RUTENG, NTTNEWS.NET – Organisasi Gabungan Mahasiswa Kecamatan Mbeliling, Sano Nggoang, Boleng, dan Komodo (GAMMASANDO) Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng menggelar kegiatan bertajuk “GAMMASANDO Goes to Golo Curu” pada Sabtu, 10 Mei 2025.
GAMMASANDO merupakan organisasi ekstra kampus berbasis kedaerahan yang mewadahi mahasiswa Unika dari empat kecamatan di Kabupaten Manggarai Barat. Didirikan pada 26 Januari 2005, tahun ini GAMMASANDO merayakan dua dekade kiprah organisasi dengan tetap menjunjung tinggi mottonya: “Pro Invicem Sollicita Sint Membra” (Saling memperhatikan sebagai saudara).
Kegiatan di Golo Curu mengusung tema besar “Kolaboratif Bergerak dan Menggerakkan Menuju Indonesia Emas 2045.” Tema ini diimplementasikan dalam berbagai kegiatan, antara lain jalan sehat, bakti sosial, katekese, pelatihan public speaking, hingga doa Rosario bersama. Tujuan utama kegiatan ini adalah mempererat kebersamaan serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya sikap saling menghargai secara sosial dan ekologis.
Salah satu sesi utama adalah katekese bertema “Ekologi Integral” yang dipandu oleh Oktavianus Budiman Hibur dan Inosensius Serman, mahasiswa tingkat IV Program Studi Pendidikan Teologi. Dalam pemaparannya, mereka mengajak peserta merefleksikan peran kaum muda dalam menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.
“Kami ingin mengajak peserta merenungkan kembali bagaimana peran kita sebagai kaum muda dalam menjaga relasi harmonis dengan lingkungan,” ujar Oktavianus.
Sebelum sesi dimulai, keduanya juga memberikan pengantar mengenai pentingnya peran fasilitator dalam menyampaikan pesan iman secara kontekstual dan komunikatif.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi Sharing Public Speaking oleh Atrari Senudinari, seorang praktisi komunikasi sekaligus jurnalis. Dalam materinya, Atrari menekankan bahwa keterampilan berbicara di depan umum bukanlah bakat bawaan, melainkan hasil dari latihan dan kebiasaan.
“Semua orang bisa menjadi pembicara yang baik, asalkan mau terus berlatih dan mengevaluasi diri. Diksi adalah kekuatan dalam public speaking, dan kekayaan diksi hanya bisa diperoleh melalui kebiasaan membaca,” tegasnya.
Menariknya, kegiatan ini juga menyentuh aspek budaya lokal. Panitia menyajikan pangan tradisional seperti singkong, lawar daun singkong, dan pepaya sebagai bentuk cinta terhadap warisan kuliner daerah.
“Pemilihan menu ini adalah aksi konkret untuk menumbuhkan kecintaan terhadap pangan lokal. Ini juga merupakan penerapan nyata dari tema katekese dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Sekretaris Panitia, Susana Nirma.
Ketua Panitia, Hironimus Wanming, mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan acara. Ucapan serupa disampaikan oleh Ketua Umum GAMMASANDO, Safrianus Satrio Subur, mahasiswa semester IV Prodi PGSD.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









