Lidah korban tergigit oleh gigi korban.
Tim medis menyimpulkan bahwa korban telah meninggal sekitar 2-3 jam sebelum ditemukan.
Kronologi Sebelum Kejadian, bahwa
pada malam sebelum kejadian (11 Januari 2025), korban sempat berbincang dengan rekan kerjanya, Pratu Valen, terkait masalah asmara.
Korban mengaku menghadapi tekanan untuk memenuhi permintaan belis sebesar Rp250 juta dari pihak keluarga calon istrinya, sementara ia hanya memiliki tabungan sekitar Rp40 juta.
Pagi hari sebelum kejadian, korban diketahui sempat mampir ke kos rekan kerjanya, Prada Ricky Dillak, untuk meminta rokok.
Kemudian, pukul 04.38 WITA, korban mengirimkan pesan terakhir kepada pacarnya melalui WhatsApp, yang berbunyi: “Sayang, saya sayang kamu, jangan lupa mama dan bapak di Rote.”
Pesan tersebut juga meminta pacarnya untuk melacak keberadaannya melalui iCloud. Sayangnya, korban tidak lagi merespons panggilan pacarnya setelah pesan tersebut terkirim.
Pernyataan Kodim 1627/Rote Ndao:
Komandan Kodim 1627/Rote Ndao menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.
“Pratu Andi Tambaru adalah prajurit yang berdedikasi. Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi kita semua untuk selalu memperhatikan kesejahteraan mental dan emosional setiap prajurit.”
Hingga berita ini diterbitkan, jenazah korban telah disemayamkan di RSUD Baa dan akan segera diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Kodim 1627/Rote Ndao akan terus berkoordinasi dengan pihak keluarga dan memberikan dukungan penuh.
Sumber: Kodim 1627/Rote Ndao
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









