“Panitia memutuskan sepihak tanpa bukti terbuka. Keputusan ini tidak memberikan kepuasan, bahkan mencederai turnamen. Padahal Bupati Cup ini digelar untuk mencari bibit pemain dan menghadirkan euforia positif bagi masyarakat. Tapi justru ternodai dengan kejadian semalam,” ujarnya kecewa.
Saleh juga membandingkan pelaksanaan turnamen ini dengan turnamen sebelumnya, Jurnalis Cup, yang menurutnya lebih transparan.
“Di Jurnalis Cup kemarin, kalau ada keraguan soal pemain, KTP diperiksa satu per satu oleh panitia bersama semua tim. Itu fair. Semua clear, tidak ada kecurigaan. Tapi kali ini, panitia seolah menutup-nutupi. Sebagai presiden klub, saya merasa betul-betul dirugikan,” katanya menegaskan.
Ia berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi di turnamen-turnamen berikutnya.
“Panitia harus menunjukkan sikap tegas, jujur, dan benar-benar menjalankan aturan yang dibuat. Kalau ada kekeliruan, jangan dipaksakan turun ke lapangan. Saya berharap semua tim juga saling kontrol, saling cek identitas, sehingga pertandingan berjalan fair. Penonton datang begitu banyak untuk menyaksikan pertandingan, tapi sayangnya malam itu dicederai dengan situasi yang tidak sehat,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak panitia turnamen Bupati Cup belum berhasil dikonfirmasi. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









