Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pemeriksaan Kedua Kadis Pariwisata Manggarai Barat, Kasus Cunca Wulang Merambah Dugaan Korupsi

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
4ac14da0 5e46 11f1 9d7b c74ed6fab2ce
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan (Disparekrafbud) Kabupaten Manggarai Barat, Petrus Antonius Rasyid. (foto : Dok. Isth).

LABUAN BAJO | NTTNEWS.NET – Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan (Disparekrafbud) Kabupaten Manggarai Barat, Petrus Antonius Rasyid, telah dua kali menjalani pemeriksaan oleh aparat kepolisian terkait tragedi maut di destinasi wisata Air Terjun Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat.

Peristiwa tragis yang terjadi pada Minggu, 24 Mei 2026 itu menewaskan dua wisatawan asal Austria setelah jembatan gantung yang mereka lintasi ambruk diduga akibat kondisi konstruksi yang telah rapuh.

Kini, penyelidikan yang dilakukan Satreskrim Polres Manggarai Barat tidak hanya berfokus pada penyebab kecelakaan, tetapi juga mengarah pada dugaan kelalaian dalam pengelolaan infrastruktur wisata, pengawasan keselamatan pengunjung, hingga kemungkinan adanya unsur tindak pidana korupsi dalam tata kelola objek wisata tersebut.

Baca Juga :  Dua Turis Austria Tewas di Cunca Wulang, Jembatan Gantung Ambruk Saat Rekam Video Romantis

Saat ditemui usai menjalani pemeriksaan oleh Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Manggarai Barat, Petrus Antonius Rasyid mengakui bahwa pemeriksaan yang dijalaninya masih berada pada tahap awal.

“Hari ini saya dimintai keterangan oleh penyidik Tipikor. Pemeriksaan masih bersifat awal, baru menggali terkait tugas pokok dan fungsi dinas secara keseluruhan. Untuk substansi yang lebih detail, silakan ditanyakan langsung kepada penyidik agar tidak terjadi perbedaan informasi,” ujar Petrus kepada wartawan di Polres Manggarai Barat, pada Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, penyidik saat ini masih mendalami berbagai aspek yang berkaitan dengan kewenangan dan tanggung jawab Disparekrafbud dalam pengelolaan destinasi wisata di Kabupaten Manggarai Barat.

“Yang pasti, pemeriksaan hari ini dilakukan oleh Unit Tipikor. Mungkin mereka sedang melihat ada atau tidaknya dugaan tindak pidana korupsi. Karena itu, saya belum bisa menjelaskan lebih jauh sebelum ada kejelasan dari pihak penyidik,” katanya.

Baca Juga :  Pariwisata Labuan Bajo Dipermalukan Tragedi Cunca Wulang, DPRD Desak Audit Total

Petrus juga menyebut bahwa hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam memperbaiki sistem pengelolaan destinasi wisata.

“Kalau nanti sudah ada kejelasan, tentu akan menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk memperbaiki pengelolaan seluruh destinasi wisata yang ada di Kabupaten Manggarai Barat, baik yang dikelola pemerintah maupun oleh pihak pengelola lainnya,” jelasnya.

Terkait informasi bahwa petugas dari dinas sempat melakukan monitoring di lokasi dua hari sebelum tragedi terjadi, Petrus mengaku belum mendalami secara menyeluruh laporan hasil pemantauan tersebut.

  • Bagikan