Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Semangat Pramuka Berkobar dalam Peringatan HUT Baden Powell ke-168 di Manggarai Barat

  • Bagikan
IMG 20250227 160356
Ketua Kwarcab Pramuka Manggarai Barat, Yovita Dewi Suriany, SST. GZ. (foto : NTTNews.net/Andy).

LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Baden Powell ke-168, Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Manggarai Barat menggelar perkemahan selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 Februari 2025.

Acara puncak peringatan ini berlangsung di Kwartir Ranting (Kwaran) 1608 Mbeliling, tepatnya di Lapangan Sepak Bola Tembarai Rekas, Desa Kempo, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat.

Kegiatan ini diikuti oleh 627 peserta didik, 77 pembina, dan 30 panitia. Antusiasme para peserta terlihat sejak hari pertama, di mana mereka bersemangat mengikuti berbagai kegiatan kepramukaan, mulai dari keterampilan baris-berbaris, permainan edukatif, hingga penyuluhan mengenai kepemimpinan dan cinta lingkungan.

Baca Juga :  Salam Saputangan dan Politik Kesetaraan ala Marten Mitar

Sejumlah tokoh penting daerah turut hadir dalam acara ini, di antaranya Ketua DPRD Manggarai Barat Benediktus Nurdin, ST, Asisten I Hilarius Madin, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Yohanes Hani, M.Pd, serta beberapa camat, kapolsek, dan kepala desa dari Kecamatan Mbeliling dan Sano Nggoang.

Ketua Kwarcab Pramuka Manggarai Barat, Yovita Dewi Suriany, SST. GZ, dalam sambutannya mengajak seluruh peserta untuk meneladani semangat Baden Powell dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

“Salam Pramuka! Saya ingin mengajak kita semua untuk bersyukur atas kesempatan luar biasa ini. Kita berkumpul di sini bukan hanya untuk merayakan ulang tahun Baden Powell, tetapi juga untuk belajar menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya penuh semangat.

Baca Juga :  Fakta Persidangan Bongkar Klaim Tergugat, Sertifikat Tanah Diduga Salah Objek

Menariknya, meskipun hujan sempat turun selama kegiatan berlangsung, hal itu tidak menyurutkan semangat para peserta. Bahkan, Yovita menganggap kondisi tersebut sebagai bagian dari pelatihan kepramukaan yang sesungguhnya.

“Beberapa panitia sempat bertanya, ‘Kak, apakah kita harus pindah tenda karena hujan?’ Saya katakan, ‘Tidak! Kita harus berteman dengan alam, termasuk hujan dan lumpur.’ Inilah esensi Pramuka, menjadi insan yang tangguh, tidak mudah menyerah, dan mampu beradaptasi dengan kondisi apa pun,” ungkapnya.

  • Bagikan