Menurutnya, perkemahan merupakan sarana pembinaan dan pengembangan keterampilan peserta didik serta pembina untuk memperkuat persaudaraan, kecintaan terhadap alam, semangat gotong royong, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial di kalangan generasi muda.
“Melalui kegiatan kemping ini, setiap peserta diharapkan dapat merasakan langsung nilai kehidupan berkelompok, kemandirian, dan solidaritas, yang kelak menjadi bekal dalam bermasyarakat dan berbangsa,” ujarnya.
Perkemahan tahun ini diikuti oleh 1.241 peserta yang terdiri dari 917 anggota Pramuka Siaga, Penggalang, dan Penegak; 100 peserta DKC/DKR; serta 224 pembina.
Berbagai agenda kegiatan dilaksanakan, antara lain:
1. Kegiatan Keagamaan
2. Kegiatan Umum
3. Bakti Sosial (donor darah, penanaman pohon, dan aksi peduli lingkungan bersama masyarakat)
4. Kegiatan Prestasi (montenering & simpul, pionering, dinamika kelompok, PBB bertongkat dan yel-yel, kesenian, dan pengembangan diri)
5. Petualangan (outbound untuk Siaga dan penjelajahan bagi Penggalang & Penegak)
6. Kegiatan Khusus (rembuk Kamabigus, pembina dan bina damping, jumpa bina damping, karang pamitraan)
Usai memimpin apel pembukaan, Wabup Gonzalo berkeliling meninjau tenda-tenda perkemahan, berdialog dengan para peserta, dan berfoto bersama, menciptakan suasana akrab dan penuh semangat di tengah bumi perkemahan. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









