Lebih lanjut, Bupati Edi berharap koperasi-koperasi ini dapat menjadi motor penggerak inovasi desa, terutama dalam pengembangan infrastruktur penunjang ketahanan pangan, penggunaan teknologi digital untuk pemantauan program, serta peningkatan kapasitas masyarakat desa.
“Kita menyadari bahwa dalam Asta Cita ke-6, Bapak Presiden menekankan pentingnya membangun negeri dari desa. Kehadiran Bapak Menteri hari ini menjadi motivasi besar bagi kami di daerah untuk terus bergerak maju,” tandas Bupati Edi.
Menteri Yandri Susanto dalam sambutannya menegaskan bahwa kunjungan kerja ke Manggarai Barat adalah bagian dari upaya mempercepat implementasi Asta Cita ke-2 dan ke-6, yakni pembangunan dari desa dan pemerataan ekonomi nasional.
“Kita ingin memastikan bahwa pembangunan dari desa menjadi tulang punggung pencapaian swasembada pangan, energi, dan air. Semua ini bagian dari upaya pengentasan kemiskinan menuju kemandirian desa yang berkelanjutan dalam RPJMN 2025–2029,” jelas Menteri Yandri.
Ia menyampaikan bahwa ketahanan pangan dan ekonomi hijau kini menjadi prioritas utama, yang diwujudkan melalui program Koperasi Desa Merah Putih dan Program Makan Bergizi Gratis.
“Kita berharap desa-desa di Manggarai Barat menjadi pelaku utama dalam mengembangkan ketahanan pangan. Sekarang sudah ada alokasi 20 persen Dana Desa untuk program tersebut. Koperasi Desa Merah Putih juga bisa menjalankan kegiatan berbasis potensi lokal, termasuk mengembangkan desa tematik,” tutup Menteri Yandri.
Acara tatap muka tersebut menjadi ruang diskusi strategis antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Fokus utama meliputi penguatan tata kelola pembangunan desa, pengembangan pangan lokal, ketahanan iklim dan energi, pemberdayaan gender, serta peningkatan peran pemuda desa dalam membangun kemandirian ekonomi lokal.
Kolaborasi lintas sektor dan penguatan kapasitas kelembagaan desa dipandang sebagai kunci keberhasilan pembangunan akar rumput. Dengan semangat gotong royong dan kerja bersama, Kabupaten Manggarai Barat berupaya menjadi model pembangunan hijau dan berkelanjutan di kawasan timur Indonesia. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









