Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Feri Adu Desak Pemilik Kapal Rongsokan Angkut Bangkai Kapal dari Pulau Bajo: “Pulau Bajo Bukan Tong Sampah Kapal”

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260628 165844
Aktivis Kabupaten Manggarai Barat, Surion Adu Florianus atau yang akrab disapa Feri Adu, menyuarakan keprihatinannya terhadap kondisi Pulau Bajo yang dipenuhi kapal-kapal tua dan perahu rongsokan. (foto : screenshoot video).

LABUAN BAJO | NTTNEWS.NET – Aktivis Kabupaten Manggarai Barat, Surion Adu Florianus atau yang akrab disapa Feri Adu, menyuarakan keprihatinannya terhadap kondisi Pulau Bajo yang dipenuhi kapal-kapal tua dan perahu rongsokan.

Menurutnya, keberadaan bangkai kapal di kawasan tersebut telah merusak keindahan kawasan pesisir sekaligus mencederai nilai historis Pulau Bajo sebagai bagian dari sejarah lahirnya Kota Labuan Bajo.

Pernyataan itu disampaikan Feri Adu saat berada langsung di kawasan Pulau Bajo, yang terletak di pesisir depan Hotel Meruorah Labuan Bajo.

Ia menilai tumpukan kapal-kapal yang sudah tidak beroperasi lagi telah mengganggu estetika kota yang selama ini dikenal sebagai destinasi pariwisata super premium Indonesia.

Baca Juga :  Konferensi Kerja I PGRI Manggarai Barat 2026 Resmi Dibuka Kadis Pendidikan

Menurut Feri, Pulau Bajo bukan sekadar kawasan pesisir biasa, tetapi memiliki nilai sejarah yang melekat dengan perkembangan Kota Labuan Bajo hingga menjadi ibu kota Kabupaten Manggarai Barat.

“Saya sedang berada di Pulau Bajo yang merupakan kawasan pesisir di depan Hotel Meruorah. Pemandangan yang saya lihat sangat tidak lazim dan tidak mencerminkan wajah kota pariwisata super premium. Tumpukan kapal-kapal tua yang berjejer di sini justru mengotori kawasan yang memiliki nilai historis terhadap keberadaan Kota Labuan Bajo,” ujar Feri Adu, Minggu (28/6/2026).

Ia menegaskan bahwa Pulau Bajo tidak boleh dijadikan lokasi pembuangan kapal-kapal yang sudah tidak layak pakai.

Baca Juga :  Polres Mabar dan Sat Polairud Ukir Prestasi, 12 Personel Terima Penghargaan dari Kementerian Kehutanan RI

Menurutnya, apabila kondisi tersebut terus dibiarkan, citra Labuan Bajo sebagai destinasi wisata kelas dunia akan ikut tercoreng.

“Pulau Bajo jangan dijadikan tong sampah kapal maupun perahu rongsokan. Kawasan ini mempunyai nilai sejarah yang harus dijaga bersama. Karena itu saya meminta seluruh pemilik kapal yang telah membuang kapal-kapal tua di Pulau Bajo agar segera datang mengambilnya sebelum kami melakukan langkah untuk membersihkan kawasan ini,” tegasnya.

Feri mengatakan, masyarakat yang peduli terhadap kelestarian Pulau Bajo berencana melakukan aksi pembersihan kawasan tersebut.

  • Bagikan