Kepala BPIP melalui pidato yang dibacakan Bupati Edi Endi juga memberikan perhatian khusus kepada generasi muda. Mereka diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup dan terus relevan dalam menjawab tantangan zaman.
“Jangan biarkan Pancasila hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau sekadar teks dalam buku sejarah. Jadikan nilai-nilainya hidup dalam tindakan, perilaku, dan keputusan yang kita ambil setiap hari,” tegasnya.
Selain itu, para pemimpin pemerintahan di semua tingkatan, baik kementerian maupun pemerintah daerah, diingatkan untuk memastikan setiap kebijakan publik berpihak kepada rakyat serta berlandaskan prinsip keadilan sosial.
“Setiap kebijakan harus mampu menghadirkan rasa keadilan bagi seluruh masyarakat, melindungi kelompok rentan, dan memastikan tidak ada satu pun warga negara yang merasa tertinggal atau ditinggalkan,” demikian pesan yang disampaikan dalam amanat tersebut.
Pidato juga menegaskan pentingnya menjaga persatuan nasional dengan terus melawan segala bentuk intoleransi, ekstremisme, radikalisme, serta berbagai tindakan yang berpotensi mengganggu kerukunan dan keharmonisan sosial.
Menutup amanatnya, Kepala BPIP mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali meneguhkan komitmen kebangsaan dan menjadikan Pancasila sebagai kekuatan pemersatu dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan.
“Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, menghargai keberagaman, dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, selama Merah Putih tetap berkibar di bumi nusantara, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi anak bangsa,” tutupnya.
Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Labuan Bajo berlangsung tertib dan penuh semangat nasionalisme. Momentum ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat Manggarai Barat untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara demi mewujudkan Indonesia yang maju, harmonis, dan berkeadilan.
Versi ini sudah menggunakan gaya penulisan media online yang lebih kuat, memperbanyak kutipan langsung, memperhalus alur berita, serta mempertegas nilai berita dan pesan kebangsaan yang ingin disampaikan. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









