Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

PMKRI Duga Ada Aliran Dana Geotermal dan PLTU Ropa ke ETMC, Desak Bupati Tidak Hindar dari Perjuangan Gereja

Kontributor : Rian Laka Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20251026 022235
Ketua PMKRI Cabang Ende saat memberikan orasi politik di momentum pelantikan di Aula Paroki Onekore, Ende, Minggu 25 Oktober 2025. (foto : isth).

ENDE, NTTNEWS.NET – Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ende periode 2025–2026, Daniel Sakof Turot, melontarkan dugaan serius terkait adanya aliran dana dari pihak manajemen Geotermal dan PLTU Ropa kepada panitia pelaksana El Tari Memorial Cup (ETMC) di Kabupaten Ende.

Pernyataan tersebut disampaikan Daniel dalam pidato politiknya di Aula Onekore, Minggu (25/10/2025).

“Kami menduga ada dana dari Geotermal dan PLTU Ropa yang mengalir ke penyelenggara ETMC. Dugaan ini muncul karena sikap Bupati Ende yang tampak abu-abu terhadap permintaan hirarki Gereja mengenai izin investasi Geotermal yang berpotensi merusak lingkungan,” tegas Daniel di hadapan peserta kegiatan.

Menurut Daniel, sikap tidak tegas Bupati Ende terhadap persoalan Geotermal dan PLTU Ropa menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Ini Bukan Konservasi! AWSTAR Serang Kebijakan Kuota di Taman Nasional Komodo

Ia menilai, Bupati seharusnya tidak menghindar dari perjuangan hirarki Gereja, terutama dalam hal perlindungan lingkungan dan kemaslahatan publik.

“Kalau Bupati Ende tidak segera bersikap terhadap proyek Geotermal dan PLTU Ropa, maka dugaan kami soal aliran dana itu bisa benar. Karena bicara soal lingkungan bukan hanya urusan politik, tetapi soal kehidupan banyak orang,” ujarnya dengan nada tegas.

Daniel menegaskan bahwa PMKRI Cabang Ende akan terus berdiri di garis depan dalam memperjuangkan keadilan ekologis dan menolak segala bentuk investasi yang berpotensi merusak alam Flores.

“Panas bumi atau Geotermal memang sering diklaim sebagai energi hijau, tapi kalau dalam praktiknya merusak alam dan menyingkirkan rakyat kecil, itu bentuk kejahatan lingkungan. Tidak ada alasan bagi PMKRI untuk mundur dari perjuangan ini,” katanya.

Baca Juga :  RSUD Komodo Resmi Gelar Onsite Training SIM-RS, Dorong Transformasi Digital Layanan Kesehatan

Dalam kesempatan tersebut, Daniel juga mengingatkan Bupati Benediktus Tote Badeoda dan Wakil Bupati Domi Mere agar segera menunjukkan keberpihakan mereka terhadap rakyat dan lingkungan.

“Kami memberi alarm bagi pemerintah daerah. Jika Bupati dan Wakil Bupati tidak mampu bersikap di tengah krisis lingkungan akibat proyek Geotermal dan PLTU Ropa, maka kerusakan ekologis bisa berdampak sistemik bagi masyarakat Ende dan sekitarnya,” tandas Daniel, putra asal Sorong, Papua itu.

Ia menutup pernyataannya dengan komitmen bahwa PMKRI akan terus menjadi benteng moral dalam mengawal isu-isu lingkungan dan memastikan kebijakan publik berpihak pada kepentingan rakyat.

“PMKRI Ende akan tetap menjadi garda terdepan melawan kejahatan para investor yang mengancam lingkungan hidup masyarakat Ende dan Flores pada umumnya,” pungkasnya. **

  • Bagikan