Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

AWSTAR Juara I Jurnalis Cup 1 2025, Turnamen Voli Putri Penuh Gairah Ditutup Meriah

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
FB IMG 1754306443681
AWSTAR Juara I Jurnalis Cup 1 tahun 2025. (foto : isth).

LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET Suasana sore itu di Lapangan Wae Kesambi, Desa Batu Cermin, Labuan Bajo, berubah menjadi lautan sorak-sorai. Ribuan penonton yang memadati arena menyaksikan partai puncak yang begitu menegangkan.

Smes keras dan pertahanan solid para srikandi dari tim AWSTAR akhirnya menutup perhelatan Turnamen Voli Putri Jurnalis Cup 1 2025 dengan gemilang.

Pada Minggu sore, 3 Agustus 2025, AWSTAR sukses mengalahkan tim tangguh Labuan Bajo Indah dalam duel final yang sarat emosi dan teknik tinggi.

Hasil tersebut mengukuhkan AWSTAR sebagai juara pertama di ajang perdana Jurnalis Cup, meninggalkan kesan mendalam dalam benak penonton maupun peserta.

Baca Juga :  Pasien Digigit Kalajengking Diduga Diblacklist RS Siloam Labuan Bajo, Apa Apa?

“Kami bermain dengan sepenuh hati. Ini bukan cuma soal menang, tapi membuktikan bahwa perempuan juga bisa berbicara banyak di dunia olahraga,” ujar kapten tim AWSTAR, Serlina Mesah, sambil menahan haru di akhir pertandingan.

Turnamen ini digagas oleh para jurnalis Manggarai Barat sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pembangunan olahraga, khususnya voli putri.

Diselenggarakan sejak 13 Juli hingga 3 Agustus 2025, Jurnalis Cup 1 sukses menghimpun 24 tim dari berbagai wilayah di Labuan Bajo dan sekitarnya.

“Awalnya kami hanya ingin membuat ruang bagi perempuan untuk tampil. Tapi melihat antusiasme tim-tim yang mendaftar dan dukungan publik, kami jadi semakin yakin bahwa Jurnalis Cup akan punya masa depan cerah,” ujar Ketua Panitia Pelaksana, Rikardus Nompa.

Baca Juga :  Diduga Tolak Pasien, Direktur RS Siloam Labuan Bajo Malah Blokir WhatsApp Wartawan

Tak hanya menjadi ajang olahraga, turnamen ini menjelma sebagai ruang silaturahmi, ajang ekspresi bakat, sekaligus penguat solidaritas antarwilayah. Atmosfer kompetisi pun tak pernah redup sejak peluit pertama dibunyikan.

Pertandingan berlangsung ketat, bahkan beberapa laga diwarnai protes tipis dari ofisial, sorakan penonton, dan tensi tinggi antar tim—semua menambah daya tarik kompetisi.

  • Bagikan