“Kami fokus membangun kerja sama tim dan fisik para pemain. Ini bukan hanya soal pertandingan, tapi juga ajang pembelajaran dan pembentukan karakter generasi muda,” kata Budijo.
Dukungan juga datang dari tim medis yang terdiri atas Finsensius Hardin dan Benediktus Murdani, yang siap memastikan para pemain berada dalam kondisi prima sepanjang turnamen. Keamanan dan ketertiban tim menjadi tanggung jawab Ferdinandus Gadijo, yang memastikan semua anggota tim tetap fokus dan disiplin.
Turnamen ini disambut hangat oleh masyarakat, terutama para orangtua dan tokoh masyarakat dari empat kampung yang menjadi basis PORDAM FC. Mereka memberikan dukungan penuh kepada para pemuda sebagai wujud nyata komitmen untuk mendorong kemajuan generasi muda di bidang olahraga.
“Kami bangga melihat anak-anak muda kami bersatu dalam semangat olahraga. Ini bagian dari warisan nilai-nilai positif yang kami tanamkan sejak dini,” ujar salah satu tokoh masyarakat Kampung Rengkas.
Salah satu Panitia Turnamen 100 Tahun Gereja Rekas, Onal Baruk, menyampaikan bahwa turnamen ini bukan sekadar ajang olahraga, tetapi menjadi bagian dari rangkaian perayaan rohani dan sosial yang mencerminkan semangat 100 tahun pelayanan Gereja di tengah umat.
“Kami ingin perayaan seratus tahun ini dikenang sebagai momentum kebangkitan semangat pelayanan, persaudaraan, dan solidaritas. Sepak bola menjadi bahasa universal untuk mempererat tali persaudaraan,” ungkap Onal. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









