LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET – Kematian tragis anggota Yonif TP 835/SYB, Prada Lucky Chpril Saputra Namo, yang diduga menjadi korban penganiayaan brutal oleh seniornya, memicu gelombang kemarahan dan kecaman luas dari berbagai kalangan.
Peristiwa memilukan ini tidak hanya menggoreskan duka mendalam di hati keluarga korban, tetapi juga menggugah empati publik sekaligus memantik desakan keras agar keadilan ditegakkan tanpa pandang bulu.
Di media sosial, ribuan warganet membanjiri lini masa dengan ungkapan belasungkawa dan amarah. Tagar-tagar kecaman mengemuka, menuntut agar para pelaku diadili secara transparan dan dihukum seberat-beratnya.
“Tidak ada alasan pembenaran untuk kekerasan di lingkungan militer. Korban adalah manusia, bukan alat,” tulis seorang pengguna media sosial, yang komentarnya mendapatkan ribuan tanda suka.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









