Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Dua Joki Cilik Terjatuh, Podium Roboh: Pacuan Kuda Piala Bupati Nagekeo 2025 Diwarnai Insiden dan Kritik

  • Bagikan
IMG 20250616 WA0107
Joki cilik asal Soa terjatuh dalam lintasaan pacuan kuda. (foto : NTTNews.net/Stefan).

NAGEKEO, NTTNEWS.NET – Suasana semarak Pacuan Kuda Piala Bupati Nagekeo Tahun 2025 yang digelar di Arena Tonggorambang, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, berubah menjadi kecemasan setelah dua joki cilik asal Soa dan Bima mengalami kecelakaan di lintasan pacu, Minggu (15/6/2025).

Insiden tersebut terjadi saat keduanya berlaga di kelas sprint sejauh kurang lebih 1.500 meter pada putaran ketiga babak penyisihan, menggunakan kuda kategori kelas A.

Dalam adu kecepatan yang memacu adrenalin itu, kedua joki terjatuh di tikungan yang sama tanpa menggunakan alat pelindung diri.

Baca Juga :  TNI AL Gagalkan Penyelundupan 112 Ribu Batang Rokok Ilegal di Labuan Bajo

Suara sorakan penonton yang semula bergemuruh tiba-tiba berubah menjadi jeritan panik.

Seorang saksi mata meneriakkan, “Jokinya jatuh! Tolong bantu dia!” Sontak, ratusan pasang mata tertuju ke arah tikungan, lalu sebagian penonton berlari menuju lokasi kejadian.

“Saya lihat sendiri anak itu terpental di dekat garis akhir, tangan dan lututnya luka-luka,” ujar salah satu ibu yang menghampiri ambulans.

“Aduh, kasihan sekali… dia masih kecil. Kenapa panitia tidak siapkan alat pengaman? Ini sangat membahayakan,” keluhnya dengan nada emosional.

Baca Juga :  Narkoba Masuk Markas TNI di Labuan Bajo, Lima Prajurit Kini Jalani Proses Hukum

Kedua joki langsung mendapat penanganan dari tim medis di lokasi. Namun yang menjadi sorotan, perlombaan tetap dilanjutkan hingga akhir tanpa adanya evaluasi terbuka maupun imbauan keselamatan tambahan dari panitia.

Banyak pihak menyayangkan kelalaian panitia dan kurangnya perhatian terhadap standar keselamatan, terutama mengingat lebih dari setengah peserta diketahui tidak menggunakan perlengkapan pelindung seperti helm atau pelindung badan. Padahal, olahraga pacuan kuda tergolong berisiko tinggi.

  • Bagikan