Calon anggota DPR RI ini juga menunjukkan kekhawatirannya terhadap kejanggalan yang muncul terkait real count KPU.
Ia mencatat fluktuasi tabulasi data dan angka yang dialami oleh para calon, meragukan keakuratan proses tersebut.
“Tampilan front end tabulasi perolehan suara masing-masing calon DPR RI mengundang beberapa pertanyaan. Kami membutuhkan penjelasan resmi tentang apa yang terjadi dengan website Real Count KPU,” tegasnya.
Ardi Agal menilai bahwa hal ini memiliki dampak besar terhadap persepsi publik dan pendukung calon di lapangan.
Kritik yang dilontarkan oleh calon Anggota DPR RI nomor urut 3 dari Partai Golkar ini membuka diskusi lebih lanjut mengenai transparansi dan integritas Sistem Rekapitulasi Suara Pemilu yang saat ini tengah menjadi sorotan.
“Pertanyaan terhadap keberlanjutan dan akurasi sistem tersebut menjadi hal yang patut dipertimbangkan untuk menjaga kredibilitas proses demokrasi di daerah pemilihan NTT 1,” Tutup Ardi Agal, mantan petinju asal Manggarai Raya itu. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









