Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Martinus Mitar Ingatkan Pendidikan Bukan Seremoni, Tapi Penentu Masa Depan

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260502 135940
Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Martinus Mitar. (foto : Dok. Isth).

LABUAN BAJO | NTTNEWS.NET – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026 menjadi momentum reflektif bagi berbagai pihak, termasuk kalangan legislatif di daerah. Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Martinus Mitar, memanfaatkan momen tersebut untuk menegaskan kembali pentingnya pemerataan akses pendidikan serta penguatan karakter generasi muda, khususnya di wilayah destinasi super prioritas Labuan Bajo.

Dalam keterangannya kepada awak media, politisi yang akrab disapa Martin itu menilai bahwa pembangunan sektor pendidikan tidak boleh hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok desa, termasuk daerah pesisir dan pegunungan yang selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan.

Ia menekankan bahwa semangat Hardiknas harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan, melainkan sebagai panggilan moral untuk seluruh elemen bangsa agar terus memperjuangkan pendidikan yang inklusif dan berkualitas.

Baca Juga :  Hardiknas Jadi Alarm Pendidikan Mabar, Ketua DPRD Serukan Literasi, Karakter, dan Kolaborasi Tiga Pilar

“Hardiknas bukan sekadar upacara. Ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa pendidikan adalah kunci membuka masa depan. Saya mengajak seluruh pelajar dan tenaga pendidik di Manggarai Barat untuk tidak pernah putus asa, meskipun tantangannya berat,” ujar Martinus Mitar di sela-sela kegiatan reses di Kecamatan Komodo.

Menurut Martinus, masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang menjadi pekerjaan rumah bersama dalam sektor pendidikan di Manggarai Barat.

Ia menyebutkan, kekurangan tenaga guru di daerah terpencil, terbatasnya akses internet untuk menunjang pembelajaran digital, serta minimnya sarana dan prasarana seperti ruang kelas yang layak, menjadi tantangan nyata yang harus segera diatasi.

Baca Juga :  Ratusan Liter BBM Diduga Ilegal Disergap di Lamba Leda Selatan, Dua Orang Diamankan Polisi

Ia juga menyoroti kesenjangan kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan yang dinilai masih cukup tinggi. Kondisi ini, kata dia, berpotensi memperlebar ketimpangan sosial jika tidak ditangani secara serius dan berkelanjutan.

Sebagai wakil rakyat, Martinus menyatakan komitmennya untuk terus memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada sektor pendidikan.

Ia menegaskan bahwa DPRD memiliki peran strategis dalam memastikan alokasi anggaran pendidikan benar-benar tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat.

“Kami di DPRD akan terus mendorong agar anggaran pendidikan lebih berpihak kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama di wilayah terpencil. Ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia,” tegasnya.

  • Bagikan