NAGEKEO, NTTNEWS.NET – Suasana semarak Pacuan Kuda Piala Bupati Nagekeo Tahun 2025 yang digelar di Arena Tonggorambang, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, berubah menjadi kecemasan setelah dua joki cilik asal Soa dan Bima mengalami kecelakaan di lintasan pacu, Minggu (15/6/2025).
Insiden tersebut terjadi saat keduanya berlaga di kelas sprint sejauh kurang lebih 1.500 meter pada putaran ketiga babak penyisihan, menggunakan kuda kategori kelas A.
Dalam adu kecepatan yang memacu adrenalin itu, kedua joki terjatuh di tikungan yang sama tanpa menggunakan alat pelindung diri.
Suara sorakan penonton yang semula bergemuruh tiba-tiba berubah menjadi jeritan panik.
Seorang saksi mata meneriakkan, “Jokinya jatuh! Tolong bantu dia!” Sontak, ratusan pasang mata tertuju ke arah tikungan, lalu sebagian penonton berlari menuju lokasi kejadian.
“Saya lihat sendiri anak itu terpental di dekat garis akhir, tangan dan lututnya luka-luka,” ujar salah satu ibu yang menghampiri ambulans.
“Aduh, kasihan sekali… dia masih kecil. Kenapa panitia tidak siapkan alat pengaman? Ini sangat membahayakan,” keluhnya dengan nada emosional.
Kedua joki langsung mendapat penanganan dari tim medis di lokasi. Namun yang menjadi sorotan, perlombaan tetap dilanjutkan hingga akhir tanpa adanya evaluasi terbuka maupun imbauan keselamatan tambahan dari panitia.
Banyak pihak menyayangkan kelalaian panitia dan kurangnya perhatian terhadap standar keselamatan, terutama mengingat lebih dari setengah peserta diketahui tidak menggunakan perlengkapan pelindung seperti helm atau pelindung badan. Padahal, olahraga pacuan kuda tergolong berisiko tinggi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









