Ia juga mengaku bersyukur melihat harga bawang merah di pasaran mulai mengalami penurunan.
“Alhamdulillah, sekarang harga di pasar mulai ikut turun. Itu artinya manfaat dari pasar murah ini bukan hanya dirasakan pembeli kami, tetapi juga masyarakat secara umum. Kami berharap kondisi ini bisa terus terjaga sehingga harga tetap stabil dan tidak memberatkan masyarakat,” katanya.
Selain memberikan dampak terhadap stabilitas harga pangan, usaha yang dijalankan Ninonk juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Dalam proses pascapanen, mulai dari pembersihan, penyortiran hingga pengemasan bawang merah, sejumlah ibu rumah tangga dilibatkan sehingga memperoleh tambahan penghasilan untuk membantu kebutuhan keluarga.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa kegiatan usaha tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian lokal.
Mulai dari petani yang memperoleh kepastian pasar, tenaga kerja lokal yang mendapatkan tambahan pendapatan, hingga masyarakat yang menikmati harga kebutuhan pokok lebih murah.
Sejumlah warga Labuan Bajo memberikan apresiasi terhadap langkah yang dilakukan Ninonk. Mereka menilai pasar murah menjadi solusi nyata dalam menekan harga kebutuhan pokok yang sebelumnya terus mengalami kenaikan.
“Kami sangat terbantu. Dulu beli bawang merah sampai Rp40 ribu per kilo, sekarang sudah turun menjadi sekitar Rp23 ribu sampai Rp25 ribu. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut karena manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ungkap salah Rina.
Apresiasi juga datang dari berbagai kalangan yang menilai inisiatif tersebut menjadi contoh bagaimana sektor swasta dapat berperan aktif memperkuat ekonomi daerah.
Kolaborasi langsung antara pelaku usaha dan petani dinilai mampu menciptakan tata niaga yang lebih efisien, memangkas biaya distribusi, sekaligus menjaga kestabilan harga di tingkat konsumen.
Keberhasilan menurunkan harga bawang merah dari kisaran Rp40.000 menjadi Rp25.000 bahkan Rp23.000 per kilogram menjadi harapan baru bagi masyarakat Labuan Bajo.
Langkah yang berawal dari keberanian membeli hasil panen petani secara langsung kini memberikan manfaat yang dirasakan oleh banyak pihak.
Apa yang dilakukan Ninonk membuktikan bahwa dunia usaha tidak semata-mata berbicara tentang keuntungan. Dengan keberpihakan kepada petani, keberanian memangkas rantai distribusi, serta komitmen menghadirkan harga pangan yang terjangkau, sebuah inisiatif sederhana mampu menciptakan perubahan nyata.
Dari lahan pertanian hingga meja makan masyarakat, manfaatnya kini dirasakan secara langsung dan menjadi contoh bahwa kolaborasi antara pelaku usaha, petani, dan masyarakat dapat menghadirkan sistem perdagangan yang lebih adil, sehat, dan berkelanjutan. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









