Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Siprianus Towan Siap Membawa Perubahan untuk Desa Bangka Lao

Kontributor : Pepy Kurniawan Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
d9d4d090 b722 11f1 81dc 45ac30e201f5
Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Bangka Lao, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai kian dekat. Salah satu figur yang mencuri perhatian publik adalah calon kepala desa nomor urut 3, Siprianus Towan. (foto : Dok. Isth).

RUTENG, NTTNEWS.NET – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Bangka Lao, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai kian dekat. Salah satu figur yang mencuri perhatian publik adalah calon kepala desa nomor urut 3, Siprianus Towan.

Mengusung visi “Mewujudkan Desa Bangka Lao yang Maju, Mandiri, Transparan dan Berkeadilan”, Siprianus Towan hadir bukan dengan janji kosong, melainkan dengan program kerja nyata yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

Dalam orasi politiknya di hadapan ratusan warga, Siprianus menegaskan komitmennya untuk membangun desa dari bawah bersama masyarakat.

Baca Juga :  PLN UP3 Flores Bagian Barat Gelar Customer Gathering, Perkuat Kolaborasi dan Kualitas Layanan Kelistrikan

“Saya maju bukan untuk mencari jabatan, tapi untuk mengabdi. Desa Bangka Lao butuh pemimpin yang hadir, mendengar, dan bekerja bersama rakyat,” tegas Siprianus Towan, Calon Kades No. Urut 3.

Sebagai seorang tenaga kesehatan, calon kepala desa Bangka Leo termuda itu mengusung tagline perjuangan PAMAN: Pelayanan, Adil, Merakyat, Amanah dan Nyata.

*P – Pelayanan*
Mengutamakan kepentingan masyarakat dengan meningkatkan kualitas pelayanan publik yang cepat, ramah, dan transparan demi kesejahteraan desa. Pelayanan diberikan tanpa membedakan suku, keluarga, status sosial, maupun pilihan politik.

Baca Juga :  PLN Flores Bagian Barat Tegaskan Komitmen Dengarkan Pelanggan: “Flores Bangkit, Senyum Pelanggan, Energi untuk Negeri”

*A – Adil*
Bantuan dan pembangunan diberikan berdasarkan data, kondisi, dan ketentuan yang berlaku, bukan karena kedekatan pribadi. Pembangunan tidak hanya berpusat di satu dusun, tetapi merata untuk semua. Setelah terpilih, kepala desa adalah milik seluruh masyarakat, termasuk yang berbeda pilihan.

  • Bagikan