Kasus ini bermula dari sebuah video viral di media sosial yang merekam percekcokan antara dua pelajar di Ruteng terkait persoalan asmara. Video tersebut pertama kali muncul pada Jumat, 10 Januari 2025, dan dengan cepat menjadi perbincangan warganet.
Dalam video, R terlihat mendatangi sebuah rumah kos di Ruteng sambil membawa helm. Ia kemudian masuk ke salah satu kamar kos tanpa izin, menemui seorang remaja putri yang sedang berbaring di kamar. Tanpa basa-basi, R melayangkan beberapa pukulan menggunakan helm ke kepala penghuni kos, sambil meluapkan amarahnya.
Aksi R diduga dipicu oleh kecemburuan, setelah mengetahui pacarnya—yang ia sebut sebagai “suami”—terlihat berjalan bersama perempuan yang dilabraknya.
Video ini memicu berbagai reaksi di masyarakat, dari kecaman hingga keprihatinan. Banyak pihak menyoroti perilaku remaja tersebut sebagai cerminan krisis moral dan kegagalan pendidikan karakter.
Sekolah kini dihadapkan pada tanggung jawab besar untuk menangani kasus ini secara adil dan bijak, sembari menjaga nama baik institusi.
“Ini adalah ujian bagi kami sebagai sekolah Katolik untuk memastikan pendidikan moral dan karakter benar-benar diterapkan,” pungkas Fansy.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa pendidikan karakter bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga dan masyarakat. Dengan penanganan yang tepat, diharapkan insiden serupa tidak akan terulang di masa mendatang. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









