secara umum. Kami berharap kondisi ini bisa terus terjaga sehingga harga tetap stabil dan tidak memberatkan masyarakat,” katanya.

Selain memberikan dampak terhadap stabilitas harga pangan, usaha yang dijalankan Ninonk juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Dalam proses pascapanen, mulai dari pembersihan, penyortiran hingga pengemasan bawang merah, sejumlah ibu rumah tangga dilibatkan sehingga memperoleh tambahan penghasilan untuk membantu kebutuhan keluarga.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa kegiatan usaha tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian lokal.

Mulai dari petani yang memperoleh kepastian pasar, tenaga kerja lokal yang mendapatkan tambahan pendapatan, hingga masyarakat yang menikmati harga kebutuhan pokok lebih murah.

Baca Juga :  Ketua AWAMB di HUT Bhayangkara ke-80: Polri Harus Hapus Stigma "Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas" dan Perkuat Kepercayaan Publik

Sejumlah warga Labuan Bajo memberikan apresiasi terhadap langkah yang dilakukan Ninonk. Mereka menilai pasar murah menjadi solusi nyata dalam menekan harga kebutuhan pokok yang sebelumnya terus mengalami kenaikan.

“Kami sangat terbantu. Dulu beli bawang merah sampai Rp40 ribu per kilo, sekarang sudah turun menjadi sekitar Rp23 ribu sampai Rp25 ribu. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut karena manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ungkap salah Rina.

Apresiasi juga datang dari berbagai kalangan yang menilai inisiatif tersebut menjadi contoh bagaimana sektor swasta dapat berperan aktif memperkuat ekonomi daerah.

Kolaborasi langsung antara pelaku usaha dan petani dinilai mampu menciptakan tata niaga yang lebih efisien, memangkas biaya distribusi, sekaligus menjaga kestabilan harga di tingkat konsumen.

Baca Juga :  Forum Peduli Pariwisata Manggarai Barat Gelar Aksi Demonstrasi di Labuan Bajo, Ada Apa?

Keberhasilan menurunkan harga bawang merah dari kisaran Rp40.000 menjadi Rp25.000 bahkan Rp23.000 per kilogram menjadi harapan baru bagi masyarakat Labuan Bajo.

Langkah yang berawal dari keberanian membeli hasil panen petani secara langsung kini memberikan manfaat yang dirasakan oleh banyak pihak.

Apa yang dilakukan Ninonk membuktikan bahwa dunia usaha tidak semata-mata berbicara tentang keuntungan. Dengan keberpihakan kepada petani, keberanian memangkas rantai distribusi, serta komitmen menghadirkan harga pangan yang terjangkau, sebuah inisiatif sederhana mampu menciptakan perubahan nyata.

Dari lahan pertanian hingga meja makan masyarakat, manfaatnya kini dirasakan secara langsung dan menjadi contoh bahwa kolaborasi antara pelaku usaha, petani, dan masyarakat dapat menghadirkan sistem perdagangan yang lebih adil, sehat, dan berkelanjutan. **

  • Bagikan