Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

8 Tahun Layani Desa, Perumda Wae Mbeliling Tegaskan Komitmen Air untuk Rakyat

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
8304cac0 4857 11f1 b8d6 9ffbd4e32e60
Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Wae Mbeliling, Ponsianus Mato, melakukan kunjungan kerja ke Desa Nangalili, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat, Selasa (5/5/2026), dalam rangka memastikan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat tetap berjalan optimal dan berkelanjutan. (foto : Dok. Isth).

LABUAN BAJO | NTTNEWS.NET – Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Wae Mbeliling, Ponsianus Mato, melakukan kunjungan kerja ke Desa Nangalili, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat, Selasa (5/5/2026), dalam rangka memastikan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat tetap berjalan optimal dan berkelanjutan.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Perumda Wae Mbeliling dalam memperluas sekaligus menjaga kualitas layanan air minum, tidak hanya terpusat di ibu kota Labuan Bajo, tetapi juga menjangkau wilayah kecamatan hingga desa-desa.

Dalam kesempatan itu, Ponsianus Mato menegaskan bahwa kehadiran Perumda bukan semata-mata untuk mengejar keuntungan, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab sosial dalam menjamin kebutuhan dasar masyarakat.

Baca Juga :  Dana Desa Menipis, Siprianus Andalkan Jaringan Politik dan Janji Transparansi untuk Wewa Bangkit Lebih Sejahtera

“Perumda Wae Mbeliling bukan hanya melayani ibu kota Labuan Bajo, tetapi keberadaannya juga menyentuh wilayah kecamatan hingga desa. Hari ini kami berada di Desa Nangalili, Kecamatan Lembor Selatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Desa Nangalili telah mulai dilayani oleh Perumda Wae Mbeliling sejak tahun 2018. Selama kurang lebih delapan tahun, layanan air bersih di wilayah tersebut dinilai berjalan dengan baik, termasuk kondisi aset yang masih terawat.

“Desa Nangalili sudah dilayani sejak tahun 2018, dan puji Tuhan sampai saat ini masyarakat masih terlayani dengan baik, serta aset yang ada tetap terjaga,” katanya.

Baca Juga :  Martinus Mitar Ingatkan Pendidikan Bukan Seremoni, Tapi Penentu Masa Depan

Menurutnya, kurun waktu delapan tahun bukanlah waktu yang singkat dalam menjamin pelayanan dasar seperti air bersih. Oleh karena itu, aspek keberlanjutan menjadi hal penting yang harus terus diperhatikan.

“Artinya, delapan tahun bukan waktu yang relatif muda dalam menjamin kebutuhan dasar masyarakat. Yang menjadi perhatian kita adalah bagaimana keberlanjutan pelayanan ini tetap terjaga, karena ini menyangkut kehadiran negara dalam menjamin kualitas hidup warganya,” tegasnya.

  • Bagikan